Portal Berita Ekonomi Kamis, 24 Mei 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:48 WIB. CPIN - Charoen Pokphand menargetkan laba bersih melampaui Rp3 triliun pada tahun ini.
  • 06:47 WIB. BBLD - Buana Finance mencatatkan penurunan penyaluran pembiayaan baru sebesar 34,8% pada kuartal I-2018.
  • 06:46 WIB. BBRI - BRI mengundur rencana pembukaan kantor cabang di Hong Kong yang dijadwalkan awal tahun ini.
  • 06:44 WIB. TPMA - Trans Power Marine berencana menerbitkan MTN hingga Rp200 miliar untuk mendanai pembelian sejumlah kapal.
  • 06:40 WIB. Wings Air - Wings Air akan membuka penerbangan baru dengan rute Surabaya-Pangkalan Bun PP.
  • 06:28 WIB. IHSG - Indosurya Bersinar Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 5.703-5.936 pada hari ini.
  • 04:48 WIB. New York - The dollar was last up 0.56 percent at 106.80 yen on Wednesday (23/5).
  • 04:47 WIB. New York - U.S. crude lost 85 cents to $71.35 a barrel on Wednesday (23/5).
  • 04:46 WIB. London - As of 10:46 a.m. EDT (1446 GMT), Brent was down $1.17 a barrel at $78.40 on Wednesday (23/5).
  • 04:45 WIB. New York - The tech-heavy Nasdaq jumped 47.50 points (0.64 per cent), finishing at 7,425.96 on Wednesday (23/5).
  • 04:44 WIB. New York - The broader S&P 500 added 8.85 points (0.32 per cent), settling at 2,733.29 on Wednesday (23/5).
  • 04:43 WIB. New York - The Dow gaining 52.40 points (0.21 per cent) to close at 24,886.81 on Wednesday (23/5).
  • 21:23 WIB. Arsenal - Arsenal resmi rekrut Unai Emery sebagai pelatih pengganti Arsene Wenger.
  • 20:39 WIB. PLN - PLN nyatakan ada empat negara yang tertarik membeli obligasinya meski belum diterbitkan
  • 20:38 WIB. BUMN - Pembentukan holding asuransi BUMN diharapkan rampung pada semester II.

Kuartal I 2018, BNI Salurkan Kredit Rp439,46 Triliun

Foto Berita Kuartal I 2018, BNI Salurkan Kredit Rp439,46 Triliun
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membukukan penyaluran kredit pada kuartal I 2018 sebesar Rp439,46 triliun, tumbuh 10,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp396,52 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit di industri perbankan nasional yang sebesar 8,2% per Februari 2018.

Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo dalam konferensi pers Paparan Kinerja BNI Kuartal Pertama Tahun 2018 di Jakarta, Senin (23/4/2018), mengatakan, kredit tersebut dikontribusikan oleh kredit korporasi sebesar Rp216,09 triliun atau tumbuh 10,9% (yoy).

"Sementara untuk kredit segmen menengah dijaga dengan pertumbuhan konservatif yaitu 5,8% (yoy) sebesar Rp3,66 triliun. Kredit segmen kecil juga mencatatkan pertumbuhan yang baik yaitu 13,4% (yoy) atau sebesar Rp57,73 triliun," ujar Anggoro.

Dia bilang, dalam menjaga pertumbuhan kredit korporasi, BNI menerapkan kebijakan penyaluran kredit antara lain pemberian kredit kepada high quality corporates, baik BUMN maupun perusahaan swasta utama (Major Player Private Corporates).

"BNI juga hanya memberikan pembiayaan pada corporates cash flow generator, antara lain dengan memberikan pinjaman kepada operating company, bukan hanya kepada holding company. Selain itu, BNI selalu mengupayakan perbaikan proses pemberian kredit dengan semakin memperkuat kemampuan para industry specialist," jelasnya.

Secara sektoral, pinjaman dari sektor infrastruktur masih menjadi salah satu prioritas BNI dalam menumbuhkan pinjaman pada segmen Korporasi, di mana pada kuartal I 2018, kredit infrastruktur tumbuh 15,3% (yoy).

"Kredit sektor infrastruktur didominasi oleh pembiayaan proyek-proyek konstruksi dan jalan tol," katanya.

Adapun pada sektor kredit menengah, BNI mengupayakan strategi pertumbuhan yang selektif dan berkualitas melalui beberapa langkah inisiatif strategi seperti supply chain financing, yaitu pemberian pembiayaan kepada debitur menengah yang mempunyai keterkaitan bisnis dengan nasabah korporasi BNI.

"Pembiayaan juga mempertimbangkan pada sektor yang merupakan competitive advantage daerah di mana nasabah menengah melakukan operasional usahanya," ucap Anggoro.

