Portal Berita Ekonomi Minggu, 24 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:53 WIB. EPL - Leicester City 1 vs 4 Crystal Palace
  • 05:51 WIB. EPL - Newcastle United 2 vs 0 Huddersfield Town
  • 05:50 WIB. EPL - AFC Bournemouth 1 vs 1 Wolverhampton Wanderers
  • 05:49 WIB. EPL - Burnley 2 vs 1 Tottenham Hotspur
  • 22:46 WIB. Kapal - 18 kapal terbakar di Pelabuhan Muara Baru.
  • 22:44 WIB. Kapal - Arus pendek diduga picu kebakaran kapal di Muara Baru.
  • 22:42 WIB. KEJ - Harian Indopos dan indopos.co.id dinyatakan melanggar KEJ terkait berita "Ahok Gantikan Ma'ruf Amin?"
  • 22:34 WIB. Ikan - KKP menyatakan penguatan struktur ekonomi masyarakat pembudidaya ikan nasional menjadi program prioritas tahun ini.
  • 22:32 WIB. PDB - Menkop: pertumbuhan PDB tidak lepas dari andil koperasi syariah.
  • 22:30 WIB. Tol - Masuki Industri 4.0, transaksi nontunai menjadi bentuk modernisasi jalan tol.
  • 22:28 WIB. Voli - Bola voli putri PGN Popsivo Polwan berhasil juara Proliga 2019 usai kalahkan Jakarta Pertamina Energi.
  • 22:27 WIB. Pildun - Eko Yuli, atlet angkat besi nasional sabet emas piala dunia 2019.
  • 22:26 WIB. Dosen - Kemenag berikan penjelasan soal pemberhentian dosen bercadar karena melanggar disiplin pegawai.
  • 21:14 WIB. PBS - Gapki: perkebunan besar swasta (PBS) taar terhadap semua aturan bangun plasma.
  • 21:13 WIB. Twitter - Pendiri Twitter, Evan Williams mengundurkan diri.

Kinerja Ekspor Bikin Rupiah Tak Berdaya

Foto Berita Kinerja Ekspor Bikin Rupiah Tak Berdaya
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono menilai ada satu struktur ekonomi Indonesia yang kurang kuat sehingga rentan terhadap volatilitas/gejolak ekonomi global. Hal ini pula yang menyebabkan nilai tukar rupiah anjok begitu dalam.

Tony mengatakan struktur ekonomi yang kurang kuat tersebut adalah minimnya kinerja dan kontribusi ekspor bagi devisa Indonesia. Beberapa tahun yang lalu ekspor selalu menjadi andalan dalam memupuk devisa, namun sayangnya pada triwulan I-2018 kinerja ekspor Indonesia kurang memuaskan. Padahal ekspor dibutuhkan untuk memasok kebutuhan valas di dalam negeri.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pertumbuhan ekspor di triwulan I-2018 anjlok menjadi hanya 6,17%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 8,04%. Di sisi lain, impor tumbuh signifikan yakni 12,75%, jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,01%.

"Menurut saya yang lemah cadangan devisa kalau diurai itu kebanyakan dari hot money bukan devisa ekspor jangka panjang. Jadi fundamental ekonomi kuat tapi masih ada kelemahan di situ. Akibatnya kuda-kuda kita tidak kuat ketika ada volatile," ujar Tony saat diskusi Kongkow Bisnis PasFM 92.4 bertajuk Rupiah Gonjang-Ganjing, Apa yang Bisa Dilakukan? di Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Menurutnya, Indonesia mesti belajar dari negara asia lainnya seperti Filipina dan Thailand. Industri mereka berorientasi ekspor dalam memperkuat devisa. Hal tersebut membuat mata uang mereka tetap stabil bila terjadi volatilitas.

"Kita masih punya PR, Indonesia problemnya terlalu banyak hot money. Ini sudah dibicarakan dari tahun 1995 loh. Jadi bagaimana caranya mengubah hot money menjadi Foreign Direct Investment (FDI) yang permanen. Tapi mengubah hot money jadi FDI bukan pekerjaan semalam (selesai)," kata Tony.

Terkait utang yang dahulu menjadi salah satu dalang krisis ekonomi 1998, menurut Tony, saat ini utang Indonesia sudah lebih terjaga dan stabil.

"Struktur utang kita sudah jauh lebih baik US$357,5 miliar. Komposisinya hampir 50:50 antara pemerintah dan swasta. Yang menarik juga komposisi jatuh temponya 84% tenornya jangka panjang, average 9 tahunan. Jadi dari sisi itu sudah sangat baik," jelas Tony.

Untuk diketahui, data JISDOR Bank Indonesia (BI) pada hari ini, Rabu (9/5/2018), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka pada posisi Rp14.074/USD, lebih tinggi dibandingkan kemarin yang sebesar Rp14,036/USD. Posisi tersebut jauh lebih tinggi dari asumsi APBN 2018 yang sebesar Rp13.400 per dolar AS.

Tag: Rupiah, Ekspor, Anthonius Tony Prasetiantono

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.17 3,734.94
British Pound GBP 1.00 18,447.47 18,263.53
China Yuan CNY 1.00 2,107.04 2,086.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,149.00 14,009.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,042.96 9,942.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.90 1,785.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,446.69 10,342.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,044.97 15,882.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,467.04 3,430.22
Yen Jepang JPY 100.00 12,776.77 12,646.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.378 -36.388 628
2 Agriculture 1604.794 -11.878 21
3 Mining 1940.127 4.527 47
4 Basic Industry and Chemicals 888.309 -14.973 71
5 Miscellanous Industry 1338.979 -8.175 46
6 Consumer Goods 2638.097 -16.371 51
7 Cons., Property & Real Estate 455.949 -3.945 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.267 -6.802 72
9 Finance 1235.093 -8.628 91
10 Trade & Service 834.167 6.854 155
No Code Prev Close Change %
1 INTD 141 190 49 34.75
2 OCAP 72 97 25 34.72
3 JAYA 432 540 108 25.00
4 INPS 2,400 3,000 600 25.00
5 SIMA 258 322 64 24.81
6 BALI 895 1,115 220 24.58
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 CLAY 1,395 1,725 330 23.66
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 MFMI 650 790 140 21.54
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,425 1,095 -330 -23.16
2 TALF 332 260 -72 -21.69
3 IBFN 266 232 -34 -12.78
4 INCI 570 510 -60 -10.53
5 KOIN 302 272 -30 -9.93
6 POLI 1,160 1,055 -105 -9.05
7 PJAA 1,500 1,400 -100 -6.67
8 SMDM 178 168 -10 -5.62
9 SDPC 110 104 -6 -5.45
10 TBIG 4,440 4,200 -240 -5.41
No Code Prev Close Change %
1 UNTR 26,500 27,950 1,450 5.47
2 BMRI 7,325 7,100 -225 -3.07
3 ADRO 1,415 1,410 -5 -0.35
4 PGAS 2,640 2,650 10 0.38
5 BNLI 1,055 1,055 0 0.00
6 JPFA 2,330 2,340 10 0.43
7 INDY 2,180 2,170 -10 -0.46
8 BUMI 163 158 -5 -3.07
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 ANTM 1,035 1,055 20 1.93