Portal Berita Ekonomi Minggu, 27 Mei 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:24 WIB. Amerika - Dua negara bagian AS umumkan keadaan darurat topan.
  • 10:23 WIB. Somalia - Puluhan orang tewas di Somalia akibat cuaca ekstrem.
  • 10:22 WIB. China - Sengketa AS-China jadi kekhawatiran dalam pertemuan APEC.
  • 10:21 WIB. Iran - Sanksi AS sasar maskapai penerbangan kepresidenan Iran.
  • 09:59 WIB. DKI Jakarta - Anies soal Ormas minta THR jika langgar hukum laporkan.
  • 09:57 WIB. DKI Jakarta - Anies kaji usul PKS soal Milad Jakarta pada ramadan ke-22.
  • 09:57 WIB. Nasional - Kemendagri: 10 juta penduduk belum rekam e-KTP.
  • 09:56 WIB. Pilpres - Gatot Nurmantyo optimis ikut Pilpres 2019.
  • 09:56 WIB. Politik - Fahri Hamzah belum maafkan dosa Abraham Samad terhadap eks presiden PKS.
  • 09:55 WIB. Politik - Moeldoko sebut Perpres korupsi tinggal diteken Jokowi.
  • 09:55 WIB. Politik - KPU akan undang parpol sosialisasi larangan caleg koruptor.
  • 09:54 WIB. Politik - JK kritik pembagian takjil berlabel #2019GantiPresiden.
  • 09:54 WIB. Politik - SETARA Institute: Perpres pelibatan TNI berpotensi lampaui UU Terorisme.
  • 09:53 WIB. Hukum - Hidayat Nur Wahid: Pelaku bom Gereja tidak melaksanakan ajaran Islam.
  • 09:53 WIB. Nasional - Menag minta petugas haji jadi role model jemaah Indonesia di tanah suci.

Pertama Kalinya, BCA Terbitkan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan

Foto Berita Pertama Kalinya, BCA Terbitkan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Untuk pertama kalinya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menerbitkan surat utang dalam bentuk obligasi subordinasi guna memperkokoh struktur permodalan dan meningkatkan struktur penghimpunan dana jangka panjang.

Penerbitan obligasi subordinasi ini merupakan bagian dari rencana aksi (recovery plan) untuk memenuhi kewajiban Bank sesuai aturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.14/POJK.03/2017 tentang Rencana Aksi (Recovery Plan) bagi Bank Sistemik.

Wakil Presiden Direktur BCA, Eugene Keith Galbraith, mengatakan, obligasi subordinasi ini akan diterbitkan dalam skema penawaran umum berkelanjutan, di mana pada tahap I, BCA akan menerbitkan obligasi subordinasi sebanyak-banyaknya Rp500 miliar.

"BCA memiliki kondisi keuangan dan likuiditas yang solid. Saat ini, sebagian besar modal BCA merupakan modal inti (Tier I) yang berkontribusi 96% terhadap jumlah modal per akhir tahun 2017. Namun, sebagai salah satu bank sistemik yang ditetapkan oleh OJK, BCA berencana untuk menerbitkan obligasi subordinasi guna memenuhi salah satu kewajiban dalam recovery plan yang diwajibkan oleh OJK," kata dia di Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Dijelaskannya, obligasi subordinasi ini memiliki tiga tenor, yakni Seri A berjangka waktu tujuh tahun, Seri B bertenor sepuluh tahun, dan Seri C bertenor 12 tahun.

"Kupon Seri A sekitar 7,5-8,25 persen, Seri B 7,75-8,5 persen, dan Seri C 8-8,75 persen," ucapnya

Adapun masa penawaran awal (book building) atas obligasi subordinasi tersebut akan dilaksanakan pada Mei 2018 dan awal Juli 2018 obligasi subordinasi BCA tahap I dijadwalkan akan tercatat di Bursa Efek Indonesia.

"Rencana penggunaan dana dari penerbitan obligasi subordinasi adalah untuk pengembangan usaha terutama pemberian kredit," kata Eugene.

Lebih lanjut Eugene menuturkan, penerbitan obligasi subordinasi ini akan menambah alternatif investasi dari instrumen-instrumen keuangan yang diterbitkan oleh BCA bagi para investor dan para nasabah BCA.

Sekadar informasi, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan peringkat terhadap BCA yaitu idAAA untuk corporate rating dan idAA untuk instrumen obligasi subordinasi.

Tag: PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Eugene K Galbraith

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5975.742 29.204 583
2 Agriculture 1545.561 -3.579 19
3 Mining 1874.083 5.539 44
4 Basic Industry and Chemicals 797.876 9.669 69
5 Miscellanous Industry 1255.404 1.089 44
6 Consumer Goods 2467.513 7.000 45
7 Cons., Property & Real Estate 463.741 1.542 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1016.181 -6.306 65
9 Finance 1058.646 9.953 92
10 Trade & Service 911.636 5.660 140
No Code Prev Close Change %
1 HOME 120 156 36 30.00
2 CMPP 240 300 60 25.00
3 TRUK 430 535 105 24.42
4 SKBM 436 535 99 22.71
5 VINS 128 150 22 17.19
6 CAMP 444 520 76 17.12
7 NELY 118 134 16 13.56
8 SKYB 430 488 58 13.49
9 KBLV 540 600 60 11.11
10 NAGA 218 242 24 11.01
No Code Prev Close Change %
1 TGRA 585 458 -127 -21.71
2 YPAS 790 620 -170 -21.52
3 SONA 3,200 2,750 -450 -14.06
4 RDTX 6,500 5,625 -875 -13.46
5 FREN 110 97 -13 -11.82
6 MITI 131 116 -15 -11.45
7 IDPR 900 800 -100 -11.11
8 SDMU 298 272 -26 -8.72
9 TRUS 238 218 -20 -8.40
10 CNTX 650 600 -50 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 BHIT 119 121 2 1.68
2 PGAS 2,170 2,080 -90 -4.15
3 BBRI 3,060 3,120 60 1.96
4 KREN 750 740 -10 -1.33
5 ERAA 2,730 2,730 0 0.00
6 MNCN 1,235 1,240 5 0.40
7 TARA 830 840 10 1.20
8 UNTR 36,950 37,500 550 1.49
9 TLKM 3,560 3,560 0 0.00
10 INKP 15,250 16,000 750 4.92