Portal Berita Ekonomi Sabtu, 18 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:20 WIB. BTN - Bank BTN sudah memberikan kredit untuk tanah atau lahan perumahan khusus bagi pengembang rumah bersubsidi.
  • 12:09 WIB. PLN - PLN memberikan beasiswa bocah pemanjat tiang bendera.
  • 11:21 WIB. BUMN - Peringati Hari Kemerdekaan, BUMN Gelar Pesta Rakyat di Lapangan Merdeka Balikpapan.
  • 11:02 WIB. ASDP - ASDP Cabang Baubau menambah satu armada penyeberangan di pelabuhan penyeberangan Tampo-Torobulu.
  • 10:58 WIB. Asian Games - Direktur Utama Bank BNI, Achmad Baiquni, turut mengarak obor Asian Games 2018 pada Etape ke-34.
  • 10:55 WIB. Mandiri - Bank Mandiri Luncurkan Kartu e-money Edisi Energy of Asia dan Ticket Store Asian Games.
  • 08:25 WIB. WIKA - WIKA menargetkan pendapatan dan laba bersihnya masing-masing bisa mencapai Rp39,48 triliun dan Rp2,03 triliun.
  • 08:22 WIB. WIKA - WIKA telah mengakumulasi kontrak luar negeri Rp1,4 triliun.
  • 07:58 WIB. ANDI - Andira Agro mencatat penjualan bersih baru mencapai Rp72,43 miliar per Maret 2018.
  • 07:57 WIB. ANDI - Andira Agro menargetkan total penjualan tembus Rp500 miliar pada tahun 2018.
  • 07:55 WIB. JLB - Jakarta Lingkar Baratsatu menawarkan kupon obligasi mulai dari 9% hingga lebih dari 10%.
  • 07:54 WIB. ADM - Astra Daihatsu Motor mencatat penjualan wholesales tumbuh 4% menjadi 112.893 unit¬†pada Januari-Juli 2018.
  • 07:52 WIB. Desa¬†- Mendes Eko Putro mengimbau aparatur desa untuk memanfaatkan dana desa guna membangun sarana olahraga.

BI: Industri Syariah Indonesia Masih Jauh Tertinggal

Foto Berita BI: Industri Syariah Indonesia Masih Jauh Tertinggal
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Asisten Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Jardine A Husman mengatakan saat ini Indonesia harus mengejar kertertinggalan perkembangan industri syariah dibanding beberapa negara tetangga yang telah sangat maju.

Menurut Jasmine pada seminar pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Bank Indonesia Kalimantan Selatan di Banjarmasin Rabu, selama ini Indonesia baru mampu menjadi pasar yang besar atau "big market" bagi industri syariah, tetapi belum mampu menjadi player.

"Kita tahu Indonesia merupakan salah satu negara yang mayoritas penduduknya muslim, tetapi kita belum mampu menjadi pemain, kita baru pada tatanan sebagai pasar besar bagi produk syariah," katanya.

Beberapa negara, tambah dia, telah mampu menjadikan produk syariah, sebagai potensi pertumbuhan ekonomi baru dan telah mampu mengembangkan dan mendeklarasikan diri sebagai eksportir besar produk-produk syariah.

Seperti Tiongkok, menjadi negara pengekspor baju muslim tertinggi ke Timur Tengah dengan nilai ekspor mencapai 28 miliar dolar AS, kemudian London, Inggris, sebagai pusat keuangan syariah di Barat.

Selanjutnya, Dubai sebagai ibukota ekonomi syariah dan Arab Saudi, merupakan pusat Islam dunia dan Brazil sebagai pemasok daging unggas terbesar ke Timur Tengah.

Sedangkan Korea, memiliki visi menjadi destinasi atau tujuan utama pariwisata halal dunia, menyusul Jepang, yang bertekad menjadi pusat industri halal dan kontributor kunci 2020.

Malaysia, yang merupakan tetangga terdekat Indonesia, juga memiliki visi menjadi pusat industri halal dan kuangan syariah global di 2020, terakhir Australia, kini telah menjadi pemasok daging sapi halal terbesar ke Timur Tengah.

Lalu dimana posisi Indonesia,?. Posisi Indonesia baru sebagai BIG market, bukan sebagai player.

Indonesia, tambah dia, memang masuk dalam top 10 Expenditure di tiap industri, namun tidak sebagai player.

Mengejar kertertinggalan tersebut, Bank Indonesia telah mengambil beberapa langkah strategis, yaitu program penguatan ekonomi syariah dalam halal value chain, antara lain melalui kemandirian ekonomi pesantren.

Saat ini, upaya tersebut telah mencakup 63 pesantren di 31 wilayah Indonesia pada 2017 dan menjadi ditargetkan menjadi 100 pesantren pada 2018.

Tag: Bank Indonesia (BI), Keuangan Syariah

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Dina Kusumaningrum

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Aug
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading