Portal Berita Ekonomi Kamis, 19 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:50 WIB. Jakarta - Harga telur di Jakbar naik jadi Rp28 ribu/kilogram.
  • 22:50 WIB. Pilpres - Gerindra: Prabowo jenguk SBY tidak ada kesepakatan pilpres.
  • 22:50 WIB. Nasional - BNPT: Teroris bisa sasar apa saja.
  • 22:50 WIB. Nasional - Kemensos pastikan bansos mampu tekan kemiskinan.
  • 22:49 WIB. Pilpres - Mahfud MD: Jokowi tahu siapa yang didukung rakyat.
  • 20:17 WIB. Oppo - Oppo membanderol Find X di Indonesia seharga Rp12,999 juta.
  • 20:16 WIB. Gadget - Dalam laporan enam bulan pertama di 2018, pendapatan aplikasi secara global meningkat 27,8% dari tahun ke tahun.
  • 20:15 WIB. Oppo - Oppo resmi rilis smartphone flagship terbaru mereka, yakni Find X, di Indonesia.
  • 20:13 WIB. Telekomunikasi - Menkominfo optimis Palapa Ring Timur rampung akhir 2018.
  • 20:12 WIB. Grab - Grab meriahkan parade kirab obor Asian Games 2018 di 10 kota.
  • 19:44 WIB. PTPN III - PTPN III akan impor gula mentah 85.000 ton pada September.
  • 19:43 WIB. JSMR - JSMR catat pendapatan usaha di luar konstruksi Rp4,79 triliun pada semester I 2018, naik 5,76% YoY.
  • 19:43 WIB. JSMR - Pendapatan konstruksi JSMR naik 61% YoY pada semester 1 2018, dari Rp8,56 triliun jadi Rp13,87 triliun.
  • 19:42 WIB. JSMR - Pertumbuhan EBITDA JSMR pada semester I 2018 capai Rp2,90 triliun, tumbuh 10,39% YoY.
  • 19:42 WIB. JSMR - JSMR raup laba bersih Rp1,05 triliun pada semester I 2018, tumbuh sebesar 2,90% YoY.

Optimalisasi Program Tol Laut, Menhub Libatkan Pelayaran Rakyat

Foto Berita Optimalisasi Program Tol Laut, Menhub Libatkan Pelayaran Rakyat
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan berinisiatif untuk menambah jumlah pelabuhan feeder atau pengumpan dengan melibatkan pelayaran rakyat.

Hal tersebut dikatakan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi terkait pengoptimalan program Tol Laut dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menyelesaikan persoalan disparitas harga, khususnya bagi masyarakat yang berada di Indonesia Timur.

"Saya cenderung menindaklanjuti usulan Prof. Yamin Jinca (Guru Besar Transportasi Universitas Hasanuddin). Kita sebanyak mungkin menciptakan feeder di beberapa tempat. Katakanlah di Sulawesi Utara, di Ambon, di Maluku Utara, di Papua nanti kita buat feeder. Feeder ini harus diciptakan karena feeder itu dilakukan oleh pelayaran rakyat," jelas Menhub Budi dalam keterangannya, Kamis (19/4/2018).

Menurut Menhub, pelayaran rakyat merupakan ujung tombak pelayaran, khususnya di daerah yang sulit dijangkau. Hal lainnya menurut Menhub dengan melibatkan pelayaran rakyat maka dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Lanjutnya, ke depan pemerintah fokus untuk mengelola barang-barang apa yang diangkut dengan kapal tol laut disesuaikan dengan jenis kapal yang melayani. Maksudnya, di sini adalah kapasitas kapal akan disesuaikan dengan besar kapal yang mengangkut barang tol laut. 

Soal subsidi, Menhub menyebut akan terus memberikan subsidi biaya kapal.

"Kalau subsidi itu harus karena selain untuk masyarakat, barang-barang ini memang harus dibawa dengan suatu jumlah dan suatu tujuan yang tidak favorit. Oleh karenanya, pemerintah turun agar barang itu lebih pasti ada dan harganya lebih murah. Kalau dulu itu harga tidak stabil dan belum tentu ada. Nanti subsidinya lebih ke kapal," jelas Menhub.

Untuk wilayah Indonesia Timur seperti Makassar, Menhub berencana akan mendidik sebanyak 3.000 orang untuk menjadi pelaut. Selain itu, pada kunjungan kerjanya ke Makassar, Menhub akan menyerahkan sebanyak 24 kapal untuk mendukung pelayaran rakyat.

Tag: Tol Laut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Karya Sumadi

Penulis: Bambang Ismoyo

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5890.731 29.223 597
2 Agriculture 1448.636 18.709 19
3 Mining 2030.948 37.402 46
4 Basic Industry and Chemicals 770.836 3.799 70
5 Miscellanous Industry 1171.537 6.552 45
6 Consumer Goods 2430.300 5.099 46
7 Cons., Property & Real Estate 447.579 -0.369 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1090.068 16.401 70
9 Finance 1026.304 6.533 91
10 Trade & Service 871.072 -8.720 143
No Code Prev Close Change %
1 INDR 6,075 7,275 1,200 19.75
2 TCPI 1,090 1,290 200 18.35
3 DSSA 20,525 24,000 3,475 16.93
4 BTON 240 278 38 15.83
5 BNBR 70 81 11 15.71
6 NUSA 254 292 38 14.96
7 POLL 1,305 1,500 195 14.94
8 CSIS 444 505 61 13.74
9 ERAA 2,820 3,130 310 10.99
10 MGRO 338 372 34 10.06
No Code Prev Close Change %
1 TRIO 1,890 1,420 -470 -24.87
2 MFMI 845 640 -205 -24.26
3 OKAS 334 280 -54 -16.17
4 FORU 146 124 -22 -15.07
5 TRUK 496 424 -72 -14.52
6 RODA 580 505 -75 -12.93
7 PEGE 150 133 -17 -11.33
8 GSMF 126 112 -14 -11.11
9 CEKA 1,100 985 -115 -10.45
10 TIRA 157 141 -16 -10.19
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,870 2,850 -20 -0.70
2 ERAA 2,820 3,130 310 10.99
3 PGAS 1,725 1,720 -5 -0.29
4 GSMF 126 112 -14 -11.11
5 INDR 6,075 7,275 1,200 19.75
6 TLKM 3,940 4,010 70 1.78
7 BKSL 107 105 -2 -1.87
8 WSKT 2,030 2,030 0 0.00
9 ADRO 1,760 1,865 105 5.97
10 PTBA 4,380 4,330 -50 -1.14