Portal Berita Ekonomi Selasa, 12 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:00 WIB. IHSG  IHSG menguat 0,52% di akhir sesi II.
  • 15:42 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,28% pada level 7.349
  • 13:57 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,81% pada level 23.520
  • 13:55 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,79% pada level 2.140
  • 12:01 WIB. IHSG - IHSG melemah -0,07% di akhir sesi I.

Seri Tulisan Witjaksono: Organic Growth

Seri Tulisan Witjaksono: Organic Growth - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Melanjutkan tulisan Million Ways perihal bagaimana kita mempercepat bisnis untuk berkembang, saya masih ingat betul kejadian satu tahun lalu. Kita membeli empek-empek gerobak di depan sekolah dasar (SD) tempat saya belajar sekitar 27 tahun lalu.

Sambil iseng, kami tanya ke bapak tua penjual: bapak sudah berapa lama berjualan di sini? Dengan nada tegas beliau menjawab: sudah lama banget, mungkin 30 tahun. Padahal, kami masih hapal betul kalau bapak penjual empek-empek itu adalah sosok penjual lama sejak kami duduk di bangku SD.

Ini adalah sebuah contoh konsistensi perjuangan dalam berbisnis dan sebuah konsistensi perjuangan dalam pertahanan hidup. Perlu disadari di dalam alam bawah sadar, sebuah perjuangan dalam menjaga konsistensi dan apabila sudah menemukan titik level kenyamanan atau titik level "cukup" membuat nilai-nilai lain menjadi susut seperti ekspansi, berkembang, dan inovasi.

Titik level kenyamanan atau dibilang cukup, masing-masing orang punya takaran berbeda tergantung dengan pola pikir, pola hidup, dan pola-pola lainnya yang berkontribusi langsung dengan kepribadian masing-masing. Hal inilah yang menyebabkan kurang bergairahnya seseorang untuk naik level karena terbentur dengan rasa takut dan dibalut dengan rasa khawatir.

Rasa nyaman atau cukup kadang disalahartikan dengan rasa syukur, padahal rasa syukur atas nikmat dari Allah itu total atas kehidupan semua dan tidak hanya sebatas ukuran ekonomi. Berlatar belakang kisah di atas, pada tulisan kali ini saya akan membahas tentang organic growth.

Secara konsep bisnis, bapak tua pedagang empek-empek di atas juga mengalami organic growth namun amat sangat konservatif di mana growth dari bisnis tersebut hanya dari sisi kenaikan harga. Pada 30 tahun lalu harga empek-empek sekitar Rp50 dan sekarang dijual seharga Rp1.500. Adapun, target market tetap sama sejak 30 tahun lalu yakni para pelajar yang bersekolah di SD tersebut. Secara skala ekonomi, saya yakin telah terjadi kenaikan skala ekonomi di kehidupannya namun ukuran dan bentuknya hanya beliau yang bisa ukur.

Secara konsep bisnis, organic growth adalah melakukan perkembangan usaha secara organik yang mengedepankan kemampuan dari diri sendiri yang berkorelasi langsung seperti harga produk, market, dan ekspansi usaha dengan alokasi dari keuntungan usaha. Pengelolaan organic growth yang expansive attractive relative akan memberikan perkembangan yang di atas rata-rata tentunya diimbangi dengan risiko yang di atas rata rata.

Misal, pedagang bakso gerobak setelah berjualan satu tahun maka keuntungan satu tahun dia berdagang digunakan untuk membeli dua gerobak baru. Kemudian dia menarik kerabatnya untuk bedagang bakso dengan membagi keuntungan maka belum sampai dua tahun dia sudah punya tiga gerobak bakso. Apabila monitoring yang dilakukan benar maka dia bisa memiliki 10 gerobak bakso tidak lebih dari lima tahun. Tentunya, konsep ini memiliki tingkat risiko lebih tinggi dibandingkan apabila keuntungan satu gerobak awal hanya dikumpulkan dan digunakan untuk kebutuhan keseharian.

Semua hal di atas adalah sebuah pilihan dalam menjalani kehidupan ini, yakni suatu pilihan untuk menempuh sebuah perubahan.

Pada tulisan selanjutnya saya akan membahas unorganic growthBerjuta juta cara, berjuta juta semangat, berjuta juta manfaat, untuk mendapat rahmat. Million Ways.

Baca Juga

Tag: Witjaksono

Penulis: Witjaksono, Pembina Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,767.71 3,730.02
British Pound GBP 1.00 18,160.39 17,978.29
China Yuan CNY 1.00 2,017.49 1,996.56
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,129.30 13,988.71
Dolar Australia AUD 1.00 9,658.79 9,561.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,805.11 1,787.08
Dolar Singapura SGD 1.00 10,380.03 10,272.97
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,580.38 15,423.95
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,411.23 3,374.03
Yen Jepang JPY 100.00 12,944.85 12,814.87

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6148.740 -29.246 660
2 Agriculture 1415.410 17.876 20
3 Mining 1481.348 -43.290 49
4 Basic Industry and Chemicals 941.808 -7.757 75
5 Miscellanous Industry 1184.256 6.302 50
6 Consumer Goods 2070.639 -4.102 54
7 Cons., Property & Real Estate 508.975 -3.887 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1146.636 -9.799 75
9 Finance 1267.562 -2.638 90
10 Trade & Service 804.666 -3.024 165
No Code Prev Close Change %
1 KAYU 81 109 28 34.57
2 SINI 183 246 63 34.43
3 BMSR 183 246 63 34.43
4 SKYB 59 79 20 33.90
5 SWAT 89 110 21 23.60
6 ANDI 140 171 31 22.14
7 ARTA 342 410 68 19.88
8 SLIS 3,510 4,200 690 19.66
9 PGLI 128 149 21 16.41
10 YPAS 430 498 68 15.81
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 3,080 2,310 -770 -25.00
2 OMRE 1,675 1,260 -415 -24.78
3 FORZ 675 510 -165 -24.44
4 TGRA 720 555 -165 -22.92
5 BYAN 14,400 11,600 -2,800 -19.44
6 PORT 550 454 -96 -17.45
7 PCAR 1,650 1,400 -250 -15.15
8 FIRE 1,595 1,375 -220 -13.79
9 LMSH 422 364 -58 -13.74
10 POLU 2,180 1,900 -280 -12.84
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 540 520 -20 -3.70
2 MAMI 248 250 2 0.81
3 BBRI 3,990 4,000 10 0.25
4 KPIG 136 131 -5 -3.68
5 PTBA 2,580 2,600 20 0.78
6 BBCA 31,400 31,475 75 0.24
7 MSIN 470 470 0 0.00
8 PSAB 262 276 14 5.34
9 TCPI 4,720 4,500 -220 -4.66
10 EXCL 3,450 3,300 -150 -4.35