Portal Berita Ekonomi Kamis, 17 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:59 WIB. IHSG - Kamis pagi, IHSG dibuka menguat 0,13% ke level 6.421,41.¬†
  • 08:54 WIB. Pertamina - Menkeu dorong Pertamina untuk implementasikan B20.
  • 07:37 WIB. BUMN - Anggaran belanja modal BUMN tahun ini diproyeksikan mencapai Rp775-Rp800 triliun.
  • 07:36 WIB. ASDP - ASDP akan berekspansi ke Timor Leste dan Malaysia.
  • 07:35 WIB. ASDP - ASDP berencana membuka rute penyeberangan internasional mulai 2019.
  • 07:34 WIB. BTN - BTN menargetkkan wholesale funding yang dihimpun pada 2019 mencapai Rp14 triliun.
  • 07:31 WIB. PTBA - PTBA akan terlibat dalam misi pemerintah membuat sumber bahan bakar baru yakni dimethyleter.
  • 07:28 WIB. PLN - PLN Disjaya menyiapkan listrik berlapis untuk memastikan kelancaran debat perdana Pilpres.
  • 07:21 WIB. KAI - KAI Surabaya menargetkan jumlah penumpang tahun ini bisa mencapai 11,86 juta orang.
  • 07:21 WIB. BNI - BNI kini memiliki Capital Adequacy Ratio sebesar 18,45% di penghujung 2018.
  • 07:20 WIB. BRI - BRI menargetkan penyaluran KUR dapat mencapai Rp86,97 triliun.
  • 07:20 WIB. Batubara - Target produksi batubara tahun 2019 diproyeksikan sebanyak 479,83 juta ton.
  • 07:20 WIB. PLN - Kebutuhan batubara PLN tahun 2019 diperkirakan naik 5% dari realisasi tahun lalu.
  • 07:01 WIB. Mandiri - Mandiri menyalurkan KUR sebesar Rp17,58 triliun sepanjang 2018.
  • 06:50 WIB. Mandiri¬†- Mandiri menghadirkan Official Mandiri e-store di Shopee.

AP II di Tengah Sengitnya Pertarungan Hub and Spoke Airport Global

Foto Berita AP II di Tengah Sengitnya Pertarungan Hub and Spoke Airport Global
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bandara Soekarno-Hatta masuk kategori hub and spoke airport. Persaingan antaroperator hub and spoke airport global terbilang sengit. Ada yang berani memberi insentif kepada maskapai dan fasilitas super kepada penumpang agar mau singgah di bandara tersebut.

Persaingan antarbandara international di dunia dalam menarik minat maskapai singgah di bandara itu semakin sengit. Dengan semakin banyak maskapai yang singgah di bandara, selain akan menangguk limpahan jumlah penumpang pesawat yang berpeluang mengais pendapatan dari bisnis nonaeronautical, dapat pula mendulang pendapatan dari bisnis aeronautical seperti fee take-off dan landing pesawat, pemakain galbarata, biaya parkir pesawat, dan air navigatian.

Persiangan yang kasat mata antar-airport terlihat dalam upaya menjadikan diri mereka sebagai airport hub and spoke. Yang dimaksud airport hub adalah airport itu menjadi destinasi akhir maskapai atau tempat singgah maskapai sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir. Misal, rute penerbangan Jakarta ke London yang transit di Dubai International Airport, Uni Emirat Arab (UEA). Dari Dubai, penumpang bisa melanjutkan penerbangan ke London dengan maskapai yang sama atau pesawat lainya. Dubai menjadi airport hub.

