Portal Berita Ekonomi Rabu, 15 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:56 WIB. SMN - Peserta SMN dari Kaltara latihan rappelling di lapangan Asrama Yonif Mekanis 201 Jaya Yudha.
  • 12:54 WIB. Turki - Dirjen IKM Kemenperin: krisis yang melanda Turki tidak akan berpengaruh terhadap IKM di dalam negeri.
  • 12:53 WIB. Neraca Perdagangan - BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia di bulan Juli 2018 kembali mencatat defisit US$2,03 miliar.
  • 12:50 WIB. Batik - Kemenperin: batik kuasai pasar global.
  • 11:51 WIB. Pertamina - Presiden meminta Pertamina agar membeli seluruh lifting minyak bumi KKKS.
  • 11:36 WIB. Harga - Harga kacang panjang di Bandung naik.
  • 11:35 WIB. IKM - 26 IKM siap tampil di Asian Games 2018.
  • 11:22 WIB. IPC - IPC memfasilitasi program SMN di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
  • 11:09 WIB. Gerindra - Laporan LSM ke Bawaslu soal mahar Sandiaga Uno tidak didukung bukti akurat.
  • 11:08 WIB. Gerindra - Bawaslu harus cermat menerima laporan.
  • 11:08 WIB. Gerindra - Laporan terkait Sandiaga Uno ke Bawaslu sangat lemah.
  • 11:08 WIB. Gerindra - Bawaslu seharusnya tidak menerima laporan terkait Sandiaga Uno.
  • 10:52 WIB. MenPAN-RB - Presiden Jokowi resmi melantik Komjen Pol Syafruddin sebagai MenPAN-RB.
  • 17:35 WIB. Daerah - Presiden Jokowi minta sekolah roboh di Lombok segera dibangun.

Kadin Harap Teror Bom Tak Pengaruhi Aktivitas Ekonomi

Foto Berita Kadin Harap Teror Bom Tak Pengaruhi Aktivitas Ekonomi
Warta Ekonomi.co.id, Manado -

Kamar Dagang Industri (Kadin) berharap aksi teror bom di Kota Surabaya tidak akan mempengaruhi aktivitas ekonomi baik nasional maupun di Provinsi Sulawesi Utara.

"Kami berharap aksi bom Surabaya tidak akan memberikan efek negatif pada kegiatan ekonomi baik jangka pendek maupun panjang," kata Wakil Ketua Umum Kadin Sulut Ivanry Matu di Manado, Selasa (15/5/2018).

Ivanry mengatakan aksi teroris dengan melakukan pengeboman di beberapa titik di kota Surabaya menjadi keprihatinan bersama, karena itu telah sangat melukai banyak pihak apalagi keluarga korban.

Memang, katanya, hal ini akan berdampak pada banyak aspek baik sosial maupun ekonomi, sehingga harus secepatnya dilakukan langkah antisipasinya.

Dia menjelaskan jika masalah ini cepat terselesaikan maka dampak ekonominya kemungkinan sangat kecil.

Karena, katanya, jika dicermati secara langsung aktivitas ekonomi akan tetap berjalan seperti biasa, dan hanya pada titik tertentu saja, apalagi masyarakat cenderung berpikir rasional dan percaya bahwa kegiatan ini akan segera kondusif.

Namun, katanya, jika penanganan kegiatan ini lamban dan nanti tidak ditemukan otak pelaku, maka akan menimbulkan was-was bagi para investor dan malah calon investor tidak akan berani berinvestasi ke Indonesia.

"Karena keamanan dan kenyaman menjadi faktor utama bagi pengusaha dalam berinvestasi termasuk investor luar negeri," kata Ivanry yang juga sebagai bakal calon anggota DPRD Sulut ini.

Dan, katanya, jika masalah tidak terselesaikan dan terulang lagi, artinya berkepanjangan nah ini yang menjadi "tanda awas" para investor akan lari dan kegiatan ekonomi bisa .

Orang akan takut keluar rumah, katanya, takut beraktivitas, dan ini sudah masuk kategori serius, tapi untuk kasus Surabaya optimis akan cepat terselesaikan, Jadi, katanya, pengaruh Bom Surabaya dampaknya sangat kecil sekali bagi dunia ekonomi.

Ledakan bom di Surabaya Minggu (13/5) terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercelah Ngagel pukul 07.30 WIB, di GKI Jalan Diponegoro pukul 07.35 WIB, dan Gereja Pantekosta Jalan Arjuna pukul 08.00 WIB. Pada malam hari ledakan terjadi lagi di Siduarjo dan Senin (14/5) terjadi di Kantor Polresta Surabaya.

 

Tag: Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Terorisme, Surabaya

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Moch Asim

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5769.873 -91.373 598
2 Agriculture 1504.044 10.622 19
3 Mining 1973.743 -15.372 46
4 Basic Industry and Chemicals 770.065 -19.886 70
5 Miscellanous Industry 1184.524 -40.044 45
6 Consumer Goods 2305.685 -67.033 46
7 Cons., Property & Real Estate 438.876 -4.935 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 998.907 -8.880 70
9 Finance 1049.919 -7.372 91
10 Trade & Service 831.939 -13.103 144
No Code Prev Close Change %
1 FILM 760 935 175 23.03
2 SQMI 224 274 50 22.32
3 GOLD 452 535 83 18.36
4 BYAN 16,500 19,000 2,500 15.15
5 AIMS 222 250 28 12.61
6 LMSH 555 620 65 11.71
7 DYAN 82 91 9 10.98
8 MAYA 3,510 3,890 380 10.83
9 NUSA 185 204 19 10.27
10 RODA 460 500 40 8.70
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 177 141 -36 -20.34
2 GLOB 220 180 -40 -18.18
3 PTBA 4,850 4,160 -690 -14.23
4 KPAL 635 550 -85 -13.39
5 MAPA 4,160 3,700 -460 -11.06
6 LPIN 1,095 980 -115 -10.50
7 NIPS 410 370 -40 -9.76
8 OKAS 232 210 -22 -9.48
9 DMAS 147 134 -13 -8.84
10 MIKA 1,960 1,790 -170 -8.67
No Code Prev Close Change %
1 PTBA 4,850 4,160 -690 -14.23
2 BBRI 3,140 3,130 -10 -0.32
3 TLKM 3,370 3,350 -20 -0.59
4 FILM 760 935 175 23.03
5 IMAS 2,600 2,530 -70 -2.69
6 UNVR 42,600 41,000 -1,600 -3.76
7 PGAS 1,805 1,815 10 0.55
8 BMRI 6,925 6,725 -200 -2.89
9 TARA 900 905 5 0.56
10 BBTN 2,630 2,530 -100 -3.80