Portal Berita Ekonomi Sabtu, 18 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:53 WIB. BUMN - Ribuan peserta ramaikan Jalan Sehat Bumn di Pontianak.
  • 13:57 WIB. Pegadaian - Pegadaian mengadakan kegiatan padat karya tunai, bersih-bersih jalanan, sekaligus acara jalan sehat di kota Ende, Nusa Tenggara Timur.
  • 13:44 WIB. PLN - Kementerian ESDM meminta PT PLN menekan impor dan memakai produk dalam negeri.
  • 13:43 WIB. BUMN - Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau perjalanan Commuterline Jakarta-Bogor.
  • 13:19 WIB. BI - Kurs tengah Bank Indonesia di Rp14.619 per dollar AS.
  • 13:15 WIB. DPK - Pertumbuhan DPK tahun ini diproyeksi lebih rendah 8%-10% yoy.
  • 13:14 WIB. BI - Bank Indonesia kembali memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,25 basis poin.
  • 12:20 WIB. BTN - Bank BTN sudah memberikan kredit untuk tanah atau lahan perumahan khusus bagi pengembang rumah bersubsidi.
  • 12:09 WIB. PLN - PLN memberikan beasiswa bocah pemanjat tiang bendera.
  • 11:21 WIB. BUMN - Peringati Hari Kemerdekaan, BUMN Gelar Pesta Rakyat di Lapangan Merdeka Balikpapan.
  • 11:02 WIB. ASDP - ASDP Cabang Baubau menambah satu armada penyeberangan di pelabuhan penyeberangan Tampo-Torobulu.
  • 10:58 WIB. Asian Games - Direktur Utama Bank BNI, Achmad Baiquni, turut mengarak obor Asian Games 2018 pada Etape ke-34.
  • 10:55 WIB. Mandiri - Bank Mandiri Luncurkan Kartu e-money Edisi Energy of Asia dan Ticket Store Asian Games.

Jokowi Janji Sikat Pungli Terhadap Supir Truk, Polri?

Foto Berita Jokowi Janji Sikat Pungli Terhadap Supir Truk, Polri?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Presiden Joko Widodo berjanji untuk "menyikat" pungutan liar (pungli) yang masih dialami para pengemudi truk. "(Pungli) disikat semuanya, caranya nanti tanya ke Wakapolri, itu teknis," kata dia, di Istana Negara Jakarta, Selasa (8/5/2018).

Ia menyampaikan hal itu seusai menemui sekitar 70 orang pengemudi truk yang beroperasi di pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Mereka mengeluhkan banyak premanisme dan pungutan liar berbentuk pengecatan truk dengan nama kelompok tertentu saat melintasi jalanan di Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

Bila truk sudah dicat atau lazim disebut "dicap" maka pengemudi harus membayar sejumlah uang kepada kelompok yang "mengecap" truk itu, bila tidak maka ada kaca truk akan dipecahkan, atau ban disobek bahkan supir ditodong golok.

Sedangkan Wakil Kepala Kepolisian Indonesia, Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin, menegaskan, aparaturnya sudah tidak ada lagi yang melakukan pungli, bila ditemukan maka langsung dipecat.

"Aparat mana? Tidak ada lagi "korek-korek" gitu. Dulu khan polisi, "korek-korek", sekarang tidak ada lagi "korek-korek". Kalau itu tertangkap Propam, kami pecat," ungkap Syafruddin merujuk pada kebiasaan supir melemparkan kotak korek api berisi uang kepada polisi yang memberhentikan truk.

"Dia (supir) curhat menyangkut premanisme. Jangan langsung ditujukan ke polisi. Polisi zaman dulu, 20 tahun yang lalu beda dengan polisi zaman sekarang. Remunerasinya polisi sudah cukup banyak, cukup besar. Mereka juga jijiklah mau pungli-pungli yang Rp5.000, Rp10.000 sekarang. Remunerasi besar sekarang, polisi itu lebih dari gajinya," tegas Syafruddin.

Ia pun menegaskan, jika ada jajarannya yang melakukan pungli akan langsung dipecat.

"Telanjangi dia. Keras sekali kami. Karena kenapa? Sudah cukup negara memberikan kepada mereka. Tidak kurang lagi sekarang, biaya operasionalnya besar sekali sekarang. Kalau toch ada satu, dua oknum yang gila, kami akan pecat, yang dikeluhkan itu premanisme di jalan itu, bukan aparat formil," kata Syafruddin.

Syafruddin pun mempersilakan para supir untuk melapor bila ada anggotanya yang meminta uang kepada para supir.

"Langsung ke saya saja, nanti saya akan bilang. Langsung ke saya, saya kasih nomor telepon, tapi harus benar. Kalau tidak kami proses juga dia, kalau ada rekaman video mana rekamannya? Saya balik bertanya," kata Syafruddin.

Salah seorang supir truk, Agus Yuda, bahkan berjalan kaki dari Mojokerto ke Jakarta selama 26 hari. Ia baru tiba di Jakarta pada 3 Mei 2018.

"Saya jalan kaki itu bukan hanya mencari sensasi saja, tapi ada maksud dan tujuannya, harapannya khususnya transportasi angkutan darat bisa sehat karena banyak masalah seperti pungli, premanisme," kata dia.

Iapun melakukan pertemuan privat dengan Jokowi di ruang tengah Istana Negara, ditemani Menteri Perhubungan, Budi Sumadi, dan Syafruddin.

"Respon Presiden tadi mengatakan akan segera ditindaklanjuti, saat ini dikoordinasikan dengan dinas perhubungan dan Polri," kata dia.

"Intinya, kami semua angkutan barang, meminta kepada pemerintah, dapat memberikan rasa aman dan nyaman saat mendistrbusikan barang karena kami ini sebagai tulang punggung pemerintah, tanpa kami pendistribusian tidak sampai ke masyarakat," kata dia.

Ia juga mengeluh bahwa supir melapor ke kantor-kantor polisi tidak ada kelanjutan dari laporan itu. 

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Wahyu Putro A

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Aug
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading