Portal Berita Ekonomi Kamis, 20 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:30 WIB. Tri - Hutchison Tri akui sempat ada layanan RBT 'Jokowi Saja'.
  • 06:27 WIB. Telkomsel - Telkomsel klaim tak ada RBT 'Jokowi Saja' di layanannya.
  • 06:26 WIB. Oppo - Oppo bantah pangsa pasar menurun di Indonesia.
  • 06:13 WIB. China - China tambah 11 ruas jalan baru untuk uji coba mobil swakemudi.
  • 06:11 WIB. Jerman - Jerman ingin capai 1 juta mobil listrik pada 2022.
  • 06:10 WIB. Sony - Sony siap jual kembali PlayStation klasik dalam versi mini.
  • 06:09 WIB. Facebook - Facebook terancam didenda Uni Eropa karena lamban taati aturan.
  • 06:07 WIB. Amazon - Amazon bercita-cita dirikan 3.000 toko nirkasir Amazon Go.
  • 06:04 WIB. Grab - Grab nilai penyegelan kantor sebagai tindakan anarkis.
  • 06:01 WIB. Indosat - Indosat Ooredo perluas jangkauan 4G Plus ke seluruh wilayah Kalimantan Selatan.
  • 05:58 WIB. Oppo - Oppo bangga jika menginspirasI Apple lewat slot dual SIM tumpuk.
  • 00:00 WIB. Apple - Apple lunasi tunggakan pajak Rp248,2 triliun.
  • 22:10 WIB. PHE - PHE berharap roduksi lapangan YY menghasilkan minyak dan gas bumi rata-rata harian sebesar 3.750 BPH.
  • 22:09 WIB. PHE - Produksi dari lapangan YY diharapkan dapat mulai dialirkan pada akhhir 2019.
  • 22:07 WIB. PHE - Pertamina Hulu Energi telah memulai tahap fabrikasi anjungan lepas pantai YYA di Lapangan YY, Handil, Kutai Kartanegara, Kaltim.

Kurangi Ketergantungan Impor, Ewindo Kembangkan Benih Kacang Hijau

Foto Berita Kurangi Ketergantungan Impor, Ewindo Kembangkan Benih Kacang Hijau
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -
PT East West Seed Indonesia (Ewindo) bakal menggandeng Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Kementerian Pertanian untuk mengembangkan benih kacang hijau.
 
Guna mengurangi ketergantungan produk impor, produsen benih sayuran hibrida ini siap memproduksi 480 ton benih kacang hijau. Ewindo optimistis petani lokal dapat menyuplai 80% benih nasional sehingga mampu mengurangi impor kacang hijau setiap tahunnya.
 
Managing Director Ewindo, Glenn Pardede mengatakan, budidaya kacang hijau selama ini memang belum menjadi perhatian pemerintah dibandingkan misalnya kedelai, sehingga menjadi tantangan bagi pihak swasta untuk mengembangkannya.
 
"Rencananya area tempat pengembangan kacang hijau mencapai 240 ribu hektar. Secara bisnis tanaman ini memberikan imbal hasil (yield) yang besar buat petani. Sekaligus sebagai bentuk kepedulian untuk mengatasi permasalahan gizi di masyarakat dan pencegahan stunting," kata Glenn dalam jumpa pers kemarin di Jakarta.
 
Menurut Glenn sejauh ini untuk memenuhi kebutuhan pasar kacang hijau didapatkan dari petani lokal dengan cara bertanam yang masih belum standar. Selain itu mayoritas juga masih harus didatangkan dari impor (Vietnam dan Thailand).
 
Dia optimistis bersama petani yang menjadi mitranya akan dapat mengembangkan kacang hijau apalagi tanaman ini minim biaya perawatan dan mampu tumbuh di lahan "miskin" (tidak subur).
 
“Sudah ada dua varietas yang akan dikembangkan secara komersial serta akan diproduksi tahun 2018, sedangkan untuk penjualannya sendiri diharapkan dapat dimulai pada tahun 2019,” ujarnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Sales and Marketing Director Ewindo Afrizal Gindow menjelaskan kebutuhan benih kacang hijau untuk 240.000 hektar, dengan asumsi untuk 1 hektar butuh 20 kilogram benih, berarti Ewindo akan memproduksi  480 ton. Kawasan mitra petani yang ditargetkan tersebar di wilayah NTT, NTB, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
 
Afrizal berharap dapat memasok 80% kebutuhan benih kacang hijau nasional yang selama ini masih bergantung kepada impor. Secara produktivitas petani kacang hijau Indonesia selama ini masih rendah atau baru bisa mencapai 0,7 sampai 0,8 ton per hektar.
 
"Kalau petani mencapai 1 ton per hektar itu sudah hebat. Sedangkan benih  yang dikembangkan Balitkabi sudah bisa mencapai 1,5 ton sehingga bisa menjadi terobosan,” ujarnya.
 
Adapun potensi kebutuhan domestik kacang hijau sangat besar mencapai 288.000 ton per tahun. Jumlah tersebut masih akan bertambah seiring bertumbuhnya bisnis makanan dan minuman berbahan dasar kacang hijau.
 
Sebagai informasi rata-rata produksi benih Ewindo setiap tahunnya berkisar di angka 5.000 ton dalam setahun. Hingga akhir tahun 2018 target produksi benih mereka akan meningkat sekitar 5%. Diharapkan produksi benih bisa mencapai 5.250 ton.
 
Jumlah benih Ewindo saat ini mencapai 165 varietas. Dari jumlah itu, pangsa pasar terbesar hingga 65% merupakan benih jagung manis, cabai, tomat, dan semangka.
 
Saat ini Ewindo sudah membina sekitar 12.500 petani produksi benih dengan 62.500 tenaga pollinator yang bekerja pada petani produksi dan tersebar di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, NTT dan NTB.

Tag: Impor

Penulis: Redaksi

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: WE

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,991.68 3,951.90
British Pound GBP 1.00 19,685.55 19,482.04
China Yuan CNY 1.00 2,183.20 2,161.62
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,970.00 14,822.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,820.32 10,705.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,908.05 1,889.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,924.62 10,814.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.51 17,283.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,614.20 3,575.87
Yen Jepang JPY 100.00 13,327.99 13,192.70

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5873.597 61.807 602
2 Agriculture 1573.131 -18.171 20
3 Mining 1915.607 8.625 46
4 Basic Industry and Chemicals 796.218 16.285 71
5 Miscellanous Industry 1257.362 55.238 45
6 Consumer Goods 2447.908 35.684 47
7 Cons., Property & Real Estate 421.933 1.870 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1023.502 -1.264 69
9 Finance 1055.900 6.888 91
10 Trade & Service 820.776 7.323 145
No Code Prev Close Change %
1 PANI 183 246 63 34.43
2 PADI 500 625 125 25.00
3 TFCO 680 850 170 25.00
4 DIGI 340 424 84 24.71
5 JSPT 1,200 1,450 250 20.83
6 BULL 141 169 28 19.86
7 PGLI 210 248 38 18.10
8 TCPI 3,020 3,480 460 15.23
9 ABMM 2,040 2,290 250 12.25
10 KPAL 394 442 48 12.18
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 179 137 -42 -23.46
2 PNSE 850 665 -185 -21.76
3 AKPI 970 770 -200 -20.62
4 TAMU 4,290 3,590 -700 -16.32
5 MINA 550 464 -86 -15.64
6 COWL 515 448 -67 -13.01
7 TRUS 195 170 -25 -12.82
8 NICK 146 130 -16 -10.96
9 AGRS 260 232 -28 -10.77
10 MGNA 57 51 -6 -10.53
No Code Prev Close Change %
1 BMTR 384 406 22 5.73
2 SRSN 85 82 -3 -3.53
3 KPIG 715 710 -5 -0.70
4 PNLF 226 238 12 5.31
5 TLKM 3,570 3,550 -20 -0.56
6 BBRI 2,940 3,000 60 2.04
7 ASII 7,025 7,400 375 5.34
8 ERAA 2,470 2,510 40 1.62
9 ENRG 127 136 9 7.09
10 BBCA 24,000 24,000 0 0.00