Portal Berita Ekonomi Sabtu, 23 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:14 WIB. LRT - Kemenhub optimistis proyek LRT Sumsel selesai pertengahan Juli 2018.
  • 08:50 WIB. Mahkota Group - Mahkota Group membutuhkan dana Rp330 miliar untuk membangun pabrik refinery dan kernel crushing plant.
  • 08:49 WIB. ARII - Atlas Resources menargetkan laba bersih berkisar US$10 juta hingga US$12 juta pada 2018.
  • 08:46 WIB. Mahkota Group - Mahkota Group akan mengakuisisi lahan perkebunan sawit seluas 5.000-20.000 hektare pada akhir 2019.
  • 08:32 WIB. PNRI - Perum Percetakan menerbitkan MTN senilai Rp145 miliar.
  • 08:31 WIB. IBFN - Intan Baruprana Finance akan meningkatkan nilai saham menjadi Rp500 per saham melalui reverse stock.
  • 08:29 WIB. PTIS - Indo Straits menargetkan kontrak baru sebesar US$12,8 juta pada 2018.
  • 06:43 WIB. Paramount - Paramount Land menargetkan marketing sales sebesar Rp2,5 triliun pada 2018.
  • 06:42 WIB. PTIS - Indo Straits mendapatkan kontrak kerja baru senilai Rp121 miliar untuk masa tiga tahun.
  • 06:39 WIB. Paramount - Paramount Land mencatatkan marketing sales hampir Rp1 triliun sepanjang periode Januari-Mei 2018.
  • 06:33 WIB. MDKA - Merdeka Copper Gold mengatakan akan menggunakan sejumlah dana hasil rights issue untuk melunasi utang.
  • 06:32 WIB. MDKA - Merdeka Copper Gold berencana melakukan rights issue dengan menawarkan 594.931.190 saham.

Seri Tulisan Witjaksono: Unorganic Growth (1)

Foto Berita Seri Tulisan Witjaksono: Unorganic Growth (1)
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Jika sebelumnya sudah dibahas perkembangan bisnis melalui organic growth, pada tulisan ini saya sedikit mengupas gambaran sebuah metode leverage bisnis dengan gaya unorganic growth. Sesi pertama seri ini akan membahas: leveraged buyout (LBO).

LBO adalah akuisisi. Biasanya perusahaan, tetapi bisa pula aset tunggal seperti real estate yang harga belinya dibantu oleh gabungan saham dan utang dan yang arus kas atau aset targetnya dipakai untuk menjamin dan melunasi utang. Karena utang biasanya memiliki biaya modal yang lebih rendah daripada saham, imbal balik saham meningkat seiring peningkatan utang. Utang tersebut otomatis menjadi dongkrak untuk menambah imbal balik yang menjadi asal usul istilah LBO. Secara harafiah: pembelian terdongkrak.

Saya akan gunakan sebuah kisah untuk membantu pembaca dalam memahami konsep tersebut. Sekitar tujuh tahun lalu, pada saat salah satu bisnis saya seger buger, saya sudah mempraktikkan sebuah ilmu seni korporasi yang namanya leveraged buyout. Jujur, saat itu saya tidak terlalu paham tentang LBO. Akan tetapi, karena mempraktikkan teori LBO maka saya bisa memahami konsep tersebut.

Saat itu, order perusahaan sangat bagus, omzet melejit, dan semua orang datang berduyun-duyun siap membantu pengembangan bisnis. Ibaratnya, bisnis kita ini seperti permen manis yang rasa manisnya tercium ke mana mana. Rasa gairah muda bergejolak, terus berpikir bagaimana bisnis ini berkembang lebih melesat tinggi? Akhirnya, kita putuskan dengan cara akuisisi perusahaan supplier dan kompetitor.

Unorganic growth pada prinsipnya mengembangkan bisnis dengan cara tidak alami dan cenderung memanfaatkan perkembangan bisnis orang lain untuk digabungkan dengan bisnis sendiri agar sinergitas usaha lebih solid dan mempercepat laju perusahaan. Saat itu, kita mengambil alih satu perusahaan supplier yang sekaligus sebagai kompetitor di mana perusahaan itu kita lihat punya potensi bagus tapi tidak maksimal. Akhirnya, kita putuskan untuk mengambil alih 100% kepemilikan saham atas kompetitor itu.