Sementara untuk menjaga kualitas kredit dan ekspansi bisnis di segmen kredit kecil, BNI menerapkan beberapa strategi antara lain pemberian kewenangan memutus kredit kepada cabang yang diiringi dengan peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia di bidang perkreditan. Saat ini, BNI telah memiliki sekitar 265 kantor cabang yang mempunyai kewenangan memutus kredit kecil.

Pada segmen konsumer, payroll loan masih tetap menjadi prioritas BNI. Pada kuartal I 2018, payroll loan mencatatkan pertumbuhan sebesar 45,4% (yoy) yaitu dari Rp13,12 triliun pada kuartal I 2017 menjadi Rp19,07 triliun pada kuartal I 2018. Pada kuartal I 2018, kartu kredit dan kredit kepemilikan rumah serta apartemen atau BNI Griya juga mencatatkan pertumbuhan yang membaik, yaitu masing-masing sebesar 8,2% dan 4,2% (yoy).

Kredit BNI tidak hanya tumbuh, melainkan juga semakin berkualitas. Hal itu ditandai oleh membaiknya rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang mengalami penurunan dari 3,0% pada kuartal I 2017 menjadi 2,3% pada kuartal I 2018.

Karena perbaikan kualitas kredit tersebut, BNI mampu menjaga credit cost relatif stabil pada posisi 1,7%. Sementara itu, coverage ratio juga mengalami perbaikan dari 147,1% pada kuartal I 2017 menjadi 148,0% pada kuartal I 2018.

"Rasio Loan to Deposit (LDR) BNI berada pada level 90,1% sehingga masih cukup untuk mendukung pertumbuhan kredit BNI," tutur Anggoro.  

Adapun untuk mendukung ekspansi kredit, pada kuartal I 2018 BNI berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) senilai Rp492,90 triliun atau meningkat sebesar 10,8%. BNI juga mampu meningkatkan penghimpunan dana murah yang ditandai oleh meningkatnya rasio CASA dari sebelumnya 58,5% pada kuartal I 2017 menjadi 62,4% pada kuartal I 2018. Perbaikan rasio ini didorong oleh perubahan komposisi Dana Pihak Ketiga sesuai dengan strategi BNI yang fokus ekspansi pada dana murah. 

Pada saat yang sama, BNI juga mampu menekan cost of fund dari sebelumnya berada pada level 3,0% menjadi 2,8%. Hal ini dicapai dengan menurunkan tingkat bunga deposito BNI pada awal 2018 sebesar 25 hingga 75 basis point.

"Keberhasilan dalam upaya ini dapat dibuktikan dengan penambahan jumlah rekening sebesar kurang lebih 12,7 juta dari 24,9 juta rekening pada kuartal I 2017 menjadi 37,6 juta rekening pada kuartal I 2018," tutupnya.

Tag: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Anggoro Eko Cahyo

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5792.001 40.882 583
2 Agriculture 1535.455 -1.518 19
3 Mining 1826.152 -60.596 44
4 Basic Industry and Chemicals 773.502 8.204 69
5 Miscellanous Industry 1221.802 7.436 44
6 Consumer Goods 2391.534 26.824 45
7 Cons., Property & Real Estate 449.816 2.092 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 991.370 -2.721 65
9 Finance 1014.559 18.865 92
10 Trade & Service 896.251 0.590 140
No Code Prev Close Change %
1 TRUK 230 344 114 49.57
2 FORZ 500 590 90 18.00
3 FISH 2,300 2,600 300 13.04
4 INRU 865 970 105 12.14
5 KBLV 470 520 50 10.64
6 BCIP 107 118 11 10.28
7 NIPS 380 416 36 9.47
8 CNTX 600 650 50 8.33
9 INCF 144 156 12 8.33
10 ERAA 2,370 2,560 190 8.02
No Code Prev Close Change %
1 APII 220 165 -55 -25.00
2 SAFE 210 158 -52 -24.76
3 TIRA 210 162 -48 -22.86
4 BYAN 10,900 8,750 -2,150 -19.72
5 BSIM 615 520 -95 -15.45
6 FREN 132 112 -20 -15.15
7 CSIS 1,940 1,715 -225 -11.60
8 RODA 322 292 -30 -9.32
9 ATIC 790 720 -70 -8.86
10 DEFI 1,195 1,090 -105 -8.79
No Code Prev Close Change %
1 INPC 85 84 -1 -1.18
2 BBRI 2,720 2,880 160 5.88
3 KREN 670 690 20 2.99
4 FREN 132 112 -20 -15.15
5 TLKM 3,470 3,470 0 0.00
6 ADRO 1,930 1,825 -105 -5.44
7 INKP 14,575 15,000 425 2.92
8 MITI 136 129 -7 -5.15
9 BBNI 7,125 7,200 75 1.05
10 EXCL 2,020 2,160 140 6.93