Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:52 WIB. META - Nusantara Infrastructure menganggarkan capex sekitar Rp400 miliar untuk mendukung ekpansi bisnis energi.
  • 21:51 WIB. META - Nusantara Infrastructure menargetkan bisa memiliki konsesi pembangkit listrik dengan kapasitas 300 MW.
  • 21:50 WIB. Hino Motors - Hino Motors menargetkan bisa mencapai penjualan 23.050 unit medium duty truck pada 2018.
  • 21:47 WIB. Modalku - Mitrausaha Indonesia Grup menargetkan penyaluran pembiayaan Rp1 triliun pada semester I-2018.
  • 21:46 WIB. Barata - Barata Indonesia mengincar proyek revitalisasi pabrik gula Gempolkrep milik PTPN X senilai Rp800 miliar.
  • 21:44 WIB. PORT - Nusantara Pelabuhan Handal meraih restu dari pemegang saham untuk melakukan rights issue.
  • 21:43 WIB. MTDL - Metrodata Electronics menargetkan laba bersih mencapai Rp272,1 miliar pada 2018.
  • 21:36 WIB. MTDL - Metrodata Electronics mempersiapkan belanja modal sebesar Rp265 miliar pada tahun ini.
  • 21:35 WIB. MTDL - Metrodata Electronics membidik tambahan pendapatan dari lini penyewaan gedung di Cibitung dan Surabaya.
  • 21:33 WIB. Pangan - Kementerian Pertanian mengklaim harga kebutuhan bahan pangan relatif stabil sepanjang Lebaran 2018.
  • 21:33 WIB. Baja - IISIA mengaku sedikit khawatir dengan potensi berlimpahnya besi baja asal China.
  • 21:32 WIB. Kedelai - Asosiasi Kedelai Indonesia mengklaim tidak tergiur untuk mengimpor lebih banyak kedelai dari AS.
  • 20:01 WIB. Politik - Gerindra akan bahas nama Chairul Tanjung dengan PKS dan PAN.
  • 19:59 WIB. Politik - Golkar ingatkan Iriawan untuk netral di Pilkada Jabar.
  • 19:57 WIB. Pemilu - Sandiaga: AHY tengah atur pertemuan dengan Prabowo-SBY.

Terima Bantuan Wirausaha Pemula, Mahasiswa Ini Bangkit dari Kegagalan

Foto Berita Terima Bantuan Wirausaha Pemula, Mahasiswa Ini Bangkit dari Kegagalan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Muhammad Iqbal Nur Ristiyanta (21), seorang mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta ini sudah mampu mengelola usahanya sendiri dengan omzet rata-rata per hari Rp900 ribu sampai Rp1 juta sejak menerima bantuan Program Wirausaha Pemula (WP) dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Iqbal membuka usaha Cafe Wakinem Coklat di Plaza Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yogyakarta. Sebelum berkembang seperti sekarang ini, Iqbal sempat merintis usaha keripik cokelat hingga mengalami jatuh bangun. Tetapi, karena jiwa kreativitasnya dalam mengelola usaha membuat dia bisa bangkit kembali.

"Pertama, dulu kita mulai usaha tuh gagal karena kita menjual keripik cokelat sebelum menjual cokelat. Keripik coklat dulu namanya sempat Cokelat Pasto. Habis itu saat kita menjual itu kalah pamor dengan cokelat-cokelat yang sudah ada di pasaran seperti cokelat Silverqueen, cokelat Delfi, dan sebagainya," ceritanya.

Setelah usahanya gagal, Iqbal memutar otak dengan mengubah nama produknya dengan nama yang kejawaan, yaitu Wakinem. Setelah berganti nama, orang mulai ramai membelinya. Berawal dari rasa penasaran, orang-orang sekitar kampus pun mulai suka dengan jajanan cokelat Wakinem milik Iqbal.

"Lalu, kita coba mengembangkan bisnis, tidak cuma hanya menjual cokelat batang, tetapi juga menjual berbagai minuman berbahan dari cokelat yaitu Wakinem Cafe," ujar Iqbal.

Awalnya Cafe Wakinem hanya menjual minuman, lalu Iqbal menangkap peluang pasar yang baru. Ternyata permintaan pasarnya berbeda, mereka ingin sesuatu yang bisa sambil nongkrong, dan sambil makan-makanan ringan. Akhirnya, Iqbal berinisiatif mengembangkan usaha cokelat batangan, bahkan juga merambah ke industri franchise.

Di saat usahanya sedang berjalan, datanglah bantuan program WP dari Kementerian Koperasi dan UKM. Iqbal mendapat kucuran dana sebesar Rp13 juta untuk pengembangan usahanya. Iqbal sangat bersyukur bisa mendapatkan bantuan tersebut. Saat itu hampir 200 orang dari berbagai kalangan mengikuti seleksi, namun akhirnya nama Iqbal terpilih bersama 19 orang lainnya.

"Ceritanya, dulu ada informasi dari kampus tentang seleksi internal, dulu dari seluruh mahasiswa wirausaha itu disaring sekitar ada 30 orang dari seluruh program. 'Kan di UNY sendiri banyak program wirausaha, ada PMW, ada inkubator wirausaha, dan ada juga program-program seperti yang diselenggarakan oleh kementerian," katanya.

Bantuan dana itu akhirnya dipergunakannya untuk pengembangan bisnis. Selain membeli peralatan usaha seperti kompor dan freezer, Iqbal ingin membuat gerobak sehingga bisa menjual cokelat Wakinem di berbagai area, tidak hanya di Plaza UNY saja dan ingin pula membuka cabang di tempat lain. Keinginan ini yang belum tercapai hingga saat ini lantaran masih terkendala.

"Saya pengembangannya itu ingin jadikan Wakinem di sini sudah lumayan overloaded ya. Jadi, kalau misalnya siang seperti itu suka ramai. Jadi, saya ingin kembangin buat gimana caranya buka cabang-cabang kecil, gerobak-gerobak kecil yang nantinya saya sebarkan di berbagai area agar namanya bisa semakin mumbul dan di situ nanti dapat penghasilan sedikit demi sedikit dari gerobak itu," ucap dia.

Iqbal menjalani usahanya ini sudah hampir 4 tahun dengan menjual dua jenis produk yakni Cafe Wakinem yang dijual di Plaza UNY serta cokelat Wakinem dan kurma cokelat yang pabriknya ada di Bantul. Ia dibantu tiga rekannya yang masing-masing berperan sebagai pembuat, marketing, dan bagian keuangan. 

Tag: Wirausaha Pemula (WP), Wakinem

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Istimewa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5993.627 -113.071 587
2 Agriculture 1535.417 -16.568 19
3 Mining 1950.048 -19.774 44
4 Basic Industry and Chemicals 810.011 -8.507 70
5 Miscellanous Industry 1230.258 -8.573 45
6 Consumer Goods 2439.310 -39.956 45
7 Cons., Property & Real Estate 473.172 -5.498 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1040.501 -26.112 65
9 Finance 1059.149 -33.106 93
10 Trade & Service 902.658 -6.794 141
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading

Selasa, 19/06/2018 04:50 WIB

Kapolda Bakal Tindak Penerbang Balon Udara

Senin, 18/06/2018 13:33 WIB

Pertamax Laris Manis Pasca Lebaran

Senin, 18/06/2018 05:05 WIB

Penumpang Keluhkan Pelayanan PT KAI

Minggu, 17/06/2018 06:46 WIB

China Tahan Laju Pertumbuhan Kendaraan Listrik