Portal Berita Ekonomi Senin, 21 Mei 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:04 WIB. Pertamina - Pertamina ungkap saat ini ada 196 SPBU yang tidak menjual Premium.
  • 17:04 WIB. Pertamina - Menurut Indef, Pertamina berpotensi rugi Rp23 triliun akibat salurkan Premium.
  • 17:04 WIB. Pelindo III - Pelindo III siapkan 14.000 tiket gratis pada masa mudik 2018.
  • 17:03 WIB. PT KAI - Usung tema "Berkah Ramadan", PT KAI Daop II Bandung tawarkan tarif promo untuk kereta eksekutif.
  • 17:03 WIB. PT KAI - PT KAI akan laksanakan angkutan Motis selama 13 hari, termasuk arus mudik dan arus balik.
  • 17:02 WIB. PT KAI - Mudik Lebaran 2018, PT KAI sediakan angkutan motor gratis sebanyak 19.136 unit.
  • 17:02 WIB. BUMN - Menteri BUMN nilai tidak mungkin ada karyawan perusahaan BUMN yang danai teroris.
  • 17:01 WIB. SMBR - PT Semen Baturaja pasok semen untuk proyek 5 BUMN Karya yang garap infrastruktur di Sumatera.
  • 17:01 WIB. Garuda - Garuda Indonesia investigasi pilotnya yang unggah soal terorisme.
  • 17:00 WIB. BUMN - Sampai 2020,¬†BUMN targetkan¬†20.000 mahasiwa tergabung dalam "Program Magang Mahasiswa Bersertifikat".
  • 16:59 WIB. BUMN - Menteri BUMN buka kesempatan pada 2.000 mahasiswa untuk magang di 68 BUMN.
  • 16:59 WIB. BUMN - BUMN minta akuisisi Pertagas-PGN selesai Agustus 2018.
  • 18:16 WIB. Pegadaian - Menjelang Lebaran, Pegadaian layani penukaran uang baru.

Bangun Apron Baru, Bandara Bali Siap Urug Kawasan Perairan

Foto Berita Bangun Apron Baru, Bandara Bali Siap Urug Kawasan Perairan
Warta Ekonomi.co.id, Kuta, Bali -

Pengelola Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, siap mengurug enam hektare kawasan perairan yang akan dibangun apron di sisi barat bandara untuk mengakomodasi tingginya lalu lintas penerbangan mendukung pelaksanaan pertemuan IMF dan Bank Dunia, Oktober 2018.

"Sekarang pekerjaan reklamasi belum dimulai. Kami masih menunggu semua perizinan lengkap, baru kami mulai mengerjakan pekerjaan reklamasi," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim di bandara setempat di Kuta, Bali, Selasa (1/5/2018).

Menurut Arie, pihaknya sedang menunggu salinan izin lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Kabarnya sudah ditandatangani Jumat (27/4/2018) kemarin tetapi kami belum terima salinan. Tetapi informasi, sudah ditandatangani Menteri Lingkungan Hidup," katanya.

Sedangkan izin lokasi, lanjut dia, pihaknya sudah mengantongi izin tersebut yang didapatkan dari Pemerintah Pusat di antaranya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Perhubungan.

"Kami fokus mengajukan izin pelaksanaan reklamasi karena salah satu syarat mendapatkan izin reklamasi yakni sudah mendapatkan izin lokasi dan lingkungan," imbuh Arie.

Pengerjaan apron di sisi barat bandara atau Paket I, kata dia, saat ini baru memasuki sekitar 1,9 persen yang dikerjakan oleh kontraktor BUMN Perseroan Terbatas Pembangunan Perumahan (PP) Tbk.

Saat ini tahapan tersebut meliputi tahap persiapan desain dan membangun akses orang dan kendaraan yang akan mengangkut material proyek.

Apron sisi barat bandara dengan mengurug sekitar enam hektare kawasan perairan itu diharapkan dapat menampung sekitar tiga pesawat berbadan besar atau enam pesawat berbadan kecil khususnya dalam jangka pendek untuk mengakomodasi jelang pertemuan IMF dan Bank Dunia.

Sementara itu dari pemerintah daerah di Bali, lanjut dia, pihaknya sudah diberikan pertimbangan teknis terkait izin lokasi.

Sedangkan untuk izin reklamasi, pihaknya juga sudah melakukan konsultasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali terkait pertimbangan teknis untuk izin pelaksanaan reklamasi itu.

"Apa pun itu kami akan tetap melaksanalan konsultasi ke Pemprov Bali sebagai syarat pelengkap atau pun dalam hal nanti diperlukan pertimbangan teknis kembali untuk izin pelaksanaan reklamasi mendatang," ucapnya.

