Portal Berita Ekonomi Kamis, 21 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:24 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 1,16% pada level 3.192
  • 17:24 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,25% pada level 2.903
  • 17:21 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,57% pada level 26.466
  • 17:21 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,69% pada level 7.212
  • 17:19 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,48% pada level 23.038
  • 17:19 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,35% pada level 2.096
  • 17:18 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,13% terhadap Poundsterling pada level 1,2941 USD/Pound
  • 17:18 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,13% terhadap Poundsterling pada level 1,2941 USD/Pound
  • 17:17 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,12% terhadap Euro pada level 1,1086 USD/Euro
  • 17:05 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,07% terhadap Yen pada level 108,53 Yen/USD
  • 17:05 WIB. Valas - Yuan ditutup negatif 0,04% terhadap USD pada level 7,0360 Yuan/USD
  • 17:03 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,02% terhadap USD pada levell Rp. 14.092/USD
  • 17:02 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.470 USD/troy ounce
  • 17:01 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 62,11 USD/barel
  • 17:01 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 56,77 USD/barel

Indonesia Siap Menyusul dalam Revolusi Digital Payment

Indonesia Siap Menyusul dalam Revolusi Digital Payment - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

China memang luar biasa. Revolusi digital payment-nya telah merambah ke berbagai bidang. Cukup dengan platform QR code maka ponsel di sana menjadi alat pembayaran yang paling sakti. Anda mau naik bus, sewa sepeda, bayar tagihan listrik, bayar tagihan air, beli buah-buahan di pasar, sampai memberi uang kepada pengamen. Ya, Anda tidak salah baca, memberi uang kepada pengamen. Cukup tempelkan ponsel Anda kepada QR code yang bersangkutan, dan – voila – Anda berhasil bertransaksi.

Di negara yang dipimpin Xi Jinping ini ada dua pemain besar yang berkuasa, yakni WeChat dan Alipay. Mau tahu jumlah transaksinya? Pada tahun 2016 saja mereka berhasil membuat transaksi sebesar US$5 triliun. Meningkat 200% dari tahun 2015 atau 50 kali besarnya dibandingkan mobile payment dari AS yang masih didominasi oleh kartu kredit dan online payment. Luar biasa.

Sebuah laporan dari CBS menyebutkan bahwa "cash is not king anymore in China". Bahkan, mereka yang masih menggunakan cash dianggap aneh di sana. Hanya orang tua yang tidak mengerti teknologi yang menggunakan cash. Survei yang dikutip CBS menyebutkan 40% masyarakat China hanya membawa uang cash tidak lebih dari US$15 per orang.

Menurut laporan ini, salah satu sebab mobile payment, kita sebut saja begitu, sangat merajalela karena kebanyakan masyarakat China tidak memiliki kartu kredit. Mereka loncat dari masyarakat berbasis uang tunai ke masyarakat berbasih ponsel untuk pembayaran alias mobile payment.

"Mereka kini sudah menjadi masyarakat tanpa cash (cashless society)," ujar Chrisma Albandjar, Chief Communication Officer DANA dalam seminar Strategi Zaman Now Perkuat Pembayaran Nontunai.

Revolusi cashless society terjadi dalam tempo tiga tahun. Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia tidak tertutup kemungkinan mengalami ledakan pembayaran digital yang berbasiskan perangkat mobile (mobile phone) karena lompatan-lompatan seperti ini bukan pertama kalinya terjadi di Indonesia. Misalnya, saat negara-negara lain melalui proses kematangan fix phone sebelum migrasi ke mobile phone, Indonesia justru langsung melompat ke mobile phone dan meledak jumlah penggunanya. Oleh karena itu, transaksi sistem pembayaran berbasis mobile phone sangat potensial di Indonesia.

Apalagi berdasarkan data Hootsuite sampai Januari 2018, jumlah pengguna mobile phone sudah mencapai 177,9 juta pengguna atau sekitar 67% dari jumlah penduduk di Indonesia. Begitu pula dengan penetrasi pengguna internet yang sudah mencapai 50% dari penduduk Indonesia atau sebanyak 132,7 juta pengguna.

