Portal Berita Ekonomi Jum'at, 17 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:00 WIB. HUT RI - Tamu undangan ramaikan halaman istana dengan baju adat.
  • 08:59 WIB. Defisit - Pemerintah diminta atasi defisit transaksi berjalan.
  • 08:58 WIB. Infrastruktur - PUPR: Perempuan harus terlibat pembangunan infrastruktur.
  • 07:29 WIB.

    New York - U.S. crude futures rose 44 cents to $65.45 on Thursday (16/8).

  • 07:28 WIB.

    London - Brent crude oil futures were up 43 cents at $71.19 a barrel by 11:35 a.m. EDT (1535 GMT) on Thursday (16/8).

  • 07:27 WIB.

    New York - The tech-rich Nasdaq Composite Index advanced 32.41 points (0.42 per cent) to 7,806.52 on Thursday (16/8).

  • 07:26 WIB.

    New York - The broad-based S&P 500 gained 22.32 points (0.79 per cent) to end at 2,840.69 on Thursday (16/8).

  • 07:25 WIB.

    New York - The Dow Jones Industrial Average rose 396.32 points (1.58 per cent) to finish the session at 25,558.73 on Thursday (16/8).

  • 06:39 WIB. NISP - Bank OCBC NISP mengatakan akan menaikkan bunga deposito dan kredit sejalan dengan kenaikan BI Rate.
  • 06:36 WIB. ASRI - Alam Sutera Realty menargetkan marketing sales sebesar Rp4 triliun pada 2018.
  • 06:34 WIB. ASRI - Alam Sutera Realty mencatat marketing sales sebesar Rp2,99 triliun sepanjang semester I-2018.
  • 06:31 WIB. WIKA - Wijaya Karya menargetkan kontrak luar negeri sebesar Rp4 triliun pada tahun 2018.
  • 06:30 WIB. WIKA - Wijaya Karya telah mengakumulasi kontrak luar negeri sebesar Rp1,4 triliun per Agustus 2018.
  • 06:28 WIB. WIKA - Wijaya Karya tengah membidik kontrak proyek bandara di Filipina.
  • 06:23 WIB. RSPO - RSPO mengadakan kompetisi Sustainable Financing Business Model bagi mahasiswa.

Distribusi Gas LPG 3 Kg di Kotim Dinilai Salah Sasaran

Foto Berita Distribusi Gas LPG 3 Kg di Kotim Dinilai Salah Sasaran
Warta Ekonomi.co.id, Sampit -

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Supriadi menilai distribusi gas LPG tiga kilogram yang dilakukan PT Pertamina di daerah itu salah sasaran.

"Saya katakan salah sasaran karena saat ini masyarakat miskin yang berhak menggunakan malah banyak yang kesulitan mendapatkan," katanya di Sampit, Sabtu (28/4/2018).

Selain barangnya sering langka, harga gas LPG tiga kg juga di atas rata-rata, yakni berkisar antara Rp30.000/tabung hingga Rp50.000/tabung.

"Terjadinya kelangkaan dan harga yang tinggi, hal itu terjadi karena pendistribusian gas LPG tiga kilogram tidak mengacu pada data penduduk miskin," katanya.

Supriadi minta agar PT Pertamina sebagai pihak yang mendiatribusikan harus segera mengavaluasi sistem penyalurannya.

Dengan adanya evaluasi diharapkan ada perbaikan sistem distribusi yang berdampak pada pemerataan sebaran gas LPG tiga kg.

"Penjualan gas LPG tiga kg secara bebas juga salah satu pemicu terjadinya harga tinggi," terangnya.

Pendistribusian gas LPG tiga kg diduga tidak merata dan hanya terfokus di wilayah perkotaan sehingga wilayah pelosok terabaikan. Kondisi itu juga telah memicu gas LPG tiga kg di pelosok langka dan harga yang tidak terkendali.

Supriadi menyarankan pihak PT Pertamina dalam mendistribusikan gas LPG tiga kg berkoordinasi dengan pemerintah daerah karena data penduduk miskin ada di pemerintah daerah.

"Sekarang menjelang bulan suci Ramadan tentunya kebutuhan gas LPG akan meningkat. Kita khawatir jika distribusi tidak dikendalikan akan terjadi aksi borong oleh oknum yang mencari keuntungan dari permasalahan ini dan masyarakat miskin tidak kebagian," ucapnya.

Sementara itu, Sri salah seorang warga Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur mengaku sudah tiga bulan terakhir sulit mendapatkan gas LPG tiga kg.

"Kalaupun ada, harganya mahal Rp35.000/tabung. Sekarang saya lebih sering menggunakan kayu bakar untuk masak karena gasnya habis," katanya. (FNH/Ant)

Tag: Liquefied Petroleum Gas (LPG), PT Pertamina (Persero)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Destyan Sujarwoko

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5783.798 -32.792 599
2 Agriculture 1584.193 -7.884 20
3 Mining 1965.865 -31.513 46
4 Basic Industry and Chemicals 782.004 7.938 70
5 Miscellanous Industry 1220.194 17.296 45
6 Consumer Goods 2331.314 16.429 46
7 Cons., Property & Real Estate 433.212 -4.440 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 998.106 -18.088 70
9 Finance 1041.203 -17.449 91
10 Trade & Service 831.450 -1.637 144
No Code Prev Close Change %
1 ANDI 200 340 140 70.00
2 MDIA 157 210 53 33.76
3 CANI 154 197 43 27.92
4 BGTG 77 93 16 20.78
5 FILM 935 1,100 165 17.65
6 TIRA 127 149 22 17.32
7 BBHI 155 180 25 16.13
8 GLOB 172 198 26 15.12
9 AGRS 228 260 32 14.04
10 PALM 302 344 42 13.91
No Code Prev Close Change %
1 PNSE 1,275 960 -315 -24.71
2 ABMM 2,170 1,820 -350 -16.13
3 JPRS 248 214 -34 -13.71
4 ERTX 138 121 -17 -12.32
5 SKYB 372 330 -42 -11.29
6 CNTX 670 600 -70 -10.45
7 TALF 320 292 -28 -8.75
8 MAPA 3,670 3,350 -320 -8.72
9 AMIN 348 318 -30 -8.62
10 PSDN 280 256 -24 -8.57
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,210 3,050 -160 -4.98
2 PTBA 4,030 4,120 90 2.23
3 FILM 935 1,100 165 17.65
4 TLKM 3,430 3,350 -80 -2.33
5 BGTG 77 93 16 20.78
6 ADRO 1,855 1,780 -75 -4.04
7 UNTR 34,000 33,400 -600 -1.76
8 BBNI 7,375 7,075 -300 -4.07
9 LSIP 1,325 1,320 -5 -0.38
10 BBCA 23,450 23,375 -75 -0.32

Recommended Reading

Kamis, 16/08/2018 17:17 WIB

Pemerintah Targetkan Defisit APBN 2019 1,8%

Kamis, 16/08/2018 11:00 WIB

"Startup Ramping" Versi Eric Ries

Rabu, 15/08/2018 18:33 WIB

Triwulan II-2018, Rupiah Melemah 3,94%

Rabu, 15/08/2018 18:16 WIB

IHSG Diramal Bakal Menguat Lagi, Kenapa?