Portal Berita Ekonomi Kamis, 24 Mei 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 04:48 WIB. New York - The dollar was last up 0.56 percent at 106.80 yen on Wednesday (23/5).
  • 04:47 WIB. New York - U.S. crude lost 85 cents to $71.35 a barrel on Wednesday (23/5).
  • 04:46 WIB. London - As of 10:46 a.m. EDT (1446 GMT), Brent was down $1.17 a barrel at $78.40 on Wednesday (23/5).
  • 04:45 WIB. New York - The tech-heavy Nasdaq jumped 47.50 points (0.64 per cent), finishing at 7,425.96 on Wednesday (23/5).
  • 04:44 WIB. New York - The broader S&P 500 added 8.85 points (0.32 per cent), settling at 2,733.29 on Wednesday (23/5).
  • 04:43 WIB. New York - The Dow gaining 52.40 points (0.21 per cent) to close at 24,886.81 on Wednesday (23/5).
  • 21:23 WIB. Arsenal - Arsenal resmi rekrut Unai Emery sebagai pelatih pengganti Arsene Wenger.
  • 20:39 WIB. PLN - PLN nyatakan ada empat negara yang tertarik membeli obligasinya meski belum diterbitkan
  • 20:38 WIB. BUMN - Pembentukan holding asuransi BUMN diharapkan rampung pada semester II.
  • 20:38 WIB. Bank Mandiri - Bank Mandiri bidik pertumbuhan kredit sebesar 10-11% pada tahun ini.
  • 20:37 WIB. Bank Mandiri - Bank Mandiri siapkan uang tunai Rp50 triliun untuk libur Lebaran 2018.
  • 20:37 WIB. PLN - PLN tunda penerbitan global bond pada bulan ini akibat pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
  • 20:36 WIB. Bank Mandiri - Bank Mandiri yakin dapat tutup kerugian dari kasus pembobolan kredit TAB senilai Rp1,8 triliun.
  • 20:36 WIB. BRI - Layanan BRI selama 12 hari masa libur Lebaran tetap berjalan di 263 kantor cabang.
  • 20:35 WIB. Bank Mandiri - Dirut Bank Mandiri dorong BI agresif naikkan suku bunga.

Dolar AS Semakin Perkasa, Astra Bakal Lakukan Ini

Foto Berita Dolar AS Semakin Perkasa, Astra Bakal Lakukan Ini
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Anak-anak usaha PT Astra International Tbk di sektor otomotif bakal melakukan lokalisasi terhadap produk-produknya. Hal ini dilakukan untuk menyiasati nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang belakangan ini terus-menerus tak berdaya akibat dari indeks dolar yang makin perkasa.

Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto mengatakan bahwa pihaknya bakal belajar dari krisis tahun 1998 lalu dan pertengahan tahun 2000-an. Ketika itu perseroan menggunakan strategi lokalisasi produk tersebut. 

"Ini membantu pelemahan rupiah ke dolar AS. Banyak yang bertanya apa yang masih tersisa untuk Astra adalah barang-barang yang lokal konten. Kita beruntung lakukan lokalisasi sehingga sekarang ini utilisasi factory Astra beruntung punya Daihatsu hampir dipakai semua," katanya di Jakarta, Rabu (24/4/2018).

Menurutnya, permasalahan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tak hanya menhinggapi Indonesia saja, tapi juga seluruh dunia. Hal tersebut merupakan imbas dari sentimen AS yang menyebabkan indeks dolar terus menguat.

"Evaluasi dari Rp12.000 hingga Rp 14.000 (per dolar AS) atau Rp9.000-Rp10.000 itu karena quantitative easing. Tapi, kalau Rp9.000-Rp10.000 enggak normal. Semua dunia tergantung dari quantitative easing di AS. Kalau melihat rupiah melemah, harus lihat di negara-negara lain juga melemah," jelasnya. 

Sekadar informasi, anak usaha Astra Group di sektor bisnis otomotif pada kuartal I 2018 mengalami penurunan sebesar 8% menjadi Rp2,1 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara untuk PT Astra Otoparts Tbk yang merupakan bisnis komponen grup mencatat penurunan laba bersih sebesar 1% menjadi Rp146 miliar meski terdapat kenaikan pendapatan sebesar 11%.

Tag: PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto, Dolar Amerika Serikat (AS), Rupiah

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5792.001 40.882 583
2 Agriculture 1535.455 -1.518 19
3 Mining 1826.152 -60.596 44
4 Basic Industry and Chemicals 773.502 8.204 69
5 Miscellanous Industry 1221.802 7.436 44
6 Consumer Goods 2391.534 26.824 45
7 Cons., Property & Real Estate 449.816 2.092 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 991.370 -2.721 65
9 Finance 1014.559 18.865 92
10 Trade & Service 896.251 0.590 140
No Code Prev Close Change %
1 TRUK 230 344 114 49.57
2 FORZ 500 590 90 18.00
3 FISH 2,300 2,600 300 13.04
4 INRU 865 970 105 12.14
5 KBLV 470 520 50 10.64
6 BCIP 107 118 11 10.28
7 NIPS 380 416 36 9.47
8 CNTX 600 650 50 8.33
9 INCF 144 156 12 8.33
10 ERAA 2,370 2,560 190 8.02
No Code Prev Close Change %
1 APII 220 165 -55 -25.00
2 SAFE 210 158 -52 -24.76
3 TIRA 210 162 -48 -22.86
4 BYAN 10,900 8,750 -2,150 -19.72
5 BSIM 615 520 -95 -15.45
6 FREN 132 112 -20 -15.15
7 CSIS 1,940 1,715 -225 -11.60
8 RODA 322 292 -30 -9.32
9 ATIC 790 720 -70 -8.86
10 DEFI 1,195 1,090 -105 -8.79
No Code Prev Close Change %
1 INPC 85 84 -1 -1.18
2 BBRI 2,720 2,880 160 5.88
3 KREN 670 690 20 2.99
4 FREN 132 112 -20 -15.15
5 TLKM 3,470 3,470 0 0.00
6 ADRO 1,930 1,825 -105 -5.44
7 INKP 14,575 15,000 425 2.92
8 MITI 136 129 -7 -5.15
9 BBNI 7,125 7,200 75 1.05
10 EXCL 2,020 2,160 140 6.93