UEA merupakan contoh negara yang sukses mentransformasi diri menjadikan bisnis jasa, termasuk pengelolaan bandara sebagai andalan pendapatan negara itu ketimbang bergantung pada minyak dan gas. Sejak 2014, Dubai Airport menjadi bandara hub internasional nomor satu di dunia menggeser Bandara Heathrow di London. Dubai Airport selaku pengelola maskapai Emirates Airlines membukukan 88,2 juta penumpang dan berhak menyandang Busiest International Airport by Passangers dan masuk lima besar The World’s Best Airlines versi Syktrax. Program DXB Plus dan Di Al-Maktoumnya Center (DWC) siap Atlanta dan Beijing sebagai nomor 1 World Airports (penumpang dan kargo). 

Menurut Arista Atmadja selain faktor posisi geografisnya yang menentukan—persimpangan antara Benua Asia, Afrika, dan Eropa—tidak dipungkiri berbagai inovasi yang dihadirkan otoritas Bandara Dubai menjadi kunci kesuksesan. Otoritas di sana memberi insentif tarif avtur, free duty fee, dan ground handling fee. Alhasil, banyak maskapai termasuk negara pecahan Uni Soviet, melirik Dubai. “Dubai tidak hanya menjadi bandara pengepul, tetapi juga menyebarkan kembali ke lebih dari 250 destinasi di dunia,” papar founder Arista Indonesia Aviation Center.

Sukses pengelola bandara Dubai International Airport menjadi hub and spoke airport membawa dampak ekonomi yang besar bagi negara itu. Merujuk catatan Dubai Airport Company, industri penerbangan menyumbang US$26,7 miliar atau setara 27% perekonomian negara tersebut pada 2013. Angka itu terus diproyeksikan meningkat hingga US$88,1 miliar atau setara 45% PDB UEA pada 2020. Dari sisi lapangan kerja, menyerap 416.500 setara 21% angkatan kerja dan diproyeksikan terus meningkat menjadi 1,19 juta setara 35% angkatan kerja.

Dari hasil studi The British Chambers of Commerce, keberadaan sebuah bandara dengan status international hub and spoke seperti Heathrow di London memberi dampak besar terhadap perekonomain Inggris. Tidak hanya itu, banyak bisnis baru yang terkait dengan kegiatan di bandara terus bertumbuh. International Connectivity Heatrow ikut mendorong minat foreign investment masuk ke negara itu. Kajian lain dari Lutfhansa Consulting, Jerman bahwa operator hub and spoke airport akan mendulang pendapatan dari kegiatan hub khususnya dari non-aeronautical lebih besar dari aeronautical.

Tapi, pada sisi lain, menjadikan bandara sebagai international hub and spoke juga ada risikonya. Pasalnya, untuk menjadi bandara berstatus hub and spoke butuh modal besar untuk ekspansi berbagai fasilitas di bandara seperti penambahan runway baru, kereta api bandara, hotel, mal, cargo village. Pada sisi lain, kecenderungan bisnis airline mengarah ke penerbangan low cost carrier (LCC). Maskapai beroperasi sehemat mungkin, termasuk saat parkir di bandara yang dibuat semakin singkat. Hal ini membawa konsekuensi pula terhadap waktu luang penumpang di bandara yang semakin sempit sehingga leisure hours di mal bandara pun tipis. Ini berdampak pada menipisnya potensi pendapatan dari sisi non-aeronautical.

Optimalisasi Bandara Soetta

Anggota Dewan Penasihat Indonesia National Air Carrier Association (Inaca), Arif Wibowo, menilai, untuk menjadi pemenang di bisnis bandara hub and spoke, perlu ada daya tarik bagi airlines, penumpang, cargo, dan semua airlines related business. Daya tarik ini mencakup berbagai hal, utamanya memiliki connectivity index yang tinggi sehingga connecting time sangat baik dan pilihannya banyak dari satu penerbangan ke penerbangan lanjutannya. “Tidak kalah penting, harus didukung juga oleh insentif-insentif dan berbagai fasilitas yang bisa menarik airlines untuk memusatkan hub and spoke,” kata dia.

