Portal Berita Ekonomi Senin, 16 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:33 WIB. Migran - Italia izinkan migran mendarat di wilayahnya.
  • 15:32 WIB. Korea - AS-Korut sepakat cari 5.300 tentara Amerika yang hilang di Perang Korea.
  • 15:31 WIB. WNI - Kapal tenggelam di Samudra Atlantik, delapan WNI selamat.
  • 15:30 WIB. Yahudi - Israel siapkan RUU segregasi Yahudi dan Arab.
  • 15:28 WIB. Eropa - Uni Eropa ingin amankan pasokan energi dan bahan mentah dari Indonesia.
  • 15:28 WIB. Afghanistan - PBB: Jumlah korban warga sipil di Afghanistan tertinggi sejak 2009.
  • 15:27 WIB. Suriah - Militer Israel serang pangkalan militer Suriah di Aleppo.
  • 15:25 WIB. Piala Dunia - Juara Piala Dunia, Prancis panen ucapan selamat dari pemimpin dunia.
  • 15:24 WIB. Piala Dunia - Jadi kiper terbaik Piala Dunia 2018, Courtois minta naik gaji.
  • 11:19 WIB. SHS - Sang Hyang Seri menargetkan pembangunan pabrik pengolahan benih tanaman pangan di Parigi Moutong selesai pada Desember.
  • 11:16 WIB. AHM - Astra Honda Motor mulai memasarkan PCX Hybrid hasil perakitan pabrik Sunter seharga Rp40,3 juta on the road Jakarta.
  • 11:14 WIB. Korsel - Korea Selatan mencatat impor minyak dari Iran turun 40,3% pada Juni 2018 dibandingkan bulan sama setahun lalu.
  • 11:14 WIB. Vaksin - Kementerian Pertanian sedang berusaha memecahkan masalah penyakit H9N2 yang menyerang ayam layer.
  • 11:12 WIB. BEI - Bursa Efek Indonesia memutuskan untuk menargetkan jumlah emiten baru tahun depan sebanyak 35 perusahaan.
  • 11:10 WIB. ANTM - Aneka Tambang menyiapkan refinancing untuk membayar obligasi Rp900 miliar yang jatuh tempo pada 14 Desember 2018. 

Jagorawi Diterapkan Ganjil-Genap, ke Jakarta Lebih Cepat?

Foto Berita Jagorawi Diterapkan Ganjil-Genap, ke Jakarta Lebih Cepat?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pengamat Transportasi Yayat Supriatna menilai penerapan kebijakan ganjil-genap di Gerbang Tol Cibubur 2 ruas Tol Jagorawi berdampak pada peningkatan kecepatan kendaraan sehingga waktu tempuh menuju Jakarta lebih singkat.

"Ini luar biasa, kepadatan berkurang, kecepatan bisa lebih baik, waktu tempuh menjadi lebih cepat. Perjalanan lebih cepat itu rata-rata bisa kecepatan 90-100 km per jam di Tol Jagorawi, artinya di sini ada kecepatan maksimal yang bisa didapat. Ini sangat membantu para pengguna untuk mendapatkan waktu perjalanan yang lebih baik dibandingkan dengan sebelum ada ganjil-genap," kata Yayat di Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Pembelakuan ganjil-genap di Gerbang Tol Cibubur 2 ruas Tol Jagorawi oleh Kementerian Perhubungan telah berlangsung hampir sepekan Dia mengatakan dengan diberlakukannya kebijakan ganjil-genap di Gerbang Tol Cibubur 2 ruas Tol Jagorawi terjadi peningkatan kecepatan kendaraan sehingga waktu tempuh yang diperlukan untuk menuju Jakarta lebih singkat.

Pihaknya mengapresiasi pemerintah yang telah berupaya mencari solusi menangani kemacetan.

Namun, menurut dia, masih terjadi kepadatan khususnya di ruas Tol Dalam Kota sebagai imbas pertemuan dari arah Bekasi dan Bogor, tetapi kepadatan di di ruas Tol Dalam Kota sudah lebih baik.

"Harus diakui kita masih punya 'bottleneck'-nya itu di ruas Tol Dalam Kota. Tapi intinya di dalam kecepatan, di Tol Dalam Kota relatif cukup baiklah, tidak separah dulu. Memang masih ada kepadatan tapi hanya pada beberapa titik saja. Terlebih masih ada pemberlakuan 'contraflow' di Tol Dalam Kota mulai Cawang hingga Semanggi, itu sangat membantu," katanya.

Yayat menambahkan dari Bogor ke Grogol di Jakarta ia hanya perlu waktu satu jam.

