Portal Berita Ekonomi Jum'at, 17 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:57 WIB. GIIAS - Isuzu berhasil jual 451 mobil selama GIIAS.
  • 11:54 WIB. HUT RI - KJRI-WNI rayakan HUT RI dengan menggelar bazaar.
  • 11:54 WIB. Asian Games - asian games juga jadi ajang promosikan budaya.
  • 11:46 WIB. Novel - Novel Baswedan ingin presiden memperhatikan kasusnya lagi.
  • 11:41 WIB. Pajak - Pengamat: Target penerimaan pajak 2019 lebih realistis.
  • 11:37 WIB. SPBU - Dukung kebijakan "BBM Satu Harga" SPBU harus diperbanyak.
  • 11:37 WIB. Asian Games - Pasokan gas untuk listrik aman sambut asian games.
  • 11:36 WIB. HUT RI - Menteri Susi: laut tetap dijaga.
  • 11:33 WIB. Prabowo - Prabowo dan Titiek upacara di UBK.
  • 10:06 WIB. Olahraga - Pendaki gunung RMOL daki puncak Elbrus.
  • 09:18 WIB. PUBG - Game mobile PUBG capai 100 Juta download.
  • 09:16 WIB. Kurs Dolar - Kurs Dolar AS Melemah.
  • 09:00 WIB. HUT RI - Tamu undangan ramaikan halaman istana dengan baju adat.
  • 08:59 WIB. Defisit - Pemerintah diminta atasi defisit transaksi berjalan.
  • 08:58 WIB. Infrastruktur - PUPR: Perempuan harus terlibat pembangunan infrastruktur.

BNI Jakarta Kota Sukses Akuisisi 8.978 Merchant yap!

Foto Berita BNI Jakarta Kota Sukses Akuisisi 8.978 Merchant yap!
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

BNI Wilayah Jakarta Kota terus berkomitmen menyebarkan penggunaan aplikasi yap! (Your All Payment) sebagai layanan pembayaran "Zaman Now" yang praktis, mudah, dan efisien kepada masyarakat Indonesia. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya akusisi merchant yap! yang dilakukan BNI Wilayah Jakarta Kota.

Pimpinan BNI Wilayah Jakarta Kota Yessy Kurnia mengatakan, hingga kini pihaknya telah berhasil mengakuisisi 8.978 merchant yap! atau 60,83% dari total 14.759 merchant yap! yang ditargetkan tahun ini. Jumlah ini menjadikan BNI Wilayah Jakarta Kota sebagai kantor perwakilin tertinggi yang mengakuisisi merchant yap!.

"Dari dua bulan kita lauching di Februari 2018, kita sudah akuisisi merchant mencapai 8000-an merchant. Alhamdulillah kami yang paling tinggi se-Indonesia," kata Yessy di sela acara yap! Customer di kantin Kemukus kantor BNI Wilayah Jakarta Kota, akhir pekan kemarin.

Dirinya menuturkan, pencapaian tersebut tak lepas dari sejumlah program yang dicanangkan kantor BNI Wilayah Jakarta Kota. Untuk akuisisi merchant, BNI Jakarta Kota memiliki program yap! Day yang dilakukan secara rutin dan dievaluasi secara berkala.

"Program yang kita lakukan untuk merchant kita akusisi ada acara yap! Day. Jadi, seharian kita jualan merchant dan kita akan bagi ke masing-masing cabang. Kita akan mapping dan setiap bulan ada event yap! Day," tukasnya.

Melihat kinclongnya pencapaian tersebut, Yessy mengungkapkan, kantor pusat BNI kini menaikkan target tersebut menjadi 18 ribu merchant yap! hingga akhir tahun 2018.

Yessy meyakini target tersebut dapat tercapai. Pasalnya, banyak pelaku usaha, sekolah, universitas, dan rumah sakit yang belum menjadi merchant yap!.

"Kemarin ditargetkan 14 ribu dalam 12 bulan, tapi baru dua bulan sudah 8 ribu. Saya berpikirnya, berapa banyak pedagang, sekolah, rumah sakit di sini. Kalau kita mau rajin akuisisi, sebenarnya kan bisa. Yap! ini nyasarnya semua tempat yang membutuhkan sarana pmbayaran. Kemudian, kita rencana ke sentral bisnis dan masuk ke pasar juga. Itu adalah contoh bahwa yap! bisa masuk ke mana saja," jelasnya.

