Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:31 WIB. Apple - Apple sebar undangan peluncuran iPad anyar.
  • 08:31 WIB. Tesla - Tesla dapat lahan di Shanghai untuk bangun Gigafactory.
  • 08:30 WIB. Amazon - Amazon dirikan kantor di Manchester.
  • 08:30 WIB. Instagram - Intagram hapus unggahan jual bayi online.
  • 06:03 WIB. Careem - Careem raih tambahan pendanaan US$200 juta.
  • 05:44 WIB. Honor - Awal November, smartphone kamera ganda Honor 8X dijual di Indonesia.
  • 21:35 WIB. Palestina - Israel robohkan bangunan Palestina di Tepi Barat.
  • 21:34 WIB. Australia - Kemlu panggil Dubes Australia soal isu Whatsapp bocor.
  • 21:33 WIB. Prancis - Prancis batal hadiri konferensi investasi di Arab Saudi.
  • 21:33 WIB. Daerah - Anak-anak terdampak gempa dapat tabungan Rp2,5 miliar.
  • 21:32 WIB. Nasional - Mentan apresiasi pameran Hari Pangan wujudkan hilirisasi pertanian.
  • 21:32 WIB. TNI - TNI terima kunjungan kehormatan AFWC Bangladesh.
  • 21:32 WIB. Turki - Turki: Hasil penyelidikan Khashoggi akan segera diungkap.
  • 21:31 WIB. Saudi - Intelijen AS yakin putra mahkota Saudi terlibat dalam kasus Khashoggi.
  • 21:31 WIB. Arab Saudi - Menlu Arab Saudi kunjungi Indonesia pekan depan.

Prediksi Bamsoet soal Pilpres 2019: Bakal Terjadi Rematch

Foto Berita Prediksi Bamsoet soal Pilpres 2019: Bakal Terjadi Rematch
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meyakini Pilpres 2019 akan mengulang kembali kisah pertemuan Jokowi dengan Prabowo seperti pada Pilpres 2014. Karena akan mempertemukan seteru lama, segala sumber daya akan dikeluarkan habis-habisan oleh kedua pendukung calon. Tidak menutup kemungkinan pertarungan akan berlangsung sengit melebihi Pilpres 2014.

“Prabowo telah menyatakan siap menjalankan mandat dari Partai Gerindra untuk maju dalam Pilpres 2019. Saya melihat ini akan merematch kejadian di 2014 lalu. Pertarungan akan berlangsung seru dan sengit,” ujar Bamsoet dalam Rilis Survey Nasional Charta Politika “Konstelasi Elektoral Pilpres & Pileg 2019 Pasca Deklarasi Prabowo Subianto” di Jakarta, Senin (21/05/18).

Bamsoet menilai kemungkinan besar tidak akan ada poros ketiga dalam konstelasi Pilpres 2019. Dari segi ketokohan, tidak ada yang sekuat Jokowi dan Prabowo. Sehingga, peluang munculnya Capres lain di luar Jokowi dan Prabowo sangat kecil.

“Sampai sejauh ini, Jokowi sudah didukung 5 partai politik, antara lain PDI-P, Golkar, Nasdem, Hanura, PPP. PKB sudah menyatakan dukungan dengan syarat Cak Imin menjadi Cawapres. Sedangkan Prabowo baru didukung Gerindra dan PKS. Masih ada Demokrat dan PAN yang belum menentukan pilihan. Karena itu saya yakin poros ketiga sangat sulit terwujud,” papar Bamsoet.

Bamsoet menilai ada beberapa faktor yang harus diperhatikan bagi Prabowo untuk maju sebagai Capres. Kepastian Prabowo maju sebagai Capres masih membutuhkan dukungan dari partai politik lain untuk bisa memperoleh dukungan 20 persen lebih di Parlemen. Setidaknya, Gerindra masih membutuhkan dukungan satu parpol guna memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden.

“Partai yang kemungkinan besar berkoalisi dengan Gerindra, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Berbagai penjajakan terus dilakukan. Kita harapkan koalisi Prabowo dengan partai pendukung lain bisa segera terbentuk, agar jelas siapa yang akan menjadi lawan Jokowi di Pilpres mendatang,” ujar Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini melihat pemilihan Cawapres bagi Prabowo akan berpengaruh terhadap naiknya elektabilitas. Jika Gerindra berkoalisi dengan PKS, maka Ketua Dewan Syuro PKS atau Presiden PKS layak mendampingi Prabowo sebagai Cawapres. Namun, kalau Gerindra berkoalisi dengan PAN, maka Ketua Umum PAN layak disandingkan dengan Prabowo.