Reklamasi seluas enam hektare tersebut merupakan tahap awal untuk jangka pendek mengakomodasi tingginya lalu lintas penerbangan jelang pertemuan IMF dan Bank Dunia dari rencana perluasan apron barat untuk jangka panjang seluas 48 hektare.

Mengingat reklamasi merupakan hal yang sangat sensitif, Arie mengatakan pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat di tiga desa sekitar bandara di antaranya Desa Kelan dan Tuban.

"Pada prinsipnya mereka menyetujui proses perluasan apron sisi barat dengan reklamasi dengan berbagai catatan," ucapnya.

Catatan tersebut, kata dia, sangat konstruktif karena semua harus melalui kajian analisis dampak lingkungan atau amdal, tidak boleh berdampak dengan tempat ibadah, tidak mengorbankan tanah desa adat dan tidak dibatasi akses desa adat melakukan ritual "melasti" atau penyucian diri dan sarana upakara yang dilakukan di pantai.

"Kami semua sudah komitmen dalam hal terjadi dampak serius, kecil atau besar semua adalah tanggung jawab kami selaku pemrakarsa pembangunan fasilitas di bandara," ucapnya.

Sedangkan Desa Kuta juga akan dilakukan sosialisasi dalam waktu dekat sembari menunggu proses transisi pergantian pemimpin desa adat tersebut.

Pengerjaan proyek Paket I merupakan satu dari tiga proyek besar di bandara tersebut yang semuanya dikerjakan oleh kontraktor BUMN.

Untuk Paket II, lanjut Arie, meliputi pembangunan apron di sisi timur bandara yang saat ini sudah mencapai 20,7 persen ysng dikerjakan Nindya Karya.

Sedangkan Paket III yakni pembangunan gedung VIP I dan II yang dikerjakan oleh kontraktor Amarta Karya (Amka) yang saat ini proses pengerjaannya sudah mencapai lima persen.

Sejumlah fasilitas lainnya juga direlokasi sebagai imbas pengembangan apron barat dan timur di antaranya pembangunan markas Pangkalan Udara Ngurah Rai dan pembangunan sarana pengelolaan limbah yang menelan anggaran total mencapai Rp2,2 triliun.

Seluruh tahapan pengerjaan proyek tersebut ditargetkan selesai pada Agustus 2018 atau dua bulan sebelum pelaksanaan pertemuan IMF dan Bank Dunia di Nusa Dua, Bali. (Ant)

Tag: Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Antara/Nyoman Budhiana

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5783.310 -32.610 581
2 Agriculture 1509.924 27.738 19
3 Mining 1886.820 30.537 44
4 Basic Industry and Chemicals 762.354 -4.210 69
5 Miscellanous Industry 1153.067 -29.165 44
6 Consumer Goods 2379.810 -13.317 45
7 Cons., Property & Real Estate 449.733 -5.782 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1000.487 -1.619 64
9 Finance 1018.608 -8.771 92
10 Trade & Service 896.957 -3.868 139
No Code Prev Close Change %
1 DSSA 11,900 14,275 2,375 19.96
2 MTWI 107 127 20 18.69
3 SKYB 400 470 70 17.50
4 MDKI 370 412 42 11.35
5 ESSA 248 276 28 11.29
6 MITI 77 84 7 9.09
7 PGLI 185 200 15 8.11
8 MPOW 175 188 13 7.43
9 ERAA 2,010 2,150 140 6.97
10 META 178 190 12 6.74
No Code Prev Close Change %
1 FORZ 444 334 -110 -24.77
2 KOIN 290 230 -60 -20.69
3 NIPS 430 380 -50 -11.63
4 SKBM 488 432 -56 -11.48
5 INDR 3,890 3,450 -440 -11.31
6 SAFE 278 250 -28 -10.07
7 PUDP 500 450 -50 -10.00
8 DNAR 310 282 -28 -9.03
9 GTBO 260 238 -22 -8.46
10 KICI 210 194 -16 -7.62
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,990 2,940 -50 -1.67
2 ADRO 1,880 1,905 25 1.33
3 BBCA 22,000 21,700 -300 -1.36
4 TAXI 122 127 5 4.10
5 MNCN 1,300 1,290 -10 -0.77
6 PGAS 1,905 1,980 75 3.94
7 TLKM 3,490 3,490 0 0.00
8 ASII 6,725 6,525 -200 -2.97
9 PTBA 3,550 3,690 140 3.94
10 ERAA 2,010 2,150 140 6.97