Di tengah persaingan yang begitu ketat sesama pengelola bandara hub and spoke di Asean dimana Bandara Soetta mesti bertarung melawan Changi dan Kuala Lumpur Airport, perlu langkah kreatif. Arista menyarankan optimalisasi slot time tengah malam, yang saat ini masih kurang diminati, untuk diarahkan ke angkutan komoditas kargo dengan pemberian insentif tarif landing fee atau parking fee, ground handling fee, dan navigation fee hingga 50%, misalnya. Muatan kargo yang lazimnya tidak terlalu memikirkan jam-jam ideal ini, bisa memanfaatkan sisa slot yang tidak favorit. Hal ini akan menarik maskapai-maskapai kargo atau pun carter yang memang tidak menyasar peak hour.

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, tidaklah memungkiri bahwa secara teknis Bandara Soetta sudah memenuhi prasyarat sebagai hub and spoke. Itu terjadi dengan status bandara sebagai internasional airport, memiliki kapasitas memadai, dan keamanannya terjamin. Ditambah lagi, Indonesia yang saat ini memiliki lebih dari 60 operator airlines dan 800 aircrafts yang diakui di mata internasional. Saat ini, Indonesia sudah masuk kategori 1 Federal Aviation Administration (FAA) dan memenuhi 95% standar ICAO (International Civil Aviation Organization) tentang keamanan.

“Kalau sebagai hub and spoke secara teknis sudah memenuhi syarat, hanya memang posisi Soetta itu agak di selatan sehingga membuat distribusi penerbangan ke negara-negara lain tidak gampang,” kata mantan CEO AP II ini.

Nah, formulasi 3 Game Changers AP II diharapkan mampu mentransformasi diri Bandara Soetta sebagai hub and spoke airport sehingga masuk dalam jajaran top ten bandara terbaik dunia versi Skytrax dari posisi saat ini di urutan 45. 

Tag: PT Angkasa Pura II (Persero), Bisnis Penerbangan, Budi Karya Sumadi, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Arista Atmadja

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Ratih Rahayu

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6413.360 4.576 625
2 Agriculture 1580.665 -4.371 21
3 Mining 1864.283 19.943 47
4 Basic Industry and Chemicals 886.611 -9.234 71
5 Miscellanous Industry 1412.349 17.718 46
6 Consumer Goods 2622.970 -29.125 51
7 Cons., Property & Real Estate 479.075 -1.667 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1144.667 14.212 71
9 Finance 1218.281 4.587 91
10 Trade & Service 789.491 2.967 153
No Code Prev Close Change %
1 CANI 163 210 47 28.83
2 TIRA 250 312 62 24.80
3 AGRS 300 374 74 24.67
4 INCF 300 350 50 16.67
5 BGTG 95 110 15 15.79
6 INPP 650 750 100 15.38
7 VICO 104 119 15 14.42
8 CTTH 122 135 13 10.66
9 TFCO 665 735 70 10.53
10 BEST 234 258 24 10.26
No Code Prev Close Change %
1 ASJT 360 300 -60 -16.67
2 OCAP 330 282 -48 -14.55
3 YPAS 745 660 -85 -11.41
4 RELI 250 224 -26 -10.40
5 PRIM 570 515 -55 -9.65
6 APEX 1,400 1,295 -105 -7.50
7 OASA 378 350 -28 -7.41
8 ATIC 880 815 -65 -7.39
9 UNIT 268 252 -16 -5.97
10 MIDI 1,060 1,000 -60 -5.66
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 342 348 6 1.75
2 ANTM 820 870 50 6.10
3 PGAS 2,320 2,410 90 3.88
4 UNTR 25,600 26,050 450 1.76
5 TLKM 3,930 3,990 60 1.53
6 KPAS 222 224 2 0.90
7 BBRI 3,780 3,780 0 0.00
8 DOID 565 615 50 8.85
9 BMRI 7,800 7,800 0 0.00
10 BHIT 66 71 5 7.58