Jaringan 4G Akan Merambah Bulan pada 2019

Jaringan 4G Akan Merambah Bulan pada 2019 Kredit Foto: Antara/Dedhez Anggara

Jika mendapat kesempatan pergi ke bulan, Anda mungkin perlu membawa selfie stick atau tongsis untuk ber-selfie ria dan membagikannya di Instagram atau Snapchat langsung dari bulan. Ya, jaringan 4G (band frekuensi lebih dari 1.800 Mhz) akan menjangkau permukaan bulan pada tahun 2019 mendatang, tepat 50 tahun sejak astronot NASA pertama kali mendarat di bulan. Perusahaan itu adalah Vodafone, yang mempunyai rencana menciptakan jaringan 4G pertama di bulan untuk mendukung misi sebuah perusahaan berbasis di Berlin, Jerman, PTScientists (Part-Time Scientist).

Namun, Anda tidak akan menemukan astronot menggunakan Facebook Live di bulan karena jaringan 4G yang dibangun akan digunakan untuk menyediakan infrastruktur jaringan untuk misi pendaratan ke bulan pertama yang didanai swasta. Misi peluncuran ke bulan ini dijadwalkan terlaksana pada 2019, dari landasan Canaveral menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX. 

Vodafone juga menggandeng Nokia Bell Labs sebagai partner teknologi untuk membangun jaringan ultra ringan kelas ringan yang akan berbobot kurang dari satu kilogram atau setara dengan sekantong gula. Jaringan 4G akan membantu 2 lunar quatrro rover memberikan data ilmiah dan rekaman video HD ke ALINA (Autonomous Landing and Navigation Module). Data tersebut akan dikirim kembali ke server PTScientists di Mission Control Center di Berlin dan disiarkan ke audiens global lewat deep space link.

Rover, yang didanai oleh Audi, juga dikembangkan oleh tim PTScientists pada tahun 2016 untuk kompetisi Google Lunar XPRIZE. Sebagai bagian dari misi tersebut, rover akan mengunjungi lokasi pendaratan Apollo 17 di bulan setelah lebih dari 45 tahun. Di sana mereka akan memeriksa kendaraan lunar Apollo 17 alias “buggy moon”, yang ditinggalkan oleh astronot NASA (Eugene Cernan dan Harrison Schmitt) setelah moonwalk mereka pada tahun 1972.

CEO Vodafone, Hannes Ametstreiter, menyatakan jaringan 4G adalah energi yang sangat efisien dibandingkan dengan radio analog dan akan menjadi hal yang krusial bagi misi pendaratan ke bulan ini. Ini merupakan langkah awal membangun infrastruktur komunikasi bagi misi selanjutnya. “Proyek ini melibatkan pendekatan inovasi radikal terhadap pengembangan infrastruktur jaringan mobile. Ini juga merupakan satu contoh kerja sama tim yang independen dan multitalenta dalam mencapai objektif yang penting,” kata dia.

Sementara, Marcus Weldon, CEO Nokial Bell Labs, menyatakan pihaknya siap mendukung misi ini, di antaranya dengan mengembangkan teknologi baru dengan kualitas luar angkasa bagi jaringan data di masa depan; pemrosesan dan penyimpanan; dan meningkatkan infrastruktur komunikasi di tingkat akademisi, industri, dan lembaga pendidikan dalam mengembangkan penelitian terkait bulan.

CEO PTScientists, Robert Bohme, menyatakan uji coba pendaratan ke bulan ini merupakan langkah awal dalam penjelajahan sistem tata surya berkelanjutan. Agar manusia mampu benar-benar meninggalkan bumi, pengembangan infrastruktur yang melebihi infrastruktur yang ada di bumi diperlukan. Dengan misi ini, berbagai pihak yang terlibat akan membangun elemen pertama, yakni jaringan komunikasi yang didedikasikan untuk bulan. Keunggulan LTE adalah pada kehematan daya, penggunaan energi yang jauh lebih kecil untuk mengirim data. 

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini