Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Jaga Inflasi Selama Ramadan, Ini 7 Upaya TPID Sulsel

Jaga Inflasi Selama Ramadan, Ini 7 Upaya TPID Sulsel Kredit Foto: Tri Yari Kurniawan
Warta Ekonomi, Makassar -

Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID Sulsel berupaya keras menjaga laju inflasi selama bulan suci Ramadan dan Idul Fitri. Bersama Bank Indonesia (BI) dan sejumlah instansi terkait, TPID Sulsel telah menyusun strategi guna memastikan inflasi tidak 'menggila' dan memperburuk kondisi perekonomian.  

Kepala Kantor Perwakilan BI Sulsel, Bambang Kusmiaro, menuturkan pihaknya terus melakukan penguatan koordinasi sekaligus menindaklanjuti pelaksanaan High Level Meeting guna menekan inflasi selama Ramadan dan Idul Fitri. Strategi disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan kebutuhan selama bulan penuh berkah ini.

Bambang menyebut TPID Sulsel telah menyiapkan setidaknya tujuh strategi, termasuk kebijakan pengendalian inflasi selama Ramadan dan Idul Fitri. Pertama, pengendalian inflasi berfokus pada aspek "4K" alias ketersediaan pasokan; keterjangkauan harga; kelancaran distribusi; dan komunikasi ekspektasi. 

"Kedua, kita mendorong Gerakan Ingat Sulsel dengan mengimbau pelaku perdagangan komoditas pangan antar daerah untuk tetap memprioritaskan pemenuhan kebutuhan masyarakat Sulsel," ujar Bambang, di Makassar. 

Upaya selanjutnya, TPID Sulsel melakukan penguatan koordinasi, pengecekan serta sidak ke pasar tradisional, pasar modern dan gudang gudang distributor maupun pengecer untuk memastikan ketersediaan pasokan. Langkah itu juga dimaksudkan untuk mencegah terjadinya praktik illegal.

"Keempat, kita mengimbau kepada produsen, distributor dan agen agar tetap menyuplai kebutuhan pokok secara berkelanjutan dengan harga wajar," terangnya. 

Upaya kelima, TPID Sulsel turut melakukan pengawasan terhadap penyaluran, ketersediaan dan stabilitas harga bahan bakar minyak atau BBM. Bambang menyebut pihaknya juga akan berusaha memastikan kewajaran kenaikan tarif angkutan barang dan penumpang menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran pada tahun ini.

"Terakhir atau ketujuh, apabila memang diperlukan maka kita akan menggelar operasi pasar dan pasar murah," ucapnya.

Deputi Direktur BI Sulsel, Aryo Setyoso, sebelumnya mengatakan inflasi perlu dijaga mengingat begitu banyak dampak buruknya bila dibiarkan tidak terkendali. Dampak negatif inflasi yang tinggi dan tidak stabil, di antaranya yaitu penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi, penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat dan peningkatan tingkat kemiskinan. 

"Makanya inflasi perlu dijaga pada level rendah dan stabil," pungkasnya. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Tri Yari Kurniawan
Editor: Vicky Fadil

Bagikan Artikel: