Portal Berita Ekonomi Rabu, 16 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:05 WIB. Samsung - Akhirnya Samsung tiru desain layar poni di Galaxy M.
  • 22:04 WIB. Oppo - Oppo siapkan kamera smartphone 10x optical zoom.
  • 22:01 WIB. Spotify - Pengguna aktif bulanan Spotify tembus 200 juta.
  • 22:00 WIB. Xiaomi - Xiaomi anggarkan Rp20 triliun demi AI dan IoT.
  • 21:58 WIB. Samsung - Selama 2018, situs Samsung dikunjungi 60 juta orang.
  • 21:58 WIB. Samsung - Luncurkan situs penjualan online, Samsung Indonesia punya rencana jalani O2O.
  • 21:55 WIB. Go-Pay - Go-Pay bisa dipakai untuk bayar perpanjang SIM dan SKCK.
  • 21:53 WIB. Facebook - Facebook investasi Rp4,2 triliun dalam bisnis berita lokal AS.
  • 19:24 WIB. LRT - INKA perkirakan LRT Otonom bisa diterapkan dalam 1,5 tahun.
  • 19:22 WIB. Mercedes - Mercedes-Benz berusaha jadi anggota Gaikindo lagi.
  • 19:22 WIB. Jokowi - Jokowi matangkan Perpres kendaraan motor listrik.
  • 19:21 WIB. Samsung - Samsung beri tanda luncurkan ponsel lipat 20 Februari.
  • 19:20 WIB. Microsoft - Microsoft bersiap akhiri Windows 7.
  • 19:19 WIB. Apple - Apple sebut Qualcomm enggan pasok cip untuk iPhone.
  • 19:18 WIB. Apple - Apple dikabarkan rilis iPod dan pakai USB-C di iPhone.

Pemerintah Ingin JKN Jalan Terus

Foto Berita Pemerintah Ingin JKN Jalan Terus
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pemerintah mengupayakan pendanaan program Jaminan Kesehatan Nasional yang berkelanjutan untuk mendukung terselenggaranya program asuransi kesehatan sosial yang bisa didapatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek pada peringatan Hari Kesehatan Dunia di Jakarta, Rabu mengatakan salah satu tantangan penyelenggaraan program JKN ialah ketidaksesuaian antara klaim yang harus dibayarkan ke fasilitas kesehatan dengan jumlah iuran yang diterima oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang dapat mengganggu sistem kas JKN.

"Menghadapi tantangan tersebut, pemerintah bersama BPJS Kesehatan dan seluruh pemangku kepentingan lainnya tengah menyiapkan beberapa kebijakan untuk memastikan 'sustainabilitas' anggaran JKN," kata Nila.

Dia berharap implementasi JKN ke depannya dapat memenuhi sustainabilitas dalam pendanaan program dengan dilakukannya penyesuaian besaran iuran peserta, implementasi tinjauan penggunaan dan pemanfaatan yang optimal, serta pengembangan mekanisme pembayaran ke fasilitas kesehatan.

Nila menjelaskan tantangan lainnya ialah masih terdapat beberapa fasilitas kesehatan yang kekurangan tenaga kesehatan, maupun infrastruktur sehingga pelayanan yang diberikan pada peserta menjadi terbatas.

"Untuk itu dibutuhkan peningkatan dalam upaya pemenuhan di sisi pasokan yang meliputi pembangunan fasilitas kesehatan di daerah tertinggal perbatasan dan kepulauan, pemenuhan infrastruktur, pemenuhan dan pemerataan tenaga kesehatan," katanya.

Dia juga menyatakan perlunya peningkatan untuk layanan dengan menargetkan seluruh fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan telah terakreditasi, perbaikan ketimpangan akses kesehatan di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan, dan menurunnya angka kesakitan salah satunya dengan peningkatan upaya promotif preventif.

Menkes berharap adanya dukungan pengembangan teknologi kesehatan untuk menyelesaikan tantangan sulitnya akses geografis untuk layanan kesehatan dan kurangnya tenaga kesehatan.

Dia menjelaskan salah satu solusinya melalui implementasi telemedicine.

Menkes juga berharap ada penguatan kerja sam pemerintah dan swasta dalam mendukung terselenggaranya JKN bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Universal Health Coverage satu hal yang sangat menantang dan harus jadi proses yang terus berjalan," kata Menkes.

Tag: Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Istimewa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6408.784 72.668 625
2 Agriculture 1585.036 -7.210 21
3 Mining 1844.340 15.139 47
4 Basic Industry and Chemicals 895.845 21.295 71
5 Miscellanous Industry 1394.631 2.064 46
6 Consumer Goods 2652.095 37.658 51
7 Cons., Property & Real Estate 480.742 8.835 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1130.455 19.871 71
9 Finance 1213.694 9.336 91
10 Trade & Service 786.524 2.437 153
No Code Prev Close Change %
1 TIRA 186 250 64 34.41
2 INPP 525 650 125 23.81
3 LPCK 1,900 2,340 440 23.16
4 OCAP 268 330 62 23.13
5 MLPL 84 99 15 17.86
6 MTSM 177 206 29 16.38
7 SDMU 55 62 7 12.73
8 UNIT 240 268 28 11.67
9 IMAS 2,560 2,840 280 10.94
10 HDFA 158 174 16 10.13
No Code Prev Close Change %
1 ARTA 1,310 1,000 -310 -23.66
2 ABDA 5,600 4,480 -1,120 -20.00
3 BEEF 318 268 -50 -15.72
4 TFCO 765 665 -100 -13.07
5 KICI 290 260 -30 -10.34
6 SKBM 560 510 -50 -8.93
7 TPMA 242 222 -20 -8.26
8 POLI 1,575 1,445 -130 -8.25
9 INTD 175 161 -14 -8.00
10 RIGS 228 210 -18 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 348 342 -6 -1.72
2 INPC 74 79 5 6.76
3 UNTR 26,000 25,600 -400 -1.54
4 WSKT 1,975 2,090 115 5.82
5 TRAM 182 190 8 4.40
6 ASII 8,150 8,150 0 0.00
7 PTSN 1,630 1,520 -110 -6.75
8 TLKM 3,850 3,930 80 2.08
9 KPAS 220 222 2 0.91
10 BBRI 3,790 3,780 -10 -0.26