Portal Berita Ekonomi Kamis, 16 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:02 WIB. Mandiri - Hery Gunardi: per akhir Juli 2018, frekuensi transaksi e-money mencapai 703,4 juta kali.
  • 09:43 WIB. Telkomsel - Menperin dan Menkominfo meresmikan Telkomsel 5G Experience Center.
  • 09:33 WIB. United States - Turki menyatakan siap untuk mendiskusikan masalah dengan AS tanpa adanya ancaman.
  • 09:32 WIB. Minyak - Minyak naik karena China-AS memutuskan untuk lakukan pembicaraan dalam menyelesaikan sengketa perdagangan.
  • 09:31 WIB. NAFTA - Meksiko tidak yakin bisa menyelesaikan pembicaraan NAFTA dengan AS pada bulan Agustus.
  • 09:30 WIB. Google - Google menyediakan data tentang periklanan politik AS.
  • 09:29 WIB. Tarif Impor - Trump mengatakan tarif bajanya akan menyelamatkan industri AS.
  • 09:27 WIB. Qatar - Otoritas Qatar tawarkan bantuan kepada Turki dalam menghadapi sanksi AS.
  • 09:26 WIB. Turki - AS belum cabut sanksi yang diberikan kepada Turki.
  • 09:25 WIB. Asia - Penurunan saham Asia, dengan perdagangan teknologi lebih rendah setelah kerugian Wall Street.
  • 09:24 WIB. China - Pemerintahan Trump menargetkan perusahaan China dan Rusia atas pengiriman ilegal ke Korea Utara.
  • 09:22 WIB. Perang Dagang - Beijing: AS dan China sedang mempersiapkan putaran pembicaraan baru soal perdagangan.
  • 09:20 WIB. UMKM - Jokowi mendukung UMKM yang dirintis anak-anak muda.
  • 08:45 WIB. Politik - Tim kemenangan Jokowi-Maruf mengatakan tidak akan menggunakan akun robot untuk kampanye.
  • 08:44 WIB. Politik - Ruhut sebut koalisi Jokowi takut Mahfud MD jadi lawan 2024.

Beri Kuliah Umum di Kampus Top Korsel, Misbakhun Pamerkan Kesuksesan Pemerintahan Jokowi

Foto Berita Beri Kuliah Umum di Kampus Top Korsel, Misbakhun Pamerkan Kesuksesan Pemerintahan Jokowi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun dipercaya menyampaikan kuliah umum di Keimyung University, Daegu, Korea Selatan, Jumat (25/05). Misbakhun dalam forum bertitel General Lecture 2018 K-NICE Expert Invitation Forum for East Asia Entrepeneurship and Start Up in Indonesia itu memaparkan program-program unggulan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berbicara di hadapan sekitar 300 mahasiswa pascasarjana Keimyung University, Misbakhun  menyampaikan materi berjudul “Indonesia on Jokowi’s Presidency Era”. Legislator Partai Golkar itu memaparkan, Presiden Jokowi mengusung konsep Nawacita untuk meningkatkan kualitas hidup rakyat.

Misbakhun pun menguraikan manfaat Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

“Ini adalah upaya-upaya besar Jokowi untuk mengatasi kemiskinan,” ujar Misbakhun.

Politikus yang dikenal getol membela kebijakan Presiden Jokowi itu menuturkan, Pemerintah Indonesia mengalokasikan dana sebesar Rp 161,9 triliun dalam APBN 2018 untuk mengentaskan kemiskinan. Anggaran itu untuk membiayai berbagai program yang diarahkan pada 40 persen keluarga termiskin demi mencapai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2018 sebesar 71,5.

Menurut Misbakhun, anggaran pengentasan kemiskinan pada 2018 meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 158,4 triliun. Kenaikan anggaran tersebut sejalan dengan meningkatnya jumlah penerima manfaat program perlindungan sosial.

Pada 2018, papar Misbakjun, pemerintah Indonesia menjalankan program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) bagi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Angka itu naik dari 1,26 juta KPM pada tahun lalu. Adapula Program Keluarga Harapan (PKH) yang menyasar pada 2017 untuk 6 juta KPM, pada tahun ini meningkat menjadi 10 juta KPM.

