Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:32 WIB. Huawei - Huawei Mate 20 tak pakai sensor monokrom. 
  • 15:31 WIB. Panasonic - Panasonic bikin kacamata kuda elektronik bernama Wear Space untuk pekerja kantoran.
  • 13:36 WIB. Facebook - Facebook rekrut mantan wakil PM Inggris Nick Clegg.
  • 13:33 WIB. Honor - Honor 8X Max tak masuk Indonesia.
  • 12:38 WIB. Pepper - Pepper, robot pertama yang jadi saksi di sidang parlemen.
  • 12:34 WIB. Google - Google perbaiki fitur Login Otomatis pada pembaruan Chrome terrbaru.
  • 12:10 WIB. Facebook - Spammer peretas 50 juta pengguna Facebook nyamar jadi digital marketer.
  • 12:08 WIB. Twitter - Twitter blokir akun bot pro Arab Suadi untuk kasus Khashoggi. 
  • 10:34 WIB. Samsung - Samsung uji coba kamera selfie dalam layar.
  • 10:33 WIB. Facebook - Hacker Facebook tak terkait negara tertentu.  
  • 08:28 WIB. Huawei - Huawei pastikan kelahiran ponsel 5G layar lipat Juni 2019.

Imbas Teror Bom Surabaya, Pengusaha Ritel Turun Omzet

Foto Berita Imbas Teror Bom Surabaya, Pengusaha Ritel Turun Omzet
Warta Ekonomi.co.id, Surabaya -

Dampak teror bom di Surabaya beberapa hari mulai berimbas penurunan omzet bagi pengusaha ritel yang tergabung Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jatim. Aprindo Jatim mencatat selama 2 hari kejadian bom di Surabaya alami penurunan omzet sebasar Rp33,9 miliar atau turun 70%.

Ketua DPW Aprindo Jatim, April Wahyu Widati menyatakan, tragedi bom Surabaya cukup berdampak pada pengusaha ritel di Jatim. Hal itu kata April, masyarakat alami trauma besar terhadap kejadian bom yang dilakukan terduga teroris sehingga, masyarakat takut untuk berbelanja.

“Untuk itu, kami menghimbau pada masyarakat luas agar tidak perlu takut berbelanja di mall dan supermarket di Surabaya karena sudah kondusif. Kami yakin, apa yang dilakukan aparat keamanan sudah baik untuk melindungi masyarakat untuk berbelanja,” tegas April di Surabaya, Rabu (16/5/2018).

Selain itu, kata April, untuk menghapus trauma masyarakat atas kejadian terir bom tersebut pihaknya ,akan memberi informasi pada masyarakat lewat spanduk yang dipasang beberapa titik di Surabaya dan Sidoarjo agar masyarakat tetap berbelanja dengan aman.

“Seluruh anggota Aprindo akan memberi solusi yang baik untuk mengembalikan psikologis masyarakat Surabaya untuk belanja. Langkah ini cukup tepat  dilakukan agar pengusaha ritel bisa melakukan bisnisnya kembali normal,” ujarnya.

Wanita ini mengakui, bahwa penurunan omzet sebasar 70% tidak semua ritel mengalami penurun omzet dengan angka tersebut. Penurunan omzet diangka 70% tersebut terjadi hanya dilokasi titik  peristiwa bom bunuh di Surabaya beberapa hari lalu.

“Tidak semua alami penurun omzet. Itu hanya terjadi dilokasi kejadian saja sementara, dilokasi lain hanya menurun dibawah 70%,” kata April.

Sementara, Corporate Communication Alfamart Jatim, Dwi Pramesti mengakaui, tragedi bom di Surabaya cukup berimbas omzet penurunan di jaringan toko swalayan di beberapa wilayah di Surabaya dan sekitarnya.

“Untuk supermarket sendiri alami penurunan omzet sekitar 30 hingga 40% disekitar kejadian bom bunuh diri tersebut,” ujar  Dwi.

Tag: Jawa Timur, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Terorisme

Penulis: Mochamad Ali Topan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Mochamad Ali Topan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46