Portal Berita Ekonomi Rabu, 12 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:38 WIB. BRI - BRI menggelar program inkubator 2018 untuk mendorong para pelaku UKM mengekspor produk.
  • 21:35 WIB. PLN - PLTD milik PLN bisa menggunakan minyak sawit sebagai bahan bakarnya.
  • 21:35 WIB. BBM - Penurunan harga BBM nonsubsidi dimungkinkan menyusul penurunan harga minyak dunia.
  • 21:35 WIB. BBM - Kementerian ESDM akan memanggil Pertamina apabila sampai Januari 2019, Pertamina belum menurunkan harga.
  • 21:34 WIB. BBM - Dirjen Migas mengatakan harga BBM nonsubsidi akan mengalami penurunan paling lambat Januari 2019.
  • 21:34 WIB. Garuda - Garuda akan mengoperasikan 7 rute penerbangan dari dan ke Bandara Halim mulai 15 Januari 2019.
  • 20:41 WIB. PPro - PP Properti merilis tower 1 di Grand Sagara, Surabaya.
  • 20:40 WIB. BNI - BNI memproyeksi pertumbuhan kredit korporasi 12%-13% pada tahun depan.
  • 20:13 WIB. Mandiri Syariah - Mandiri Syariah menyediakan produk hedging syariah.
  • 20:12 WIB. HIN - Pada 2018 ini rata-rata okupansi hotel yang dikelola HIN mencapai 73%.
  • 20:11 WIB. HIN - HIN mematok target akan mengelola 100 hotel hingga 2021.
  • 20:11 WIB. TCash - TCash menjadi salah satu uang elektronik yang mendukung uji coba digitalisasi penyaluran pembiayaan Kredit UMi.
  • 20:09 WIB. IndiHome - Telkom memastikan di penghujung tahun 2018 telah mencatatkan 5 juta pelanggan IndiHome.
  • 18:53 WIB. Brexit - PM Inggris kunjungi Jerman untuk bahas krisis Brexit.
  • 18:53 WIB. Pakistan - Indonesia gencarkan diversifikasi produk impor ke Pakistan.

BI Diminta Naikkan Suku Bunga untuk Tahan Pelemahan Rupiah

Foto Berita BI Diminta Naikkan Suku Bunga untuk Tahan Pelemahan Rupiah
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Kartika Wirjoatmodjo menilai Bank Indonesia (BI) harus merespons rencana kenaikan suku bunga AS Fed Fund Rate (FFR) yang lebih cepat pada tahun ini sebanyak 3-4 kali. Hal ini untuk mengurangi dampak ekonomi global yang terus menekan nilai tukar rupiah.

Untuk diketahui, Bank Sentral AS The Federal Reserve (The FED) diyakini akan melanjutkan kembali kenaikan FFR pada Juni mendatang setelah sebelumnya naik 25 basis poin di Maret 2018. Dengan demikian, saat ini FFR berada pada kisaran 1,5 hingga 1,75 persen.

Kartika mengatakan, BI Indonesia harus merespons hal tersebut dengan melakukan penyesuaian suku bunga acuannya BI-7day Reverse Repo Rate (BI-7day RR Rate) yang saat ini masih berada di level 4,25%.

"Jadi, kami melihat FFR naik ini kan. Nah, yang ekspetasinya apakah BI akan mengikuti kenaikan FFR? Menurut kami, dalam suatu kuarter ke depan, BI harus merespons dengan kenaikan suku bunga," ujar Kartika di Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Dia mengatakan, BI tak perlu khawatir bila perbankan ikut melakukan kenaikan suku bunga kredit dan deposito apabila bank sentral menaikkan suku bunga acuannya. Hal ini lantaran permintaan kredit perbankan masih lemah sehingga bank tidak serta-merta melakukan penyesuaian kenaikan suku bunga acuan BI. 

"Jadi, harus dalam jangka menengah BI harus merespons dengan meyesuaikan suku bunga," ungkap Tiko, sapaan akrab Kartika.

Menurutnya, jika BI tidak menaikkan suku bunga dalam jangka menengah dikhawatirkan arus modal keluar dari pasar keuangan Indonesia bisa semakin besar. Investor juga akan lebih tertarik pada imbal hasil obligasi pemerintah di negara-negara yang menaikkan suku bunganya seperti di Amerika Serikat, yakni Treasury Bill, ketimbang Indonesia.

"Kekhawatiran kami lebih ke kondisi pasar. Jika terkait kinerja bank, belum terpengaruh karena sebagian besar debitur sudah melakukan lindung nilai," kata Tiko.

Data JISDOR BI menyebutkan nilai tukar rupiah pada hari ini, Selasa (24/4/2018), berada di level Rp13.900 per dolar AS. Posisi ini jauh lebih lemah ketimbang Jumat (20/4/2018) kemarin yang berada pada Rp13.804 per dolar AS.

Tag: Bank Indonesia (BI), Suku Bunga, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Kartika Wirjoatmodjo

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6076.587 -34.773 620
2 Agriculture 1506.543 8.473 20
3 Mining 1747.761 9.817 47
4 Basic Industry and Chemicals 820.676 -23.288 71
5 Miscellanous Industry 1382.059 4.150 45
6 Consumer Goods 2483.389 -20.063 49
7 Cons., Property & Real Estate 444.822 -4.105 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1031.916 -11.848 71
9 Finance 1162.012 -1.035 91
10 Trade & Service 790.383 -0.185 153
No Code Prev Close Change %
1 SOTS 280 350 70 25.00
2 DEAL 394 492 98 24.87
3 OASA 246 298 52 21.14
4 TFCO 650 780 130 20.00
5 MERK 6,475 7,725 1,250 19.31
6 KPAS 505 600 95 18.81
7 RODA 388 450 62 15.98
8 PTSN 805 920 115 14.29
9 PDES 1,500 1,700 200 13.33
10 ARTA 406 458 52 12.81
No Code Prev Close Change %
1 TRIO 290 220 -70 -24.14
2 YPAS 725 570 -155 -21.38
3 NUSA 158 136 -22 -13.92
4 RIMO 186 162 -24 -12.90
5 LUCK 705 615 -90 -12.77
6 MPOW 120 105 -15 -12.50
7 KPAL 338 300 -38 -11.24
8 CPIN 7,000 6,300 -700 -10.00
9 SILO 3,850 3,500 -350 -9.09
10 LPIN 950 865 -85 -8.95
No Code Prev Close Change %
1 RIMO 186 162 -24 -12.90
2 SRIL 366 370 4 1.09
3 KPAS 505 600 95 18.81
4 NUSA 158 136 -22 -13.92
5 PTBA 4,020 4,280 260 6.47
6 TLKM 3,680 3,620 -60 -1.63
7 WSKT 1,845 1,795 -50 -2.71
8 BHIT 57 60 3 5.26
9 BBRI 3,610 3,620 10 0.28
10 DEAL 394 492 98 24.87