Portal Berita Ekonomi Kamis, 21 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:06 WIB. SMRA - Summarecon Agung akan merilis proyek Summarecon Mutiara Makassar pada kuartal III-2018.
  • 13:04 WIB. BNBR - BEI melakukan penghentian perdagangan sementara terhadap saham Bakrie & Brothers.
  • 13:02 WIB. INDR - BEI menghentikan sementara perdagangan (suspensi) saham Indorama Synthetics.
  • 13:00 WIB. Artha Graha - Bank Artha Graha Internasional melaporkan direkturnya Elizawatie Simon telah mengundurkan diri.
  • 12:58 WIB. BBHI - Bank Harda Internasional akan melakukan rights issue pada Juli 2018.
  • 12:55 WIB. Shell - Royal Dutch Shell menjual aset minyak dan gas kepada Norwegia dan Malaysia dengan nilai lebih dari US$1,3 miliar.
  • 12:54 WIB. Kanada - Pemerintah Kanada akan melegalkan penjualan mariyuana mulai dengan penggunaan sebatas recreational use.
  • 11:49 WIB. Waymo - Mobil otonom Google, Waymo, terlibat tabrakan.
  • 11:28 WIB. Yahoo - Yahoo Messenger bakal pensiun, Yahoo Mail segera update versi baru.
  • 11:00 WIB. Tech In Asia Indonesia - Digelar Juli, Tech In Asia Indonesia 2018 usung pengembangan produk digital.
  • 10:57 WIB. Nigeria - Pesawat listrik Norwegia, Alpha Electro G2, siap mengudara 2025.
  • 09:09 WIB. Pilkada - Demokrat duga Iriawan akan memihak satu pasangan Cagub Jabar.
  • 09:08 WIB. Politik - PSI minta pemerintah evaluasi penunjukkan Iriawan.
  • 09:07 WIB. Pilkada - Bawaslu belum terima pelanggaran netralitas Polri di Jabar.
  • 09:03 WIB. Politik - Partai Demokrat sebut pemerintahan Jokowi 2 kali salah angkat Pj gubernur.

Pengamat: Keterbatasan Lahan Jadi Pemicu Minimnya Stok Bawang Putih

Foto Berita Pengamat: Keterbatasan Lahan Jadi Pemicu Minimnya Stok Bawang Putih
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan bahwa kewajiban menanam bawang putih bagi importir komoditas tersebut adalah tidak efektifnya dalam menjaga stok bawang putih di dalam negeri karena terhambat sejumlah faktor keterbatasan, seperti lahan.

"Banyak hal yang menghambat keefektifan hal ini. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan lahan dan mahalnya harga bibit. Keterbatasan lahan juga menjadi salah satu penyebab belum mampunya petani memenuhi kebutuhan pasar lokal akan bawang putih," kata Kepala Penelitian CIPS Hizkia Respatiadi di Jakarta.

Saat ini, ujar dia, lahan bawang putih diperkirakan hanya sekitar 2.000 hektare. Selain itu, bawang putih harus ditanam di lahan yang berada di ketinggian antara 700 meter hingga 1.200 meter di atas permukaan laut, dan pada ketinggian tersebut, luas lahannya semakin terbatas.

Ia mengingatkan bahwa alih fungsi lahan bawang putih saat ini sudah banyak terjadi.

"Selain lahan pertanian yang menyempit, kesuburan tanah di Indonesia juga semakin menurun. Kondisi ini adalah salah satu dari banyak penyebab target swasembada menjadi tidak rasional," jelasnya.

Hizkia juga menyoroti mahalnya harga bibit bawang putih yang berkisar antara Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram, yang dicemaskan bakal menambah berat beban baik bagi petani maupun importir.

Selain itu, ujar dia, diwajibkannya importir bawang putih untuk menanam bawang putih dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap konsumen karena biaya ekstra untuk itu berpotensi berdampak kepada harga jual bawang putih kepada masyarakat.

Ia juga mengemukakan, beberapa tantangan yang dihadapi para petani bawang adalah perubahan iklim dan kurangnya pengaplikasian teknologi dalam proses menanam dan juga memanen, padahal bawang adalah komoditi yang tergolong mudah busuk.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi meminta pemerintah menyediakan lahan dan bibit bawang putih untuk para importir bawang putih.

Menurut Viva Yoga Mauladi, hal tersebut menyusul keluhan dari beberapa importir bawang putih akan minimnya lahan yang akan digunakan untuk menanam bawang putih, sebagaimana yang diwajibkan pemerintah kepada para importir.

"Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pertanian telah mewajibkan para importir untuk menanam bawang putih sebanyak lima persen dari volume permohonan rekomendasi impor produk hortikultura," ucapnya.

Politikus PAN itu berpendapat, jika tidak importir tidak bisa memenuhi hal itu maka sudah sepantasnya RIPH tidak diberikan.

Namun, lanjutnya, pemerintah juga dinilai harus mempermudah penyediaan sarana dan prasarana, termasuk penyediaan lahannya.

Tag: Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Bawang Putih

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5993.627 -113.071 587
2 Agriculture 1535.417 -16.568 19
3 Mining 1950.048 -19.774 44
4 Basic Industry and Chemicals 810.011 -8.507 70
5 Miscellanous Industry 1230.258 -8.573 45
6 Consumer Goods 2439.310 -39.956 45
7 Cons., Property & Real Estate 473.172 -5.498 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1040.501 -26.112 65
9 Finance 1059.149 -33.106 93
10 Trade & Service 902.658 -6.794 141
No Code Prev Close Change %
1 KPAL 195 262 67 34.36
2 GDST 198 266 68 34.34
3 MYTX 160 204 44 27.50
4 SWAT 272 340 68 25.00
5 JPRS 266 332 66 24.81
6 CITA 875 1,090 215 24.57
7 ATIC 735 915 180 24.49
8 CSIS 980 1,180 200 20.41
9 ASJT 290 328 38 13.10
10 DSSA 15,500 17,500 2,000 12.90
No Code Prev Close Change %
1 BNBR 104 70 -34 -32.69
2 DFAM 1,205 905 -300 -24.90
3 SDMU 282 222 -60 -21.28
4 FORU 144 126 -18 -12.50
5 JKSW 74 66 -8 -10.81
6 SAME 560 500 -60 -10.71
7 MNCN 1,180 1,070 -110 -9.32
8 ERTX 132 120 -12 -9.09
9 IIKP 230 212 -18 -7.83
10 SMRA 995 920 -75 -7.54
No Code Prev Close Change %
1 SWAT 272 340 68 25.00
2 BBRI 3,140 2,960 -180 -5.73
3 TLKM 3,610 3,710 100 2.77
4 BBCA 22,250 21,500 -750 -3.37
5 BBNI 8,050 7,525 -525 -6.52
6 BMRI 6,950 6,700 -250 -3.60
7 ADRO 1,935 2,000 65 3.36
8 UNTR 34,800 33,500 -1,300 -3.74
9 ASII 6,900 6,950 50 0.72
10 PGAS 2,080 2,040 -40 -1.92