Portal Berita Ekonomi Senin, 21 Mei 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:33 WIB. Dolar - Dolar naik ke level tertinggi lima bulan karena euro jatuh di tengah kekhawatiran Italia.
  • 05:32 WIB. Minyak - Minyak mentah AS turun 21 sen, menetap di $71,28 per barel.
  • 05:29 WIB. Bosnia - Pemimpin Bosnia puji hubungan ekonomi Turki-Bosnia.
  • 05:28 WIB. Saudi - Arab Saudi bebaskan 1.000 warga Ethiopia dari penjara.
  • 05:27 WIB. Iran - Eropa, China dan Rusia bahas kesepakatan baru untuk Iran.
  • 05:26 WIB. Ekonomi - Prancis tidak akan biarkan AS jadi 'polisi' ekonomi.
  • 05:25 WIB. Anwar Ibrahim - Anwar Ibrahim: jangan pandang bulu berantas korupsi.
  • 05:24 WIB. Myanmar - AS desak Myanmar ambil langkah jamin hak Muslim Rohingya.
  • 05:23 WIB. Bom - Thailand Selatan kembali diguncang serangan bom.
  • 05:21 WIB. Palestina - Dubes Palestina: kepercayaan kepada AS berakhir.
  • 05:21 WIB. Palestina - Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dilarikan ke rumah sakit.
  • 05:19 WIB. Mahathir - Anwar Ibrahim bantah dekat dengan Mahathir untuk politik.
  • 18:16 WIB. Pegadaian - Menjelang Lebaran, Pegadaian layani penukaran uang baru.

Anda Milenial dan Kesulitan Punya Rumah? Ini Solusinya

Foto Berita Anda Milenial dan Kesulitan Punya Rumah? Ini Solusinya
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Stigma bahwa generasi milenial enggan membeli properti kian berkembang akhir-akhir ini. Melihat kondisi itu, Kadin Indonesia mengadakan acara Ngobrol Properti (NGOPI) bertajuk “Kapan Beli Properti” untuk memberikan solusi atas problematika tersebut.

Menurut Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani, saat ini adalah waktu yang tepat bagi generasi milenial untuk membeli properti, termasuk rumah. Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang di atas 5% memberikan harapan pada pasar properti untuk terus tumbuh.

"Hal tersebut dapat dimanfaatkan oleh pengembang bisnis properti untuk semakin cermat dalam melihat peluang dan membaca permintaan pasar, khususnya generasi milenial yang biasanya menginginkan friendly, flexibility payment, dan affordable,” ujar Rosan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Bank-bank pemberi kredit perumahan harus membuka diri agar bisa diakses oleh generasi milenial karena kemampuan generasi ini dalam membeli properti maksimal Rp1 miliar, yang 17% di antaranya baru mampu membeli rumah dengan harga di atas Rp300 juta. Hal ini karena rata-rata penghasilan mereka sebesar Rp3-6 juta, sedangkan untuk membeli rumah seharga Rp300 juta, dibutuhkan income minimal Rp7,5 juta per bulan

“Diharapkan masalah generasi milenial ini bisa diakomodir oleh pemerintah sehingga bisa diterbitkan kebijakan yang mendukung generasi milenial untuk bisa memiliki properti,” kata Rosan.

Hal ini sejalan dengan hasil survei BI 2017 bahwa faktor-faktor yang menjadi penghambat pertumbuhan bisnis properti itu adalah bunga KPR (20,36%), persyaratan uang muka (16,57%), pajak (16,13%), perizinan (14,45%), serta kenaikan harga bahan bangunan (11,68%), di mana lebih dari 76% konsumen masih mengandalkan kredit bank (KPR/KPA) untuk membeli rumah.

Direktur Consumer Banking PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Budi Satria, saat ini, banyak bank dan perusahaan pembiayaan (multifinance) menawarkan program KPR dengan kemudahan, seperti bunga tetap selama hingga 5 tahun, tenor yang relatif panjang hingga 20 tahun, dan cicilan uang muka. Solusi lain yang diberikan oleh Bank BTN adalah memberikan fasilitas bagi konsumen untuk memberikan pilihan properti dalam satu portal, yaitu www.btnproperti.co.id.

“Memiliki suatu properti pada prinsipnya adalah lebih cepat lebih baik karena harga properti memiliki tren kenaikan yang konsisten. Malah, kenaikan harga properti lebih cepat dan tinggi dibandingkan dengan kanikan gaji seorang karwayan setiap tahunnya,” ujar Budi.

Generasi milenial juga mengeluhkan kesulitan untuk mengumpulkan uang muka KPR mengingat harga properti yang terus meningkat. Menurut kalangan pengembang properti, masalah ini sebenarnya bisa disiasati oleh generasi milenial.

Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, menjelaskan bahwa Summarecon punya segmen produk yang sangat luas, mulai dari high end, middle, sampai produk yang terjangkau dan pembelinya bisa investor atau end user.  Summarecon juga punya banyak alternatif cara bayar, yang sesuai dengan kemampuan daya beli kaum milenial. Produk-produkya juga sangat sesuai dengan tuntutan lifestyle kaum milenial yang simple, compact, dan modern.

