Portal Berita Ekonomi Selasa, 20 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:28 WIB. Datsun - Datsun akan mengadakan pameran dan acara test drive yang diberi nama Live Matsuri di Bandung.
  • 12:27 WIB. Havaianas - Havaianas meluncurkan koleksi terbaru Let's Summer 18/19.
  • 12:26 WIB. Ciputra - Ciputra Development melalui subholding 3 siap meluncurkan penjualan tahap I The Newton 2 pada Desember.
  • 12:23 WIB. Paramount Land - Paramount Land menghadirkan promo KPR Bang! 345 di ajang pameran properti REI Mandiri Expo 2018.
  • 12:23 WIB. DKI Jakarta - PD Sarana Jaya mendirikan empat smart toilet di jembatan penyeberangan multiguna Tanah Abang.
  • 05:54 WIB. UEFA Nations League - Denmark 0 vs 0 Republik Irlandia

Kurangi Ketergantungan Impor, Ewindo Kembangkan Benih Kacang Hijau

Foto Berita Kurangi Ketergantungan Impor, Ewindo Kembangkan Benih Kacang Hijau
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -
PT East West Seed Indonesia (Ewindo) bakal menggandeng Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Kementerian Pertanian untuk mengembangkan benih kacang hijau.
 
Guna mengurangi ketergantungan produk impor, produsen benih sayuran hibrida ini siap memproduksi 480 ton benih kacang hijau. Ewindo optimistis petani lokal dapat menyuplai 80% benih nasional sehingga mampu mengurangi impor kacang hijau setiap tahunnya.
 
Managing Director Ewindo, Glenn Pardede mengatakan, budidaya kacang hijau selama ini memang belum menjadi perhatian pemerintah dibandingkan misalnya kedelai, sehingga menjadi tantangan bagi pihak swasta untuk mengembangkannya.
 
"Rencananya area tempat pengembangan kacang hijau mencapai 240 ribu hektar. Secara bisnis tanaman ini memberikan imbal hasil (yield) yang besar buat petani. Sekaligus sebagai bentuk kepedulian untuk mengatasi permasalahan gizi di masyarakat dan pencegahan stunting," kata Glenn dalam jumpa pers kemarin di Jakarta.
 
Menurut Glenn sejauh ini untuk memenuhi kebutuhan pasar kacang hijau didapatkan dari petani lokal dengan cara bertanam yang masih belum standar. Selain itu mayoritas juga masih harus didatangkan dari impor (Vietnam dan Thailand).
 
Dia optimistis bersama petani yang menjadi mitranya akan dapat mengembangkan kacang hijau apalagi tanaman ini minim biaya perawatan dan mampu tumbuh di lahan "miskin" (tidak subur).
 
“Sudah ada dua varietas yang akan dikembangkan secara komersial serta akan diproduksi tahun 2018, sedangkan untuk penjualannya sendiri diharapkan dapat dimulai pada tahun 2019,” ujarnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Sales and Marketing Director Ewindo Afrizal Gindow menjelaskan kebutuhan benih kacang hijau untuk 240.000 hektar, dengan asumsi untuk 1 hektar butuh 20 kilogram benih, berarti Ewindo akan memproduksi  480 ton. Kawasan mitra petani yang ditargetkan tersebar di wilayah NTT, NTB, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
 
Afrizal berharap dapat memasok 80% kebutuhan benih kacang hijau nasional yang selama ini masih bergantung kepada impor. Secara produktivitas petani kacang hijau Indonesia selama ini masih rendah atau baru bisa mencapai 0,7 sampai 0,8 ton per hektar.
 
"Kalau petani mencapai 1 ton per hektar itu sudah hebat. Sedangkan benih  yang dikembangkan Balitkabi sudah bisa mencapai 1,5 ton sehingga bisa menjadi terobosan,” ujarnya.
 
Adapun potensi kebutuhan domestik kacang hijau sangat besar mencapai 288.000 ton per tahun. Jumlah tersebut masih akan bertambah seiring bertumbuhnya bisnis makanan dan minuman berbahan dasar kacang hijau.
 
Sebagai informasi rata-rata produksi benih Ewindo setiap tahunnya berkisar di angka 5.000 ton dalam setahun. Hingga akhir tahun 2018 target produksi benih mereka akan meningkat sekitar 5%. Diharapkan produksi benih bisa mencapai 5.250 ton.
 
Jumlah benih Ewindo saat ini mencapai 165 varietas. Dari jumlah itu, pangsa pasar terbesar hingga 65% merupakan benih jagung manis, cabai, tomat, dan semangka.
 
Saat ini Ewindo sudah membina sekitar 12.500 petani produksi benih dengan 62.500 tenaga pollinator yang bekerja pada petani produksi dan tersebar di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, NTT dan NTB.

Tag: Impor

Penulis: Redaksi

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: WE

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6005.297 -7.053 616
2 Agriculture 1442.671 -1.953 20
3 Mining 1844.938 -18.572 47
4 Basic Industry and Chemicals 790.570 -1.875 71
5 Miscellanous Industry 1413.515 -4.728 45
6 Consumer Goods 2338.209 -9.153 49
7 Cons., Property & Real Estate 423.665 3.328 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1076.855 -15.574 71
9 Finance 1145.996 8.015 91
10 Trade & Service 807.510 -3.038 150
No Code Prev Close Change %
1 TRUK 151 202 51 33.77
2 MTSM 139 179 40 28.78
3 SURE 2,930 3,660 730 24.91
4 POLA 228 284 56 24.56
5 KBLV 372 450 78 20.97
6 LPLI 107 124 17 15.89
7 MPRO 770 860 90 11.69
8 IMAS 1,960 2,150 190 9.69
9 TIRA 138 150 12 8.70
10 INRU 640 690 50 7.81
No Code Prev Close Change %
1 AMAG 338 272 -66 -19.53
2 GMTD 14,800 12,100 -2,700 -18.24
3 NIPS 400 350 -50 -12.50
4 RODA 388 340 -48 -12.37
5 ABMM 2,150 1,885 -265 -12.33
6 PYFA 191 171 -20 -10.47
7 PRIM 815 730 -85 -10.43
8 TRIS 250 228 -22 -8.80
9 AKSI 280 260 -20 -7.14
10 INCI 535 500 -35 -6.54
No Code Prev Close Change %
1 ERAA 1,840 1,980 140 7.61
2 TLKM 4,050 3,950 -100 -2.47
3 TRUK 151 202 51 33.77
4 BBCA 24,825 25,100 275 1.11
5 BBRI 3,490 3,520 30 0.86
6 ADRO 1,545 1,485 -60 -3.88
7 INKP 11,900 11,250 -650 -5.46
8 WSKT 1,530 1,630 100 6.54
9 PGAS 2,070 2,030 -40 -1.93
10 PTBA 4,740 4,660 -80 -1.69