Portal Berita Ekonomi Jum'at, 14 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:15 WIB. Google - Google prediksi pemilu dan tokoh politik bakal jadi trending di 2019.
  • 07:02 WIB. California - California berencana kenakan pajak untuk SMS. 
  • 07:00 WIB. Fintech - Kemenkominfo telah blokir 400 Fintech ilegal dari OJK. 
  • 06:58 WIB. YLKI - YLKI sebut perlindungan konsumen belanja online rendah. 
  • 06:54 WIB. Apple - Apple investasikan Rp14,5 triliun untuk kampus di Texas. 

Menkeu: Kinerja APBN April 2018 Positif

Foto Berita Menkeu: Kinerja APBN April 2018 Positif
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan kinerja APBN dari sisi pendapatan maupun belanja hingga akhir April 2018 telah menunjukan kinerja yang positif.

"Realisasi APBN sampai 30 April 2018 menunjukkan capaian yang lebih baik," kata Sri Mulyani dalam jumpa pers perkembangan APBN di Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Sri Mulyani menjelaskan membaiknya pencapaian tersebut terlihat dari realisasi defisit anggaran sebesar Rp55,1 triliun atau 0,37 persen terhadap PDB, atau lebih rendah dari periode akhir April 2017.

Pada periode sama tahun lalu defisit anggaran telah berada pada Rp72,2 triliun atau sekitar 0,53% terhadap PDB.

"Melihat indikator ini kami menyakini defisit bisa tetap terjaga pada kisaran dua persen atau berada pada kisaran UU APBN sebesar 2,19%," ujar Sri Mulyani.

Ia menambahkan realisasi defisit anggaran tersebut berasal dari pendapatan negara yang sudah mencapai Rp527,8 triliun dan belanja negara sebesar Rp582,9 triliun.

Pendapatan negara tersebut terdiri atas penerimaan perpajakan sebesar Rp416,9 triliun, penerimaan negara bukan pajak Rp109,9 triliun dan hibah Rp1 triliun.

Sedangkan, belanja negara terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp331 triliun serta transfer ke daerah dan dana desa sebanyak Rp251,9 triliun.

Realisasi belanja pemerintah pusat terdiri dari belanja kementerian lembaga Rp165,9 triliun dan belanja nonkementerian lembaga sebanyak Rp165,1 triliun.

Untuk menutup defisit anggaran ini, pembiayaan utang pemerintah sudah mencapai Rp187,2 triliun atau sedikit menurun dari periode sama tahun lalu Rp195,4 triliun.

Sri Mulyani memastikan membaiknya realisasi defisit anggaran ini telah mendukung adanya perbaikan keseimbangan primer yang tercatat surplus Rp24,2 triliun.

Surplus keseimbangan primer sebesar Rp24,2 triliun ini lebih baik dari pencapaian pada akhir April 2017 sebesar Rp3,7 triliun.

"Surplus keseimbangan primer ini menunjukkan, APBN kita dari sisi defisit, mengalami perbaikan yang sangat konsisten," ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Tag: Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Sri Mulyani Indrawati, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Ruangguru

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6177.720 62.143 621
2 Agriculture 1516.070 10.982 20
3 Mining 1776.514 21.113 47
4 Basic Industry and Chemicals 846.848 12.353 71
5 Miscellanous Industry 1420.317 27.074 46
6 Consumer Goods 2515.883 16.594 49
7 Cons., Property & Real Estate 455.102 3.544 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.130 21.053 71
9 Finance 1176.328 11.338 91
10 Trade & Service 791.531 -0.850 153
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 344 430 86 25.00
2 SOTS 436 545 109 25.00
3 PNSE 750 935 185 24.67
4 ZONE 446 555 109 24.44
5 KICI 212 260 48 22.64
6 SAFE 171 206 35 20.47
7 JKSW 60 68 8 13.33
8 KAEF 2,550 2,850 300 11.76
9 TRAM 163 180 17 10.43
10 OASA 318 350 32 10.06
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 555 418 -137 -24.68
2 INPP 605 480 -125 -20.66
3 GMTD 14,900 13,425 -1,475 -9.90
4 BTEK 137 125 -12 -8.76
5 SMDM 152 139 -13 -8.55
6 DSSA 14,725 13,500 -1,225 -8.32
7 BBLD 492 454 -38 -7.72
8 AKPI 780 720 -60 -7.69
9 ETWA 78 72 -6 -7.69
10 OCAP 244 226 -18 -7.38
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 372 360 -12 -3.23
2 KPAS 710 705 -5 -0.70
3 RIMO 142 151 9 6.34
4 TLKM 3,650 3,750 100 2.74
5 TRAM 163 180 17 10.43
6 PGAS 2,130 2,150 20 0.94
7 PTBA 4,310 4,500 190 4.41
8 BBRI 3,620 3,680 60 1.66
9 CPIN 6,500 6,950 450 6.92
10 UNTR 29,300 29,300 0 0.00