Menurut dia, waktu tempuh ini dulu hanya didapat pada waktu malam hari ataupun pada hari libur.

Yayat juga mengajak masyarakat untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya mengatasi kemacetan di Ibuk Kota.

Dia mengimbau masyarakat yang terdampak kebijakan ini mendukung dengan beralih dari angkutan pribadi ke angkutan umum, termasuk masyarakat yang mengeluhkan kepadatan di jalan arteri sebagai dampak pemberlakuan kebijakan ini.

Yayat memastikan kebijakan ini sudah berlandaskan asas keadilan, selain kebijakan ini dilakukan secara situasional dari pukul 06.00 hingga pukul 09.00, masyarakat pengguna kendaraan pribadi bisa merasakan dampak kebijakan ini secara bergantian, terlebih pemerintah dalam hal ini telah berupaya menyediakan angkutan umum yang layak di titik-titik tertentu.

"Kalau kita tidak ingin masuk ke jalan arteri yang macet sebetulnya tinggal pindah ke angkutan umum, kan kondisi angkutan umum yang disediakan tidak seburuk apa yang dirasakan selama ini. Kemudian dari sisi keadilan pun sebetulnya sudah diberlakukan, artinya satu kebijakan ini tidak sepanjang hari hanya dari pukul 06.00 sampai pukul 09.00. Jadi arteri tidak macet selamanya," ujarnya.

Soal angkutan umum Yayat berharap pemerintah menambah jumlah armada angkutan umum. Hal lainnya soal tarif parkir kendaraan pribadi di titik-titik yang telah ditentukan juga perlu dibuat lebih murah.

Menurut dia, dengan begitu masyarakat akan lebih tertarik untuk berpindah ke angkutan umum karena biaya yang dikeluarkan masyarakat akan lebih murah jika menggunakan angkutan umum.

Lebih lanjut Yayat mengungkapkan perlu ada percepatan pembangunan infrastruktur transportasi seperti proyek jalur double-double track kereta api hingga Cikarang, proyek LRT, proyek Tol Jakarta-Cikampek layang (elevated), dan proyek Tol Becakayu.

Selain itu jalur khusus angkutan umum bus di ruas tol perlu benar-benar dibuat seperti jalur Trans Jakarta yang sudah ada sekarang.

"Dengan DDT orang dari Cikarang, Bekasi, Tambun, itu akan lebih cepat masuk ke Jakarta. Kemudian ditambah lagi dengan LRT jadi, kalau 'elevated' Tol Jakarta-Cikampek, Tol Becakayu kalau jadi itu Bekasi luar biasa solusinya," katanya.

Tag: Yayat Supriatna, transportasi, Jalan Tol, Kementerian Perhubungan (Kemenhub)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Didik Suhartono

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5944.074 36.202 597
2 Agriculture 1442.299 -2.397 19
3 Mining 2025.622 17.548 46
4 Basic Industry and Chemicals 781.407 1.463 70
5 Miscellanous Industry 1190.799 16.425 45
6 Consumer Goods 2475.480 19.771 46
7 Cons., Property & Real Estate 449.738 -0.448 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1084.437 -9.615 70
9 Finance 1034.503 11.557 91
10 Trade & Service 881.887 6.475 143
No Code Prev Close Change %
1 CSIS 432 540 108 25.00
2 TCPI 560 700 140 25.00
3 MGRO 338 422 84 24.85
4 POLL 1,150 1,435 285 24.78
5 YPAS 600 725 125 20.83
6 MLPT 760 910 150 19.74
7 SQMI 222 260 38 17.12
8 WICO 470 550 80 17.02
9 MFMI 750 850 100 13.33
10 TIRA 145 164 19 13.10
No Code Prev Close Change %
1 CANI 216 162 -54 -25.00
2 PEGE 230 173 -57 -24.78
3 UNIT 324 248 -76 -23.46
4 AIMS 260 202 -58 -22.31
5 LPPS 136 113 -23 -16.91
6 NUSA 254 222 -32 -12.60
7 DNAR 296 260 -36 -12.16
8 MARI 2,350 2,110 -240 -10.21
9 DWGL 145 131 -14 -9.66
10 APII 216 196 -20 -9.26
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 136 113 -23 -16.91
2 IMAS 3,090 2,960 -130 -4.21
3 PGAS 1,620 1,685 65 4.01
4 BBTN 2,200 2,410 210 9.55
5 ANTM 860 910 50 5.81
6 TRUK 660 705 45 6.82
7 NFCX 2,770 3,100 330 11.91
8 KREN 725 725 0 0.00
9 SWAT 173 180 7 4.05
10 TLKM 4,100 4,020 -80 -1.95