Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:54 WIB. Pertamina - menjelang Natal dan Tahun Baru 2019, Pertamina menyiapkan SPBU 24 jam.
  • 10:00 WIB. ISEF - ISEF membukukan 19 kesepakatan senilai Rp6,75 triliun.
  • 09:58 WIB. PLN - Jonan:  25% pegawai PLN biasanya harus siaga saat libur Natal dan Tahun Baru.
  • 09:51 WIB. Energi - Pemerintah memprediksi beban puncak pasokan listrik Jawa-Bali pada libur Natal-Tahun Baru 2019 cenderung turun.
  • 09:49 WIB. Pelindo II - Pemprov Jambi dan Pelindo II akan kerja sama kembangkan Pelabuhan di Jambi.

BI: Jangan Khawatir dengan Revolusi Industri 4.0

Foto Berita BI: Jangan Khawatir dengan Revolusi Industri 4.0
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) meminta kepada para pelaku industri, regulator, dan stakeholder agar tidak takut menghadapi era revolusi industri 4.0 yang akrab dengan teknologi digital.

"Kita tidak perlu nervous dan khawatir dengan kehadiran revolusi industri 4.0 dan era digital ini. Kalau kita khawatir, ia tetap hadir. Tidak khawatir, ia juga akan hadir," kata Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko dalam seminar "Strategi Zaman Now Perkuat Sistem Pembayaran Nontunai" yang digagas Warta Ekonomi di Jakarta, Senin (23/4/2018).

Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana regulator, pelaku industri, lintas otoritas, dan stakeholder lainnya mempersiapkan diri secara bersama untuk memastikan bahwa kehadiran era revolusi industri 4.0 dan era digital ini bermanfaat bagi pertumbuhan perekonomian nasional.

"Seperti dengan mengoptimalkan inovasi untuk meningkatkan, utamanya entrepreneurship dan UMKM (productivity) dan perluasan inklusi keuangan (inclusivity), serta stabilitas perekonomian nasional (stability)," tambahnya.

Untuk mencapai dan mengambil manfaat dari era revolusi industri 4.0, BI telah membangun fintech office dan infrastruktur Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang dilengkapi dengan aturan-aturan seperti PBI Pemrosesan Transaksi Domestik, PBI Gerbang Pembayaran Nasional, dan PBI Fintech.

"Untuk terus memperlengkapi perangkat-perangkat yang diperlukan guna menyambut dan memastikan Indonesia dapat terus mengambil manfaat dari kemajuan inovasi ke depan, saat ini BI sedang melakukan kajian blockchain, kajian Central Bank Digital Currency, kajian QR code, mempersiapkan standar QR code Nasional dalam waktu dekat," katanya.

Lebih jauh, kata dia, melalui era industri 4.0 dan digital, saat ini hadir berbagai alternatif instrumen dalam transaksi pembayaran.

"Kalau dahulu kita mengenal ATM, kartu debit, kartu kredit, UE, berkat teknologi kita juga telah mengenal mobile phone, QR code payment, RFID yang akan turut mewarnai perkembangan sistem pembayaran ritel nasional," ungkapnya.

Bahkan, di zaman digital ini belakangan hadir cryptocurrency (Bitcoin, Ethereum, dsb.) dan teknologi blockchain serta wacana Central Bank Digital Currency oleh berbagai bank sentral yang menjadi topik hangat internasional.

Terhadap kemajuan-kemajuan tersebut, bank sentral sebagai regulator dan otoritas perlu mengkaji lebih dalam dan lebih cermat sebelum inovasi dan teknologi dimaksud digunakan secara luas pada masyarakat.

"Seperti halnya bank sentral dan otoritas di berbagai negara, kajian-kajian dimaksud ditempuh untuk memastikan perlindungan konsumen, keamanan transaksi, isu data privacy dapat diatasi, isu interoperability, transaksi cross border, AML/CFT, governance dan manajemen risiko dapat terpenuhi," ungkap Onny.

Tag: revolusi industri, Onny Widjanarko, Bank Indonesia (BI)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00