“Elektabilitas Prabowo saat ini harus menjadi perhatian khusus. Pemilihan Cawapres yang tepat akan menaikan elektabilitas tersebut. Sekalipun elektabilitas Ketua Dewan Syuro PKS, Presiden PKS dan Ketua Umum PAN masih dibawah Jokowi dan Prabowo, namun ketiga tokoh tersebut sudah memiliki 'nilai jual' yang cukup kuat. Tinggal dimainkan saja,” papar Bamsoet.

Bamsoet optimis Jokowi masih unggul pada Pilpres mendatang. Pasalnya, sejak menjabat Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta, sampai maju di Pilpres 2014, Jokowi terkenal sebagai sosok yang berhasil berkoalisi dengan rakyat. Jokowi juga sangat dekat dengan para pemuka agama.

“Kekuatan utama Jokowi sesungguhnya bukan hanya di koalisi partai politik. Pada tahun 2014 lalu, koalisi Prabowo lebih banyak, tapi Jokowi mampu menang. Kekuatan utama Jokowi adalah ia sosok yang dekat dengan rakyat. Itulah kelebihan dari calon lainnya,” tutur Bamsoet.

Selain itu, politisi Partai Golkar ini menilai dalam 3,5 tahun kepemimpinannya, Jokowi banyak mempercepat pembangunan infrastruktur. Seperti, jalan penghubung di sejumlah daerah, tol laut hingga pembangunan bandar udara.

“Karenanya, Partai Golkar sejak awal sudah yakin Jokowi mampu membawa Indonesia lebih maju dan lebih baik lagi di periode pemerintahan berikutnya. Tak salah, jika Partai Golkar menjadi pengusung pertama bagi Jokowi maju di Pilpres 2019,” pungkas Bamsoet.

Tag: Bambang Soesatyo, Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Wahyu Putro A

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,068.72 4,027.56
British Pound GBP 1.00 19,989.95 19,789.37
China Yuan CNY 1.00 2,203.25 2,181.31
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,263.00 15,111.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,877.94 10,768.10
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,947.23 1,927.82
Dolar Singapura SGD 1.00 11,073.79 10,961.92
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,549.40 17,371.61
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,674.29 3,634.20
Yen Jepang JPY 100.00 13,565.91 13,424.84

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5845.242 -23.378 610
2 Agriculture 1577.028 54.568 20
3 Mining 1916.200 -17.317 47
4 Basic Industry and Chemicals 752.704 6.245 70
5 Miscellanous Industry 1214.126 0.053 45
6 Consumer Goods 2489.884 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 408.106 -0.132 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1047.831 -27.064 70
9 Finance 1059.438 -5.179 91
10 Trade & Service 796.896 -3.311 147
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,210 1,510 300 24.79
2 ABMM 1,935 2,190 255 13.18
3 MAYA 6,200 6,950 750 12.10
4 LSIP 1,155 1,270 115 9.96
5 VINS 88 96 8 9.09
6 CTTH 113 123 10 8.85
7 MTDL 680 740 60 8.82
8 PBRX 510 555 45 8.82
9 FISH 3,300 3,590 290 8.79
10 GOOD 2,350 2,550 200 8.51
No Code Prev Close Change %
1 DNAR 336 296 -40 -11.90
2 KBLM 284 252 -32 -11.27
3 SMDM 149 133 -16 -10.74
4 AGRS 256 236 -20 -7.81
5 GMFI 308 284 -24 -7.79
6 ABBA 116 107 -9 -7.76
7 CSIS 400 370 -30 -7.50
8 MLPL 88 82 -6 -6.82
9 BAYU 2,450 2,290 -160 -6.53
10 RBMS 172 161 -11 -6.40
No Code Prev Close Change %
1 ISSP 98 96 -2 -2.04
2 TLKM 3,900 3,760 -140 -3.59
3 KPIG 135 136 1 0.74
4 PGAS 2,310 2,230 -80 -3.46
5 SRIL 320 332 12 3.75
6 SMCB 1,625 1,725 100 6.15
7 PNLF 290 294 4 1.38
8 INKP 13,525 13,675 150 1.11
9 BHIT 80 82 2 2.50
10 MNCN 775 790 15 1.94