Portal Berita Ekonomi Minggu, 19 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:23 WIB. Infrastruktur - Menhub cek kesiapan penerapan one way dari Cikarang hingga Brebes. 
  • 17:21 WIB. Finansial - BCA naikkan pencadangan pembiayaan BCA Finance 1,7%.
  • 17:21 WIB. Batubara - PTBA jual batubara kalori tinggi 526.000 ton hingga April 2019.
  • 17:20 WIB. Pajak - Sri Mulyani: Gerakan boikot bayar banyak penolakan.
  • 17:18 WIB. Hijab - Produsen hijab Marbi rilis produk hijab anti tembem baru.
  • 14:06 WIB. JSMR - Jasa Marga menyebutkan jumlah rest area di tol Trans Jawa sudah memadai.
  • 14:03 WIB. Transportasi - Trayek bus Jakarta-Surabaya melalui tol Trans Jawa akan diluncurkan pada 27 Mei 2019.
  • 13:41 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo membuka wacana memanfaatkan tower masjid sebagai pengganti BTS.

Harga Ayam Meroket Akibat Panjangnya Rantai Distribusi

Harga Ayam Meroket Akibat Panjangnya Rantai Distribusi - Warta Ekonomi
WE Online, Balikpapan -

Panjangnya rantai distribusi dan larangan penggunaan antibiotik untuk ternak menjadi penyebab utama meroketnya harga ayam broiler atau ayam ras di pasar-pasar tradisional Balikpapan.

Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Chandra, menuturkan, jalur distribusi ayam broiler atau ayam ras di pasar tradisional di Balikpapan harus melewati empat pihak sebelum sampai kepada pembeli akhir. Rantai distribusinya ayam broiler atau ayam ras yang masuk pasar tradisional harus melewati broker, bandar, pedagang bakul, baru sampai pengecer.

"Untuk di pasar modern, hanya melewati rumah potong ayam," ungkap Chandra di Balikpapan, Jumat (25/5/2018).

Di pasar tradisional, akhirnya harga ayam broiler mencapai Rp40.000 per ekor, dari semula Rp18.000 per ekor di tingkat peternak. Bahkan, saat ini mencapai Rp53.000 per ekor di Pasar Pandansari, pasar yang berfungsi sebagai pasar grosir di Balikpapan. Sementara itu, di pasar modern harga ayam ras ada di rata-rata Rp35.000 atau lebih murah hingga Rp27.000 per ekor.

Selain itu, pasokan ayam juga menurun karena umur panen ayam lebih lama, yaitu menjadi sekitar 35 hari dari biasa 27-30 hari. Umur panen bertambah sebab tanpa penggunaan antibiotik, diperlukan waktu lebih lama untuk mencapai berat ideal yang diinginkan agar penjualan ayam bisa maksimal.

Penggunaan antibiotik di dalam pakan ayam dilarang oleh Kementerian Pertanian sebagai upaya mengurangi penyebaran zat tersebut kepada manusia.

Dengan umur panen lebih lama, dibutuhkan lebih banyak pakan. Tanpa antibiotik, ayam juga jadi lebih rentan kena penyakit.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan, M. Saufan, harga pakan yang berdasar mata uang dolar dan harus didatangkan dari luar Kalimantan Timur juga penyumbang kenaikan biaya produksi.

"Peternak memasukkannya sebagai biaya produksi yang akhirnya ditanggung konsumen. Termasuk juga pasokan yang lebih sedikit daripada biasanya," kata Kepala Kantor Perwakilan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kota Balikpapan, Abdul Hakim Pasaribu.

Keadaan inilah yang membuat pasar ayam ras di pasar tradisional berguncang.

"Paling tidak untuk sementara ini. Tapi kami juga sedang mengkaji bagaimana pasar modern bisa membuat harga di kisaran Rp28.000 per ekor," jelas Pasaribu.

Rencana pembelian ayam yang tepat waktu dari peternak, juga penyimpanan dengan menggunakan mesin pendingin menjadi perhatian oleh KPPU.

Tag: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), ayam broiler

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ratih Rahayu

Foto: Antara/Prasetia Fauzani

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,877.91 3,838.59
British Pound GBP 1.00 18,596.48 18,410.88
China Yuan CNY 1.00 2,111.71 2,090.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,541.00 14,397.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,030.38 9,923.85
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,852.45 1,834.08
Dolar Singapura SGD 1.00 10,592.99 10,486.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,253.93 16,091.53
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,487.05 3,449.21
Yen Jepang JPY 100.00 13,229.92 13,095.32

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5826.868 -68.870 633
2 Agriculture 1361.882 7.481 21
3 Mining 1598.997 5.603 47
4 Basic Industry and Chemicals 690.248 -7.582 71
5 Miscellanous Industry 1172.940 -12.924 46
6 Consumer Goods 2346.553 -28.106 52
7 Cons., Property & Real Estate 429.151 -1.563 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1057.675 -16.951 74
9 Finance 1163.676 -20.827 90
10 Trade & Service 782.534 -2.899 156
No Code Prev Close Change %
1 IIKP 50 65 15 30.00
2 JAST 368 460 92 25.00
3 POSA 370 462 92 24.86
4 APEX 700 840 140 20.00
5 TMPO 156 184 28 17.95
6 SAPX 710 835 125 17.61
7 GOLD 476 555 79 16.60
8 ABMM 1,425 1,650 225 15.79
9 MBTO 121 137 16 13.22
10 AMFG 4,600 5,200 600 13.04
No Code Prev Close Change %
1 SKBM 380 300 -80 -21.05
2 YPAS 660 525 -135 -20.45
3 KKGI 218 185 -33 -15.14
4 GHON 1,400 1,200 -200 -14.29
5 SOCI 226 195 -31 -13.72
6 RDTX 7,000 6,175 -825 -11.79
7 LTLS 675 600 -75 -11.11
8 MYTX 73 65 -8 -10.96
9 TNCA 292 260 -32 -10.96
10 MASA 515 460 -55 -10.68
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,860 3,790 -70 -1.81
2 MNCN 890 920 30 3.37
3 BPTR 92 100 8 8.70
4 POSA 370 462 92 24.86
5 BBCA 26,400 25,900 -500 -1.89
6 TLKM 3,600 3,510 -90 -2.50
7 WAPO 89 83 -6 -6.74
8 BMRI 7,350 7,075 -275 -3.74
9 BBNI 8,175 8,100 -75 -0.92
10 UNTR 24,850 24,825 -25 -0.10