Portal Berita Ekonomi Selasa, 19 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:58 WIB. Yaman - Pertempuran sengit di Yaman ancam jutaan warga sipil.
  • 16:56 WIB. Ronaldo - Presiden Turki puji bintang Portugal Ronaldo.
  • 16:55 WIB. Jepang - Korban tewas akibat gempa di Jepang tembus 4 orang.
  • 16:54 WIB. Finlandia - Menlu Retno: Hubungan bilateral Indonesia-Finlandia berkembang signifikan.
  • 16:54 WIB. Korea Selatan - Pentagon tangguhkan rencana latihan bersama dengan Korsel.
  • 16:53 WIB. Yaman - Yaman: Pasukan pemerintah serang bandara Hudaydah.
  • 16:53 WIB. Trump - Donald Trump enggan AS jadi kamp migran.
  • 16:51 WIB. Pentagon - Trump perintahkan Pentagon bentuk pasukan luar angkasa.
  • 16:50 WIB. Google - Google cabut integrasi Uber di Google Maps.
  • 16:50 WIB. Imigrasi - AS bela kebijakan imigrasi meskipun harus pisahkan anak dan orang tua.
  • 16:49 WIB. Kim Jong-un - Kim Jong-un tiba di China dalam kunjungan selama dua hari.
  • 16:48 WIB. WHO - Compulsive gaming jadi istilah baru yang dikeluarkan WHO untuk sebut kecanduan game.
  • 16:45 WIB. Microsoft - Microsoft beri penyegaran antarmuka Office.
  • 16:44 WIB. Alibaba - Jack Ma pilih Malaysia jadi lokasi kantor Alibaba.
  • 16:43 WIB. Perang Dagang - Perang Dagang China-AS dijanjikan tak berimbas pada harga iPhone.

KPK: Kasus Century Jalan Terus!

Foto Berita KPK: Kasus Century Jalan Terus!
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap akan meneruskan penanganan kasus tindak pidana korupsi pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) kepada Bank Century dan penetapan bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Hal tersebut berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), penyidik, dan tim yang ditunjuk pasca-putusan hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Effendy Mochtar yang memerintahkan KPK tetap melanjutkan kasus Bank Century.

"Jadi, sudah ada forum membahas bersama terkait dengan hasil kajian awal tersebut. Setelah proses pembahasan itu diputuskan bahwa penanganan kasus Century harus diteruskan jadi diperkuat dan diperdalam tentu saja," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Jumat (18/5) malam.

Selanjutnya, kata dia, KPK akan melihat kembali bukti-bukti yang relevan juga peran dari pihak-pihak dalam kasus korupsi Bank Century itu.

"Nanti akan dilihat bukti-bukti yang relevan terkait dengan peran orang perorang. Peran orang perorang sebelumnya berdasarkan analisis data persidangan atau dokumen-dokumen yang dimiliki dari keputusan rapat Senin kemarin. Tentu saja akan mencari bukti bukti yang lebih, sifatnya lebih teknis untuk proses hukum lebih lanjut," tuturnya.

Selain itu, kata Febri, lembaganya juga akan mengklarifiasi lebih jauh soal proses merger bank selain proses FPJP, "bailout" dan juga penyertaan modal sementara (PMS).

"Proses merger juga menjadi salah satu poin yang juga kami gali lebih jauh. Kalau kita baca putusan kemarin kan kami baru mendalami kerugian negaranya disebabkan oleh tiga prores itu FPJP, "bailout", dan PMS. Kami juga dalami tarik lagi ke belakang pada proses merger," ujarnya.

Dalam perkara tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) kepada Bank Century dan penetapan bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, mantan Deputi Bidang IV Pengelolaan Devisa BI Budi Mulya telah dijatuhi putusan kasasi pada 8 April 2015 yaitu penjara selama 15 tahun dan denda Rp1 miliar subsider 8 bulan kurungan.

Sebelumnya pengadilan tingkat pertama memutuskan Budi Mulya dipenjara selama 10 tahun ditambah denda Rp500 juta subsider 5 bulan kurungan, kemudian putusan banding di Pengadilan Tinggi meningkatkan vonis menjadi 12 tahun ditambah denda Rp500 juta subsider 5 bulan kurungan.

Tag: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bank Century

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5993.627 -113.071 587
2 Agriculture 1535.417 -16.568 19
3 Mining 1950.048 -19.774 44
4 Basic Industry and Chemicals 810.011 -8.507 70
5 Miscellanous Industry 1230.258 -8.573 45
6 Consumer Goods 2439.310 -39.956 45
7 Cons., Property & Real Estate 473.172 -5.498 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1040.501 -26.112 65
9 Finance 1059.149 -33.106 93
10 Trade & Service 902.658 -6.794 141
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10