Potensi tersebut akan semakin besar pada beberapa tahun mendatang. Prediksinya sampai dengan tahun 2020, pengguna internet bisa mencapai 180,5 juta pengguna atau dengan penetrasi sekitar 68%. Begitu pula dengan pengguna smartphone yang diprediksikan bisa sampai 90% penetrasinya.

Fenomena-fenomena tersebut tentunya tercermin dengan tipikal masyarakat Indonesia masa depan yang akan didominasi generasi milenial. Generasi tersebut adalah generasi-generasi yang lahir dan menggunakan platform online/digital dan terkoneksi dengan sosial media. Semakin besar jumlah generasi tersebut akan semakin memberikan ruang gerak pertumbuhan yang lebih tinggi untuk pembayaran berbasis digital (mobile). 

Saat ini penggunaan layanan pembayaran berbasis mobile didominasi oleh Go-Pay dan T-Cash. Pengguna mereka masing-masing sudah mencapai sekitar 10 juta. Pemain lainnya yang mulai berkembang dan tumbuh adalah PayPro dan OVO membuntuti mereka dengan jumlah pengguna masih di bawah delapan juta. Menurut riset yang dilakukan MDI Vetures dan Mandiri Sekuritas, nilai transaksi melalui pembayaran berbasis mobile akan mencapai Rp459 triliun pada tahun 2020.

Metode pembayaran berbasis digital dengan media smartphone, seperti QR Code menghadapi tantangan. Indonesia yang sedang mengembangkan metode pembayaran tersebut harus belajar dari pengalaman yang terjadi di China. Mulai dari tantangan penyalahgunaan data pengguna hingga pemalsuan QR Code yang berakibat raibnya uang dari transaksi antara pembeli dan penjual.

Penulis: Arif Hatta dan Muhamad Ihsan

Baca Juga

Tag: Mobile Payment, China (Tiongkok), T-Cash, Chrisma Aryani Albandjar, DANA

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,781.92 3,744.08
British Pound GBP 1.00 18,340.89 18,152.77
China Yuan CNY 1.00 2,014.74 1,994.55
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,182.56 14,041.44
Dolar Australia AUD 1.00 9,639.89 9,541.16
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.82 1,793.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,410.75 10,304.89
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,708.60 15,550.89
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,398.24 3,362.01
Yen Jepang JPY 100.00 13,072.69 12,939.03

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6117.364 -37.745 662
2 Agriculture 1407.814 0.114 20
3 Mining 1479.884 -7.875 49
4 Basic Industry and Chemicals 938.327 -20.615 76
5 Miscellanous Industry 1177.586 1.391 50
6 Consumer Goods 2047.341 -21.643 54
7 Cons., Property & Real Estate 497.980 -2.889 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1129.754 -11.843 76
9 Finance 1282.724 0.988 90
10 Trade & Service 778.144 -4.796 165
No Code Prev Close Change %
1 SKYB 63 85 22 34.92
2 SQMI 218 272 54 24.77
3 ESIP 530 645 115 21.70
4 MASA 362 438 76 20.99
5 PBSA 312 374 62 19.87
6 KARW 67 80 13 19.40
7 ETWA 62 74 12 19.35
8 BRAM 11,250 13,400 2,150 19.11
9 CNTX 370 430 60 16.22
10 HDFA 130 149 19 14.62
No Code Prev Close Change %
1 COWL 77 52 -25 -32.47
2 PURE 360 270 -90 -25.00
3 DEAL 488 366 -122 -25.00
4 MREI 4,590 3,450 -1,140 -24.84
5 BAYU 1,600 1,210 -390 -24.38
6 POLA 1,010 775 -235 -23.27
7 KONI 650 500 -150 -23.08
8 BMSR 157 124 -33 -21.02
9 JSKY 234 191 -43 -18.38
10 POOL 940 825 -115 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 280 294 14 5.00
2 MNCN 1,415 1,405 -10 -0.71
3 JSKY 234 191 -43 -18.38
4 TOWR 670 685 15 2.24
5 PURE 360 270 -90 -25.00
6 IPTV 510 515 5 0.98
7 BBRI 4,220 4,220 0 0.00
8 BHIT 68 68 0 0.00
9 TCPI 5,075 5,075 0 0.00
10 BRPT 1,175 1,215 40 3.40