Metode LBO, yaitu menggabungkan kekuatan finansial perusahaan existing (diperoleh dari laba perusahaan) dengan bantuan pihak lain yang digunakan untuk mengambil alih saham perusahaan. Karena saat itu yang menawarkan dana adalah pihak perbankkan maka kita putuskan untuk melakukan akuisisi dengan dibantu dana perbankan. (Mohon maaf saya bukannya mengajarkan untuk berutang).

Alhasil, keberhasilan akuisisi itu menciptakan citra positif buat perusahaan, baik di persaingan dan kapasitas produksi. Kita melakukan reconcept management yang awalnya satu shift menjadi tiga shift, memperbarui mesin produksi, dan merombak manajemen. Alhasil, dalam kurun waktu tidak lebih dari dua tahun maka hasil produksi dari 800 ton per bulan menjadi 3.000 ton per bulan. Nah, itu gambaran kasar apa itu LBO.

Dalam otak saya sekarang terpikir bagaimana kalau kita melakukan LBO tapi tidak menggunakan dana utang. Nah, itu yang akan dibahas detail adalah bagaimana saya melakukan LBO dengan utang (pada saat itu) dan akan saya ajak teman-teman nanti berdiskusi melakukan seni unorganic growth salah satunya LBO tanpa menggunakan utang.

Metode baru ini saya sebut leveraged crowd buyout (LCBO). Apa itu dan bagaimana melakukannya? Bantu saya untuk berpikir dan mengubah ekonomi kita dengan cara berbeda.

Berjuta juta cara, berjuta juta semangat, berjuta juta manfaat, untuk mendapat rahmat. Million Ways.

Tag: Witjaksono

Penulis: Witjaksono, Pembina Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5821.812 -0.521 587
2 Agriculture 1482.909 -8.990 19
3 Mining 1961.047 9.274 44
4 Basic Industry and Chemicals 792.719 -10.247 70
5 Miscellanous Industry 1192.511 -9.581 45
6 Consumer Goods 2334.240 -6.620 45
7 Cons., Property & Real Estate 448.980 -1.710 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1024.955 -10.483 65
9 Finance 1028.501 16.045 93
10 Trade & Service 878.674 -10.182 141
No Code Prev Close Change %
1 JKSW 89 120 31 34.83
2 SWAT 424 530 106 25.00
3 KPAL 326 406 80 24.54
4 BTON 254 316 62 24.41
5 SONA 2,710 3,290 580 21.40
6 CSIS 1,150 1,390 240 20.87
7 DSSA 21,000 25,200 4,200 20.00
8 PTIS 316 376 60 18.99
9 CITA 1,150 1,350 200 17.39
10 TGRA 426 498 72 16.90
No Code Prev Close Change %
1 SDMU 167 116 -51 -30.54
2 BBRM 63 52 -11 -17.46
3 MFMI 775 640 -135 -17.42
4 DNAR 310 260 -50 -16.13
5 KPIG 1,405 1,200 -205 -14.59
6 JKON 540 472 -68 -12.59
7 LEAD 107 94 -13 -12.15
8 CMPP 338 300 -38 -11.24
9 NELY 132 118 -14 -10.61
10 GLOB 278 250 -28 -10.07
No Code Prev Close Change %
1 SWAT 424 530 106 25.00
2 ERAA 2,660 2,980 320 12.03
3 BBRI 2,910 2,980 70 2.41
4 KREN 760 750 -10 -1.32
5 BMTR 570 540 -30 -5.26
6 INKP 20,025 19,250 -775 -3.87
7 BBCA 21,150 21,925 775 3.66
8 ADRO 2,010 1,930 -80 -3.98
9 BBTN 2,800 2,690 -110 -3.93
10 TLKM 3,610 3,580 -30 -0.83