Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup menguat 0,69% ke level 6.098,97 di akhir sesi II.
  • 14:51 WIB. OJK - Mantan ketua DK OJK dimintai keterangan KPK soal kasus Bank Century.
  • 14:51 WIB. Pupuk - Pupuk Indonesia siapkan stok pupuk subsidi sebesar 1,32 juta ton.
  • 14:48 WIB. Obligasi - Tridomain akan rilis obligasi Rp400 miliar.
  • 14:47 WIB. Capex - Atlas Resources siapkan capex 2019 sebesar US$16,2 juta.
  • 14:46 WIB. Dividen - Panca Budi Idaman bagi dividen Rp93,73 miliar. 
  • 14:45 WIB. Startup - CIMB Niaga siapkan Rp300 miliar untuk beri kredit ke startup. 
  • 14:44 WIB. Lebaran - Mendag pastikan harga dan stok bahan pokok jelang lebaran aman.
  • 14:44 WIB. Produksi - Atlas Resources bidik produksi sebesar 1,7 juta ton.
  • 14:36 WIB. THR - Ternyata, tak semua CPNS dapatkan THR.
  • 14:36 WIB. Mudik - Tiket pesawat mahal, pemudik beralih dengan kereta api.
  • 14:35 WIB. Manufaktur - Kemenperin optimistis momen lebaran dorong industri manufaktur.
  • 14:34 WIB. Pengusaha - Jokowi: infrastruktur merata, pengusaha harus bangun sentra ekonomi baru.
  • 14:33 WIB. Boeing - RI masih melarang Boeing 737 Max 8 mengudara.
  • 14:33 WIB. Tol - Tol Trans Jawa tersambung, Menhub antisipasi kemacetan di gerbang tol.

Anda Milenial dan Kesulitan Punya Rumah? Ini Solusinya

Anda Milenial dan Kesulitan Punya Rumah? Ini Solusinya - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Stigma bahwa generasi milenial enggan membeli properti kian berkembang akhir-akhir ini. Melihat kondisi itu, Kadin Indonesia mengadakan acara Ngobrol Properti (NGOPI) bertajuk “Kapan Beli Properti” untuk memberikan solusi atas problematika tersebut.

Menurut Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani, saat ini adalah waktu yang tepat bagi generasi milenial untuk membeli properti, termasuk rumah. Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang di atas 5% memberikan harapan pada pasar properti untuk terus tumbuh.

"Hal tersebut dapat dimanfaatkan oleh pengembang bisnis properti untuk semakin cermat dalam melihat peluang dan membaca permintaan pasar, khususnya generasi milenial yang biasanya menginginkan friendly, flexibility payment, dan affordable,” ujar Rosan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Bank-bank pemberi kredit perumahan harus membuka diri agar bisa diakses oleh generasi milenial karena kemampuan generasi ini dalam membeli properti maksimal Rp1 miliar, yang 17% di antaranya baru mampu membeli rumah dengan harga di atas Rp300 juta. Hal ini karena rata-rata penghasilan mereka sebesar Rp3-6 juta, sedangkan untuk membeli rumah seharga Rp300 juta, dibutuhkan income minimal Rp7,5 juta per bulan

“Diharapkan masalah generasi milenial ini bisa diakomodir oleh pemerintah sehingga bisa diterbitkan kebijakan yang mendukung generasi milenial untuk bisa memiliki properti,” kata Rosan.

Hal ini sejalan dengan hasil survei BI 2017 bahwa faktor-faktor yang menjadi penghambat pertumbuhan bisnis properti itu adalah bunga KPR (20,36%), persyaratan uang muka (16,57%), pajak (16,13%), perizinan (14,45%), serta kenaikan harga bahan bangunan (11,68%), di mana lebih dari 76% konsumen masih mengandalkan kredit bank (KPR/KPA) untuk membeli rumah.

Direktur Consumer Banking PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Budi Satria, saat ini, banyak bank dan perusahaan pembiayaan (multifinance) menawarkan program KPR dengan kemudahan, seperti bunga tetap selama hingga 5 tahun, tenor yang relatif panjang hingga 20 tahun, dan cicilan uang muka. Solusi lain yang diberikan oleh Bank BTN adalah memberikan fasilitas bagi konsumen untuk memberikan pilihan properti dalam satu portal, yaitu www.btnproperti.co.id.

“Memiliki suatu properti pada prinsipnya adalah lebih cepat lebih baik karena harga properti memiliki tren kenaikan yang konsisten. Malah, kenaikan harga properti lebih cepat dan tinggi dibandingkan dengan kanikan gaji seorang karwayan setiap tahunnya,” ujar Budi.

Generasi milenial juga mengeluhkan kesulitan untuk mengumpulkan uang muka KPR mengingat harga properti yang terus meningkat. Menurut kalangan pengembang properti, masalah ini sebenarnya bisa disiasati oleh generasi milenial.

Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, menjelaskan bahwa Summarecon punya segmen produk yang sangat luas, mulai dari high end, middle, sampai produk yang terjangkau dan pembelinya bisa investor atau end user.  Summarecon juga punya banyak alternatif cara bayar, yang sesuai dengan kemampuan daya beli kaum milenial. Produk-produkya juga sangat sesuai dengan tuntutan lifestyle kaum milenial yang simple, compact, dan modern.