“Penerima manfaat PKH juga menerima jaminan kesehatan dan biaya pendidikan,” sebutnya.

Misbakhun juga memaparkan bantuan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mencakup 92,4 juta jiwa pada 2018. Jumlah itu mengalami peningkatan 5,2  persen dibanding 2017 sebanyak 86,4 juta jiwa. Sedangkan di bidang pendidikan, KIP mencakup 17,9 juta siswa. Di bidang pendidikan juga ada beasiswa Bidik Misi.

“Program perlindungan sosial di era Pemerintahan Jokowi-JK merupakan upaya pengentasan kemiskinan dalam rangka meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Program ini terbukti efektif mengurangi kemiskinan,” jelasnya.

Misbakhun juga menjelaskan program unggulan Presiden Jokowi tentang dana desa. Menurutnya, anggaran dana desa terus meningkat dari tahun ke tahun.

Misbakhun memerinci, alokasi dana desa pada 2015 sebesar Rp 20 triliun sehingga setiap desa rata-rata memperoleh Rp 280 juta. Setahun kemudian dananya melonjak menjadi Rp 46,98 triliun sehingga setiap desa menerima sebesar Rp 628 juta.

Alokasi dana desa meningkat pada 2017 menjadi  menjadi Rp 60 triliun dengan rata-rata setiap desa menerima Rp 800 juta. Menurutnya, program itu merupakan upaya membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa.

Misbakhun menegaskan, program dana desa bukan hanya yang pertama di Indonesia, namun juga yang pertama dan terbesar di seluruh dunia.

“Kunci keberhasilan bagi kesejahteraan masyarakat dalam membangun desa adalah sentuhan kuat inisiatif, inovasi, inovasi dan kerja sama yang kuat antara aparat desa dengan masyarakat,” tegasnya. 

Namun, Misbakhun juga menyinggung pentingnya dukungan parlemen bagi keberhasilan program-program unggulan Presiden Jokowi.

“DPR RI  menggunakan fungsi pengawasan dan anggaran untuk mengawal program tersebut,” tegasnya.

Tag: Mukhamad Misbakhun, Joko Widodo (Jokowi)

Penulis/Editor: Ferry Hidayat

Foto: Istimewa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5816.590 46.717 598
2 Agriculture 1592.077 88.033 19
3 Mining 1997.378 23.635 46
4 Basic Industry and Chemicals 774.066 4.001 70
5 Miscellanous Industry 1202.898 18.374 45
6 Consumer Goods 2314.885 9.200 46
7 Cons., Property & Real Estate 437.652 -1.224 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1016.194 17.287 70
9 Finance 1058.652 8.733 91
10 Trade & Service 833.087 1.148 144
No Code Prev Close Change %
1 LSIP 1,180 1,325 145 12.29
2 AALI 11,900 13,300 1,400 11.76
3 BWPT 214 238 24 11.21
4 LPIN 980 1,085 105 10.71
5 IKAI 164 180 16 9.76
6 JIHD 450 490 40 8.89
7 NICK 125 135 10 8.00
8 GZCO 65 70 5 7.69
9 MIKA 1,790 1,925 135 7.54
10 EXCL 2,730 2,920 190 6.96
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 890 700 -190 -21.35
2 IDPR 770 700 -70 -9.09
3 GMFI 228 210 -18 -7.89
4 ASBI 314 290 -24 -7.64
5 PANS 1,680 1,555 -125 -7.44
6 ACES 1,370 1,275 -95 -6.93
7 RELI 270 252 -18 -6.67
8 TIRA 136 127 -9 -6.62
9 BIPP 79 74 -5 -6.33
10 PSDN 298 280 -18 -6.04
No Code Prev Close Change %
1 PTBA 4,160 4,030 -130 -3.12
2 BBRI 3,130 3,210 80 2.56
3 TKIM 14,750 13,975 -775 -5.25
4 KREN 725 770 45 6.21
5 TLKM 3,350 3,430 80 2.39
6 BBNI 7,300 7,375 75 1.03
7 PGAS 1,815 1,840 25 1.38
8 ASII 6,825 6,975 150 2.20
9 UNTR 34,050 34,000 -50 -0.15
10 ERAA 2,730 2,650 -80 -2.93