"Apalagi, produk kami didukung fasilitas kawasan seperti shopping mall yang sangat cocok dengan kehidupan para milenial,” kata Adrianto.

CEO Strategic Development & Services Sinar Mas Land, Ishak Chandra, mengatakan bahwa generasi milenial dapat memanfaatkan beragam variasi produk dan pembiayaan yang ditawarkan pengembang. Menurutnya, saat ini yang perlu dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan di sektor properti adalah memberikan edukasi kepada generasi milenial bahwa ketika mereka memiliki keluarga, mereka akan membutuhkan rumah. Jadi, mereka harus mulai menabung dari sekarang.

“Tinggal bagaimana generasi milenial mampu mengatur keuangannya agar sesuai dengan produk properti yang dikehendaki. Mengatur keuangan harus dilakukan sejak dini dengan mengurangi pola konsumsi yang tidak terlalu penting dan mengalihkannya untuk ditabung secara rutin,” kata Ishak.

Selain itu, generasi milenial juga dimudahkan dalam pembiayaan properti seiring pesatnya perkembangan teknologi. Komisaris Gradana, Freenyan Liwang, menjelaskan Gradana sendiri lahir dari keprihatinan atas masalah ini. Gradana memiliki konsep untuk memudahkan dan meningkatkan daya jangkau bagi masyarakat, khususnya kaum milenial.

“Kami hadir dengan dua jenis produk pembiayaan, yaitu GraDP untuk pembiayaan down payment dan GraSewa bagi mereka yang belum siap atau lebih menginginkan untuk menyewa dahulu untuk pembiayaan talangan sewa,” kata Frenyan.

Country Manager Rumah.com, Marine Novita, menambahkan berdasarkan hasil survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1-2018, sebanyak 63% responden mengaku berencana membeli rumah dalam enam bulan ke depan. Dari total responden yang optimistis membeli rumah, sebesar 44% berasal dari kelompok usia 21-29 tahun, atau milenial muda. Sementara 35% lainnya berasal dari milenial tua, kelompok usia 30-39 tahun.

Hasil survei tersebut menunjukkan kesadaran generasi milenial untuk memiliki hunian sendiri sudah cukup tinggi. Namun, masih ada kendala di antaranya adalah uang muka, meskipun pemerintah telah menurunkan besaran uang muka hingga tinggal 15% untuk pembelian rumah pertama dan para pengembang banyak memberikan promo.

“Untuk itu, mereka perlu diberikan advokasi ataupun panduan langkah-langkah proses pembelian rumah yang benar maupun cara menemukan hunian idaman yang tepat,” ujar Marine.

Tag: Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Rosan P. Roeslani, Budi Satria, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Adrianto P. Adhi, PT Summarecon Agung Tbk, Sinar Mas Land, Ishak Chandra, Freenyan Liwang, Gradana.co.id, Marine Novita, Rumah.com, Properti, Generasi Milenial

Penulis/Editor: Ratih Rahayu

Foto: Kementerian PUPR

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5783.310 -32.610 581
2 Agriculture 1509.924 27.738 19
3 Mining 1886.820 30.537 44
4 Basic Industry and Chemicals 762.354 -4.210 69
5 Miscellanous Industry 1153.067 -29.165 44
6 Consumer Goods 2379.810 -13.317 45
7 Cons., Property & Real Estate 449.733 -5.782 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1000.487 -1.619 64
9 Finance 1018.608 -8.771 92
10 Trade & Service 896.957 -3.868 139
No Code Prev Close Change %
1 DSSA 11,900 14,275 2,375 19.96
2 MTWI 107 127 20 18.69
3 SKYB 400 470 70 17.50
4 MDKI 370 412 42 11.35
5 ESSA 248 276 28 11.29
6 MITI 77 84 7 9.09
7 PGLI 185 200 15 8.11
8 MPOW 175 188 13 7.43
9 ERAA 2,010 2,150 140 6.97
10 META 178 190 12 6.74
No Code Prev Close Change %
1 FORZ 444 334 -110 -24.77
2 KOIN 290 230 -60 -20.69
3 NIPS 430 380 -50 -11.63
4 SKBM 488 432 -56 -11.48
5 INDR 3,890 3,450 -440 -11.31
6 SAFE 278 250 -28 -10.07
7 PUDP 500 450 -50 -10.00
8 DNAR 310 282 -28 -9.03
9 GTBO 260 238 -22 -8.46
10 KICI 210 194 -16 -7.62
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,990 2,940 -50 -1.67
2 ADRO 1,880 1,905 25 1.33
3 BBCA 22,000 21,700 -300 -1.36
4 TAXI 122 127 5 4.10
5 MNCN 1,300 1,290 -10 -0.77
6 PGAS 1,905 1,980 75 3.94
7 TLKM 3,490 3,490 0 0.00
8 ASII 6,725 6,525 -200 -2.97
9 PTBA 3,550 3,690 140 3.94
10 ERAA 2,010 2,150 140 6.97