Portal Berita Ekonomi Senin, 16 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:28 WIB. Eropa - Uni Eropa ingin amankan pasokan energi dan bahan mentah dari Indonesia.
  • 15:28 WIB. Afghanistan - PBB: Jumlah korban warga sipil di Afghanistan tertinggi sejak 2009.
  • 15:27 WIB. Suriah - Militer Israel serang pangkalan militer Suriah di Aleppo.
  • 15:25 WIB. Piala Dunia - Juara Piala Dunia, Prancis panen ucapan selamat dari pemimpin dunia.
  • 15:24 WIB. Piala Dunia - Jadi kiper terbaik Piala Dunia 2018, Courtois minta naik gaji.
  • 11:19 WIB. SHS - Sang Hyang Seri menargetkan pembangunan pabrik pengolahan benih tanaman pangan di Parigi Moutong selesai pada Desember.
  • 11:16 WIB. AHM - Astra Honda Motor mulai memasarkan PCX Hybrid hasil perakitan pabrik Sunter seharga Rp40,3 juta on the road Jakarta.
  • 11:14 WIB. Korsel - Korea Selatan mencatat impor minyak dari Iran turun 40,3% pada Juni 2018 dibandingkan bulan sama setahun lalu.
  • 11:14 WIB. Vaksin - Kementerian Pertanian sedang berusaha memecahkan masalah penyakit H9N2 yang menyerang ayam layer.
  • 11:12 WIB. BEI - Bursa Efek Indonesia memutuskan untuk menargetkan jumlah emiten baru tahun depan sebanyak 35 perusahaan.
  • 11:10 WIB. ANTM - Aneka Tambang menyiapkan refinancing untuk membayar obligasi Rp900 miliar yang jatuh tempo pada 14 Desember 2018.¬†
  • 11:09 WIB. BPK -¬†Badan Pemeriksa Keuangan mendorong kerja penguatan peran lembaga audit dan parlemen dalam pemberantasan korupsi.
  • 11:08 WIB. Haji -¬†Kementerian Kesehatan meminta masyarakat memeriksa kesehatan secara rutin jauh hari sebelum keberangkatan haji.
  • 11:07 WIB. TCash - Telkomsel menargetkan TCash bisa menjadi alat pembayaran untuk LRT Palembang.
  • 11:06 WIB. Ayers - Ayers Asia Asset Management meluncurkan Reksa Dana Indeks Ayers Asia Asset Management Equity Index Sri Kehati.

Backlog Rumah di Jawa Tengah Masih Tinggi

Foto Berita Backlog Rumah di Jawa Tengah Masih Tinggi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Hingga saat ini kekurangan kebutuhan atau backlog perumahan bagi masyarakat di Provinsi Jawa Tengah masih cukup tinggi. Untuk itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Jawa Tengah terus mendorong pembangunan dan pengembangan perumahan dan kawasan permukiman sehingga jumlah backlog perumahan bisa berkurang.

"Pemda Jateng mencatat backlog perumahan di Provinsi Jawa Tengah masih cukup tinggi. Backlog dari sisi kepemilikan dan kepenghunian jumlahnya berbeda," ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah Rudy Apriyantono di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Dia menjelaskan, rincian backlog tersebut terbagi menjadi dua yaitu dari sisi kepemilikan jumlahnya 705.000 unit rumah, sedangkan dari sisi kepenghunian 503.000 unit rumah. Di sisi lain rumah tidak layak huni (RTLH) di Jawa Tengah saat ini berdasarkan data yang ada di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman adalah 1,6 juta unit rumah.

"Jumlah backlog perumahan di Jawa Tengah itu tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dan bisa meningkat sebab setiap tahun jumlah orang yang menikah juga banyak sehingga mereka pun pastinya membutuhkan rumah untuk tempat tinggal," ujarnya.

Rudy pun menargetkan Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) di Provinsi Jawa Tengah dapat selesai tahun ini. 

"Kami sudah beraudiensi dengan jajaran Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan terkait RP3KP ini. Kami juga sudah berkonsultasi mengenai Standar Pelayanan Minimal dan NSPK lain di sektor perumahan, khususnya terkait dengan sertifikasi mengingat saat ini jumlah pengembang yang ada di daerah tersebut cukup banyak," tambahnya.

Akan tetapi, lanjut dia, pihaknya juga mendapat mandat dari anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah yang menginginkan supaya tahun ini juga dapat diluncurkan regulasi pendukung sehingga bisa dimasukkan dalam prolegdanya.

"Kami kesulitannya terkait dengan tata cara mengatur kabupaten/kota sehingga membutuhkan arahan-arahan dari Ditjen Penyediaan Perumahan yang perlu disusun dalam Raperda itu. Perumahan di Jawa Tengah saat ini tumbuh sedemikian masifnya sehingga bisa dikatakan seperti autopilot sehingga tidak ada yang mengontrol. RP3KP ini kami susun supaya pertumbuhan yang masif itu dapat terkontrol dengan baik," paparnya.

Tag: Jawa Tengah, Dinas Perumahan Rakyat, Rudy Apriyantono

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5944.074 36.202 597
2 Agriculture 1442.299 -2.397 19
3 Mining 2025.622 17.548 46
4 Basic Industry and Chemicals 781.407 1.463 70
5 Miscellanous Industry 1190.799 16.425 45
6 Consumer Goods 2475.480 19.771 46
7 Cons., Property & Real Estate 449.738 -0.448 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1084.437 -9.615 70
9 Finance 1034.503 11.557 91
10 Trade & Service 881.887 6.475 143
No Code Prev Close Change %
1 CSIS 432 540 108 25.00
2 TCPI 560 700 140 25.00
3 MGRO 338 422 84 24.85
4 POLL 1,150 1,435 285 24.78
5 YPAS 600 725 125 20.83
6 MLPT 760 910 150 19.74
7 SQMI 222 260 38 17.12
8 WICO 470 550 80 17.02
9 MFMI 750 850 100 13.33
10 TIRA 145 164 19 13.10
No Code Prev Close Change %
1 CANI 216 162 -54 -25.00
2 PEGE 230 173 -57 -24.78
3 UNIT 324 248 -76 -23.46
4 AIMS 260 202 -58 -22.31
5 LPPS 136 113 -23 -16.91
6 NUSA 254 222 -32 -12.60
7 DNAR 296 260 -36 -12.16
8 MARI 2,350 2,110 -240 -10.21
9 DWGL 145 131 -14 -9.66
10 APII 216 196 -20 -9.26
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 136 113 -23 -16.91
2 IMAS 3,090 2,960 -130 -4.21
3 PGAS 1,620 1,685 65 4.01
4 BBTN 2,200 2,410 210 9.55
5 ANTM 860 910 50 5.81
6 TRUK 660 705 45 6.82
7 NFCX 2,770 3,100 330 11.91
8 KREN 725 725 0 0.00
9 SWAT 173 180 7 4.05
10 TLKM 4,100 4,020 -80 -1.95