Portal Berita Ekonomi Selasa, 19 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:56 WIB. AS - Presiden Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan US$200 miliar untuk produk impor asal China.
  • 10:55 WIB. Jepang - Sejumlah perusahaan manufaktur menghentikan operasional pabrik di Osaka untuk sementara waktu.
  • 08:25 WIB. BBM - Mesir naikkan harga BBM dan elpiji.
  • 08:24 WIB. Gempa - Tiga orang ditemukan tewas dalam gempa Osaka.
  • 08:24 WIB. India - Gencatan senjata berakhir, India lanjutkan operasi militer.
  • 08:23 WIB. Inggris - Ratu wajibkan Harry dan Meghan lakukan perjanjian pranikah.
  • 08:22 WIB. Imigran - Anak-anak imigran ditahan di fasilitas penampungan Texas.
  • 08:21 WIB. Eropa - Jumlah pencari suaka di Eropa turun pada 2017.
  • 08:20 WIB. Kolombia - Ivan Duque menangi pemilu presiden Kolombia.

  • 08:19 WIB. Macedonia - Yunani dan Macedonia teken kesepakatan untuk akhiri sengketa nama.
  • 08:18 WIB. Pengangguran - Tingkat pengangguran Turki turun jadi 10,1% pada Maret.
  • 08:17 WIB. Papua - Kondisi Distrik Yambi Papua pascapenyerangan OPM sudah stabil.
  • 05:11 WIB. Pertamina - Pertamina siap mengamankan pasokan BBM di titik utama untuk melayani arus balik Lebaran 2018.
  • 05:10 WIB. China - Pemkot Beijing mengeluarkan kebijakan baru untuk membatasi jumlah kendaraan bermotor di Beijing.
  • 05:09 WIB. HRS - Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini memuji kepolisian atas terbitnya SP3 terkait kasus yang menimpa Habib Rizieq Sihab.

Kupang Desak PT Garam Optimalkan Pengelolaan Lahan

Foto Berita Kupang Desak PT Garam Optimalkan Pengelolaan Lahan
Warta Ekonomi.co.id, Kupang -

Pemerintah Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengharapkan PT Garam untuk mengoptimalkan lahan pertambangan garam seluas 318 ha di Desa Bipolo, Kecamatan Kupang Timur, sebelum memperluas lokasi pertambangan garam baru.

"Kami belum memberikan rekomendasi penambahan perluasan lahan tambak garam kepada PT Garam, karena pengelolaan tambak garam di Bipolo belum efektif. Lahan yang ada belum semuanya dikelola," kata Bupati Kupang, Ayub Titu Eki kepada wartawan di Kupang, Sabtu (26/5/2018), terkait belum diizinkanya PT Garam memperluas lokasi tambak garam di daerah itu.

Pemerintah Kabupaten Kupang kata dia telah memberikan rekomendasi tahap pertama kepada perusahan milik negara itu untuk mengelola pertambangan garam seluas 318 di Bipolo dari lahan garam seluas 625 hektare yang telah disepakati bersama pemerintah Kabupaten Kupang.

"Belum semua lahan di Bipolo dikelola secara efektif, namun sudah minta penambahan lahan baru. Permintaan itu tidak mungkin kami penuhi," tegasnya.

Pemerintah di wilayah perbatasan dengan Oecusse, Timor Leste itu berharap PT Garam mengoptimalkan penambangan garam pada lahan seluas 318 ha sebelum mengajukan permintaan penambahan lahan baru.

"Pemerintah ingin melihat seperti apa hasil pengelolaan tambak garam pada lahan seluas 318 itu. Apabila perkembanganya mengembirakan tentu perluasan lahan akan diberikan juga," tegas Ayub.

Ia mengatakan, pemerintah Kabupaten Kupang dan masyarakat adat di wilayah itu telah membuat kesepakatan kerjasama dengan PT Garam dalam pembagian hasil usaha pertambangan garam di Bipolo.

Berdasarkan kesepakatan itu, hasil pengelolaan penambangan garam akan dialokasikan juga kepada pemerintah 1 persen, 5 persen untuk masyarakat pemilik lahan tambak garam serta 1,5 persen untuk sektor pendidikan yang dibina lembaga gereja, sedangkan lembaga pemangku adat yang menjadi payung lembaga adata setempat mendapat 1,5 persen.

"Kesehatan itu akan direalisasikan setelah perusahan itu mulai produksi garam dari lokasi pertambangan garam tahap pertama di Bipolo," pungkas Titu Eki. (HYS/Ant)

Tag: PT Garam (Persero), Nusa Tenggara Timur (NTT)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Antara/Irfan Anshori

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5993.627 -113.071 587
2 Agriculture 1535.417 -16.568 19
3 Mining 1950.048 -19.774 44
4 Basic Industry and Chemicals 810.011 -8.507 70
5 Miscellanous Industry 1230.258 -8.573 45
6 Consumer Goods 2439.310 -39.956 45
7 Cons., Property & Real Estate 473.172 -5.498 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1040.501 -26.112 65
9 Finance 1059.149 -33.106 93
10 Trade & Service 902.658 -6.794 141
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10