Meski demikian, Yessy mengakui sosialisasi yang masif dan terbatasnya SDM menjadi kendala dalam menggalakkan penggunaan yap! ini.

"Kalau kendala yang pasti memang edukasi, apalagi kalau kita sasarnya UMKM untuk merchant-nya, kita harus ajarin. Kemudian, masyarakat pengguna kita harus edukasi. Makanya, kita ada yap girl di semua cabang khusus edukasi yap!" tuturnya.

Tidak seperti aplikasi pembayaran dengan smartphone lainnya yang hanya mengandalkan uang elektronik sebagai sumber dananya, yap! menjadi yang pertama dengan menggunakan 3 (tiga) sumber dana, yaitu kartu debit, kartu kredit, dan uang elektronik BNI (UnikQu) sesuai pilihan pengguna saat bertransaksi.

Dengan demikian, semua pengguna smartphone dapat dengan mudah menggunakan yap! dengan sumber dana uang elektronik UnikQu. Sementara pengguna yang sudah menjadi nasabah BNI dapat menambahkan semua kartu debit dan kartu kreditnya sebagai sumber dananya.

Yap! dengan berbagai kemudahannya merupakan pengganti peran mesin Electronic Data Capture (EDC) yang dapat memenuhi kebutuhan pedagang dari berbagai macam segmen, mulai dari pedagang kecil, UMKM, ritel, toko jaringan (chain store), toko modern (premium), dan toko online (e-commerce).

Keunggulan yap! lainnya adalah kenyamanan penggunaan aplikasi dengan sistem keamanan yang andal, dengan dua tingkat keamanan. Pada saat login aplikasi menggunakan password dan bertransaksi menggunakan Personal Identification Number (PIN) sesuai sumber dana yang digunakan (kartu kredit BNI, kartu debit BNI, atau UnikQu).

Tag: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Yap!, Yessy Kurnia

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5783.798 -32.792 599
2 Agriculture 1584.193 -7.884 20
3 Mining 1965.865 -31.513 46
4 Basic Industry and Chemicals 782.004 7.938 70
5 Miscellanous Industry 1220.194 17.296 45
6 Consumer Goods 2331.314 16.429 46
7 Cons., Property & Real Estate 433.212 -4.440 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 998.106 -18.088 70
9 Finance 1041.203 -17.449 91
10 Trade & Service 831.450 -1.637 144
No Code Prev Close Change %
1 ANDI 200 340 140 70.00
2 MDIA 157 210 53 33.76
3 CANI 154 197 43 27.92
4 BGTG 77 93 16 20.78
5 FILM 935 1,100 165 17.65
6 TIRA 127 149 22 17.32
7 BBHI 155 180 25 16.13
8 GLOB 172 198 26 15.12
9 AGRS 228 260 32 14.04
10 PALM 302 344 42 13.91
No Code Prev Close Change %
1 PNSE 1,275 960 -315 -24.71
2 ABMM 2,170 1,820 -350 -16.13
3 JPRS 248 214 -34 -13.71
4 ERTX 138 121 -17 -12.32
5 SKYB 372 330 -42 -11.29
6 CNTX 670 600 -70 -10.45
7 TALF 320 292 -28 -8.75
8 MAPA 3,670 3,350 -320 -8.72
9 AMIN 348 318 -30 -8.62
10 PSDN 280 256 -24 -8.57
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,210 3,050 -160 -4.98
2 PTBA 4,030 4,120 90 2.23
3 FILM 935 1,100 165 17.65
4 TLKM 3,430 3,350 -80 -2.33
5 BGTG 77 93 16 20.78
6 ADRO 1,855 1,780 -75 -4.04
7 UNTR 34,000 33,400 -600 -1.76
8 BBNI 7,375 7,075 -300 -4.07
9 LSIP 1,325 1,320 -5 -0.38
10 BBCA 23,450 23,375 -75 -0.32

Recommended Reading

Kamis, 16/08/2018 17:17 WIB

Pemerintah Targetkan Defisit APBN 2019 1,8%

Kamis, 16/08/2018 11:00 WIB

"Startup Ramping" Versi Eric Ries

Rabu, 15/08/2018 18:33 WIB

Triwulan II-2018, Rupiah Melemah 3,94%

Rabu, 15/08/2018 18:16 WIB

IHSG Diramal Bakal Menguat Lagi, Kenapa?