Portal Berita Ekonomi Minggu, 16 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:43 WIB. Properti - Pakar JPI: Harga hunian di Jakarta sangat tidak terjangkau. 
  • 11:19 WIB. Uang Negara - Kejari Batang selamatkan uang negara sebesar Rp1,4 miliar.
  • 11:19 WIB. Bank Indonesia - Gedung BI terima penghargaan IAI sebagai bangunan publik terbaik di Jakarta.
  • 11:18 WIB. Mochtar Riady - Mochtar Riady sebut moral sebagai persiapan paling penting dalam "seni perang". 
  • 10:08 WIB. Mitsubishi - Disinggung soal munculnya Avanza terbaru, Mitsubishi sebut itu tak jadi pesaing berat Xpander. 

Jika Teror untuk Balasan, Harusnya yang Sakit Hati Polisi

Foto Berita Jika Teror untuk Balasan, Harusnya yang Sakit Hati Polisi
Warta Ekonomi.co.id, Yogyakarta -

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif mengatakan jika pada akhirnya kasus terorisme di tiga gereja di Surabaya merupakan balasan aksi rusuh di Mako Brimob seharusnya yang sakit hati adalah pihak kepolisian bukan para teroris.

"Harusnya kan yang sakit hati polisi, yang meninggal polisi lima kok. Mereka (napi teroris) kan hanya satu. Polisi masih muda-muda dicincang begitu rupa, ini perbuatan apa, setan enggak kalau begitu," kata Buya di kediamannya di Yogyakarta, belum lama ini.

Meski belum mengetahui, apakah aksi terorisme di tiga gereja di Surabaya itu merupakan kelanjutan dari kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok atau berkaitan dengan jaringan teroris lainnya, Syafii mengaku mendapatkan informasi bahwa pelaku adalah pemain tunggal.

"Saya dapat informasi dari seorang tokoh polisi yang mengatakan ini pemain tunggal atau `lone wolf` seperti yang terjadi di Gereja Lidwina (Yogyakarta)," kata dia.

Syafii tidak habis pikir mengenai persebaran para terorisme yang selalu muncul kembali meski telah berkali-kali diberantas oleh kepolisian. Terkait hal itu, pemerintah serta aparat kepolian, menurut dia, perlu mencari akar pokok yang menyebabkan aksi-aksi tersebut terus bermunculan hingga kini.

"Ini kan sudah berulang-ulang ini dari bom Bali dan seterusnya dan kita berharap dengan dieksekusi makin reda, ternyata mati satu tumbuh seribu," kata dia.

Menurut dia, akar masalah terus tumbuhnya terorisme perlu segera dicari agar Indonesia tidak menjadi seperti Suriah atau sejumlah negara Arab lainnya seperti Libia, Afganistan, serta Irak.

"Kalau Indonesia sudah rusak seperti di Suriah, saya rasa dunia Islam sudah runtuh seluruhnya. Orang-orang melihat Indonesia sekarang masih agak waraslah walaupun tetap terjadi (aksi teror). Kalau Arab sudah berantakan seluruhnya," kata dia.

Ia juga mengaku sangat prihatin bahwa para teroris melancarkan aksinya dengan dalih atas nama Tuhan. Klaim seperti itu, menurut Syafii adalah buah dari penafsiran agama yang keliru dan ditundukkan oleh syahwat kekuasaan semata.

"Kita sangat prihatin itu (dilakukan), atas nama Tuhan. Kalau begitu Tuhan kejam dong, tidaklah, Tuhan menurut konsep semua agama enggak kejam," kata dia.

Tag: Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Terorisme, Syafii Maarif

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Didik Suhartono

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00

Recommended Reading