Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:37 WIB. Rupiah - Rupiah terpantau melemah 0,23% ke level Rp14.515 per dolar AS. 
  • 09:09 WIB. IHSG - IHSG dibuka melemah 0,38% ke level 6.103,1. 
  • 09:03 WIB. EPL - Newcastle United 1 vs 2 Wolverhampton Wanderers
  • 09:03 WIB. Gaikindo - Gaikindo usul mobil listrik impor dulu sebelum rakit lokal.
  • 08:58 WIB. Xiaomi - Xiaomi Mi Mix versi 5G mulai tersedia awal 2019 mendatang di sejumlah negara Eropa.
  • 08:36 WIB. Gim - Gim legendaris Crash Team Racing bakal dibuat ulang dan bisa online.
  • 08:33 WIB. Uber - Uber diam-diam ajukan IPO.
  • 08:22 WIB. Xiaomi - Akhirnya Xiaomi Mi A1 cicipi Android Pie.
  • 07:54 WIB. Huawei - Bos Huawei terancam dihukum puluhan tahun penjara. 
  • 07:53 WIB. XL - XL hadirkan layanan internet unlimited. 
  • 07:50 WIB. Grab - Grab rilis sejumlah fitur baru untuk pengemudi dan sopir. 
  • 07:49 WIB. Nissan - Nissan larang Ghosn masuki apartemen pribadi di Brasil. 
  • 07:47 WIB. InSight - Pesawat antariksa InSight rekam hembusan angin di Mars. 

Segmen Korporasi Dongkrak Pertumbuhan Kredit Perbankan

Foto Berita Segmen Korporasi Dongkrak Pertumbuhan Kredit Perbankan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan penyaluran kredit perbankan pada Maret 2018 tercatat sebesar Rp4.768,8 triliun atau tumbuh 8,5% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 8,2% (yoy). Pertumbuhan kredit tersebut didorong oleh peningkatan penyaluran kredit kepada debitur korporasi dengan pangsa 41,5% dari total kredit perbankan.

"Pertumbuhan kredit korporasi pada Maret 2018 tercatat Rp1.978,4 triliun, tumbuh sebesar 7,8% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 7,3% (yoy)," kata BI dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (30/4/2018).

Berdasarkan jenis penggunaannya, peningkatan pertumbuhan kredit perbankan tersebut terjadi pada kredit investasi (KI) dan kredit konsumsi (KK) yaitu tumbuh meningkat masing-masing dari 4,6% (yoy) dan 11,1% (yoy) pada Februari 2018 menjadi 5,3% (yoy) dan 11,4% (yoy).

"Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut disebabkan oleh kecenderungan makin mudahnya penyaluran kredit perbankan seiring dengan penurunan Indeks Lending Standard pada Survei Perbankan Bank Indonesia Triwulan I 2018, terutama pada aspek suku bunga yang lebih rendah serta biaya persetujuan kredit yang lebih murah," kata BI.

Adapun berdasarkan sektor ekonominya, peningkatan pertumbuhan KI terjadi pada sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan, serta sektor pengangkutan dan komunikasi masing-masing dari 8,6% (yoy) dan 18,0% (yoy) menjadi sebesar 8,7% (yoy) dan 23,9% (yoy).

"Peningkatan pertumbuhan KI sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan, khususnya terjadi pada subsektor perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur. Sementara itu, peningkatan pertumbuhan terbesar KI sektor pengangkutan dan komunikasi terutama kepada perusahaan subsektor jasa telekomunikasi pada proyek-proyek di DKI Jakarta dan Jawa Barat," jelas BI.

Kredit Konsumsi tercatat tumbuh meningkat dari 11,1% (yoy) pada Februari 2018 menjadi 11,4% (yoy), didorong oleh peningkatan kredit kepemilikan kendaraan bermotor (KKB) roda empat.

Di sisi lain, pertumbuhan KMK tercatat melambat dari 8,5% (yoy) pada Februari 2018 menjadi 8,4% (yoy), utamanya disebabkan oleh perlambatan KMK sektor perdagangan, hotel dan restoran, serta pengangkutan dan komunikasi. 

Seiring dengan peningkatan penyaluran kredit oleh perbankan, kredit properti tercatat mengalami akselerasi pertumbuhan dari 12,5% (yoy) menjadi 13,3% (yoy), khususnya pada kredit konstruksi dan real estate.

Pertumbuhan kredit konstruksi tercatat meningkat dari 15,7% (yoy) menjadi 18,1 % (yoy) terutama disebabkan oleh pertumbuhan kredit untuk konstruksi jalan tol yang berlokasi di Jawa Timur serta kredit konstruksi perumahan menengah, besar, dan mewah di Jawa Tengah.

"Kredit real estate tercatat tumbuh 9,1% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 8,1% (yoy), terutama disebabkan oleh pertumbuhan kredit real estate gedung perkantoran di DKI Jakarta dan gedung perbelanjaan di Jawa Timur. Namun demikian, kredit KPR/KPA tercatat tumbuh melambat dari 12,2% (yoy) menjadi 11,9% (yoy) pada bulan laporan," tutup BI.

Tag: Bank Indonesia (BI), kredit perbankan

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6126.356 10.863 618
2 Agriculture 1492.165 2.046 20
3 Mining 1738.408 -7.512 47
4 Basic Industry and Chemicals 842.327 5.814 71
5 Miscellanous Industry 1389.985 18.923 45
6 Consumer Goods 2509.280 14.409 49
7 Cons., Property & Real Estate 449.724 10.201 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1044.777 -3.591 71
9 Finance 1168.029 -6.789 91
10 Trade & Service 791.771 2.091 152
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 630 785 155 24.60
2 TFCO 565 700 135 23.89
3 KONI 344 418 74 21.51
4 ETWA 70 85 15 21.43
5 YPAS 515 625 110 21.36
6 KICI 176 212 36 20.45
7 POLA 1,510 1,790 280 18.54
8 JSPT 1,000 1,145 145 14.50
9 RUIS 252 286 34 13.49
10 MPMX 805 910 105 13.04
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 YULE 216 173 -43 -19.91
3 BUVA 240 212 -28 -11.67
4 UNIT 280 252 -28 -10.00
5 AMRT 935 850 -85 -9.09
6 TNCA 194 180 -14 -7.22
7 PICO 256 240 -16 -6.25
8 AKSI 352 332 -20 -5.68
9 PBSA 715 675 -40 -5.59
10 CSIS 330 314 -16 -4.85
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 WSKT 1,725 1,845 120 6.96
3 TLKM 3,710 3,670 -40 -1.08
4 BBRI 3,650 3,620 -30 -0.82
5 BBCA 26,300 25,950 -350 -1.33
6 ASII 8,100 8,225 125 1.54
7 DOID 560 580 20 3.57
8 PGAS 2,140 2,130 -10 -0.47
9 UNTR 29,000 29,375 375 1.29
10 PTBA 4,080 3,990 -90 -2.21