"Apalagi, produk kami didukung fasilitas kawasan seperti shopping mall yang sangat cocok dengan kehidupan para milenial,” kata Adrianto.

CEO Strategic Development & Services Sinar Mas Land, Ishak Chandra, mengatakan bahwa generasi milenial dapat memanfaatkan beragam variasi produk dan pembiayaan yang ditawarkan pengembang. Menurutnya, saat ini yang perlu dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan di sektor properti adalah memberikan edukasi kepada generasi milenial bahwa ketika mereka memiliki keluarga, mereka akan membutuhkan rumah. Jadi, mereka harus mulai menabung dari sekarang.

“Tinggal bagaimana generasi milenial mampu mengatur keuangannya agar sesuai dengan produk properti yang dikehendaki. Mengatur keuangan harus dilakukan sejak dini dengan mengurangi pola konsumsi yang tidak terlalu penting dan mengalihkannya untuk ditabung secara rutin,” kata Ishak.

Selain itu, generasi milenial juga dimudahkan dalam pembiayaan properti seiring pesatnya perkembangan teknologi. Komisaris Gradana, Freenyan Liwang, menjelaskan Gradana sendiri lahir dari keprihatinan atas masalah ini. Gradana memiliki konsep untuk memudahkan dan meningkatkan daya jangkau bagi masyarakat, khususnya kaum milenial.

“Kami hadir dengan dua jenis produk pembiayaan, yaitu GraDP untuk pembiayaan down payment dan GraSewa bagi mereka yang belum siap atau lebih menginginkan untuk menyewa dahulu untuk pembiayaan talangan sewa,” kata Frenyan.

Country Manager Rumah.com, Marine Novita, menambahkan berdasarkan hasil survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1-2018, sebanyak 63% responden mengaku berencana membeli rumah dalam enam bulan ke depan. Dari total responden yang optimistis membeli rumah, sebesar 44% berasal dari kelompok usia 21-29 tahun, atau milenial muda. Sementara 35% lainnya berasal dari milenial tua, kelompok usia 30-39 tahun.

Hasil survei tersebut menunjukkan kesadaran generasi milenial untuk memiliki hunian sendiri sudah cukup tinggi. Namun, masih ada kendala di antaranya adalah uang muka, meskipun pemerintah telah menurunkan besaran uang muka hingga tinggal 15% untuk pembelian rumah pertama dan para pengembang banyak memberikan promo.

“Untuk itu, mereka perlu diberikan advokasi ataupun panduan langkah-langkah proses pembelian rumah yang benar maupun cara menemukan hunian idaman yang tepat,” ujar Marine.

Tag: Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Rosan P. Roeslani, Budi Satria, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Adrianto P Adhi, PT Summarecon Agung Tbk, Sinar Mas Land, Ishak Chandra, Freenyan Liwang, Gradana.co.id, Marine Novita, Rumah.com, Properti, Generasi Milenial

Penulis/Editor: Ratih Rahayu

Foto: Kementerian PUPR

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,849.05 3,809.73
British Pound GBP 1.00 18,377.71 18,192.91
China Yuan CNY 1.00 2,093.90 2,073.01
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,432.00 14,288.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,008.59 9,905.87
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,838.96 1,820.43
Dolar Singapura SGD 1.00 10,510.52 10,401.86
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,184.04 16,018.28
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,450.16 3,413.28
Yen Jepang JPY 100.00 13,185.93 13,050.79

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6098.974 41.621 633
2 Agriculture 1380.898 7.788 21
3 Mining 1647.453 9.738 47
4 Basic Industry and Chemicals 738.570 16.420 71
5 Miscellanous Industry 1245.762 -4.058 46
6 Consumer Goods 2391.149 -0.746 52
7 Cons., Property & Real Estate 452.653 6.206 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1136.078 15.732 74
9 Finance 1234.524 10.752 90
10 Trade & Service 789.160 -3.413 156
No Code Prev Close Change %
1 SULI 65 87 22 33.85
2 SKBM 376 460 84 22.34
3 KPAL 126 153 27 21.43
4 POLA 1,145 1,350 205 17.90
5 INRU 515 600 85 16.50
6 SOTS 268 310 42 15.67
7 PTSN 1,040 1,200 160 15.38
8 BELL 440 505 65 14.77
9 BKSW 165 189 24 14.55
10 GOLD 420 474 54 12.86
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 318 268 -50 -15.72
2 TAXI 59 50 -9 -15.25
3 ABMM 2,000 1,695 -305 -15.25
4 MPOW 124 107 -17 -13.71
5 TIRA 254 220 -34 -13.39
6 JAST 600 520 -80 -13.33
7 ASMI 875 775 -100 -11.43
8 EMTK 8,825 7,925 -900 -10.20
9 LUCK 1,325 1,190 -135 -10.19
10 POSA 294 266 -28 -9.52
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,055 1,085 30 2.84
2 BBRI 3,850 3,920 70 1.82
3 CPRI 71 74 3 4.23
4 TLKM 3,750 3,820 70 1.87
5 JPFA 1,425 1,485 60 4.21
6 JAYA 127 130 3 2.36
7 BCIP 79 82 3 3.80
8 BMRI 7,700 7,725 25 0.32
9 TRAM 116 127 11 9.48
10 BBCA 28,050 28,425 375 1.34