Portal Berita Ekonomi Jum'at, 19 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:02 WIB. Khashoggi - Otoritas Turki mengatakan belum membagikan audio terkait dengan pembunuhan Khashoggi dengan siapa pun.
  • 19:01 WIB. Laut China Selatan - AS gaet Jepang tangkis pengaruh China di LTS.
  • 19:01 WIB. Kanada - Pasokan ganja di Kanada dilaporkan telah ludes.
  • 19:00 WIB. TSLA - Tesla meluncurkan mobil Model 3 dengan harga US$45.000.
  • 18:59 WIB. Afghanistan - Aksi penembakan tunda pemilu Afghanistan di Kandahar.
  • 18:59 WIB. Donald Trump - Trump yakin Khashoggi sudah meninggal dunia.
  • 18:58 WIB. Israel - Mahkamah Agung Israel izinkan siswa AS masuk negaranya.
  • 18:58 WIB. Uni Eropa - KTT Uni Eropa di Brussels fokus pada isu migrasi.
  • 18:58 WIB. Brexit - Uni Eropa: Dialog Brexit berlanjut 'dengan semangat positif'.
  • 18:57 WIB. PBB - PBB tunggu hasil penyelidikan Turki terkait Khashoggi.
  • 18:56 WIB. Jamal Khashoggi - AJI desak investigasi transparan dalam kasus Jamal Khashoggi.
  • 18:13 WIB. Nasional - Darmin: Moratorium izin hutan sawit untuk pembenahan.
  • 18:12 WIB. Hukum - Menteri Agraria sebut perizinan Meikarta hanya 84 hektare.
  • 18:12 WIB. Nasional - Mendagri: Dana kelurahan beda dengan dana desa.
  • 18:12 WIB. Nasional - Jokowi dan Said Aqil masuk 50 tokoh muslim berpengaruh.

Mbak Sri: Pemerintah Upayakan Defisit Anggaran Mengecil

Foto Berita Mbak Sri: Pemerintah Upayakan Defisit Anggaran Mengecil
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pemerintah mengupayakan target defisit anggaran akan semakin mengecil dalam jangka menengah, yang didukung oleh pengelolaan pembiayaan secara berhati-hati serta upaya menjaga rasio utang dalam batas aman.

"Dalam jangka menengah, defisit akan diupayakan semakin mengecil, namun tetap produktif untuk menstimulasi perekonomian," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Paripurna DPR di Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Sri Mulyani hadir dalam rapat paripurna untuk membacakan tanggapan pemerintah terhadap pandangan umum fraksi atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal dalam rangka Pembicaraan Pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2019.

Ia menambahkan rasio utang juga diharapkan semakin mengecil dan keseimbangan primer diarahkan menuju positif pada 2020 sehingga menjadi pondasi yang kokoh bagi pemerintahan periode berikutnya untuk menyusun strategi pembangunan.

Untuk mengendalikan risiko utang, menurut dia, pemerintah selalu menjaga rasio utang dalam batas hati-hati dan "manageable" sesuai aturan perundangan-undangan serta menjaga komposisi utang dalam batas aman dan efisien.

"Pemerintah juga mengedepankan pemanfaatannya untuk kegiatan produktif dengan prioritas utama pada pembangunan infrastruktur dan penguatan kualitas sumber daya manusia," tutur Sri Mulyani.

Ia menjelaskan arah kebijakan fiskal pemerintah pada 2019 masih akan cenderung ekspansif dengan lebih terarah dan terukur melalui perencanaan alokasi dan distribusi secara seimbang dan efektif serta proyeksi defisit anggaran pada kisaran 1,6%-1,9% terhadap PDB.

"Defisit dirancang untuk tetap menjaga daya dorong ekonomi dan melindungi masyarakat paling rentan dan miskin, mengurangi kesenjangan, dengan tetap mampu menciptakan ruang fiskal untuk menjaga perekonomian dari potensi gejolak global," ujarnya.

Untuk menutup defisit anggaran tersebut, pemerintah melakukan pengelolaan pembiayaan yang tetap dijaga secara hati-hati.

Sri Mulyani memastikan pengelolaan utang akan selalu mengedepankan aspek kehati-hatian (prudent), produktivitas dalam pemanfaatan, efisiensi "cost of borrowing" dan tetap menjaga keseimbangan makro ekonomi.

"Pembiayaan utang juga dilakukan dengan perencanaan yang baik dan berhati-hati serta memperhitungkan kembali plafon pinjaman dan kesanggupan membayar kembali pinjaman," ujarnya.

Tag: Sri Mulyani Indrawati, Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,077.46 4,036.30
British Pound GBP 1.00 19,921.28 19,721.82
China Yuan CNY 1.00 2,204.59 2,182.69
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,297.00 15,145.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,868.52 10,759.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,951.30 1,931.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,083.98 10,971.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,528.83 17,353.14
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,679.82 3,638.00
Yen Jepang JPY 100.00 13,610.64 13,474.20

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5837.291 -7.951 610
2 Agriculture 1574.400 -2.628 20
3 Mining 1909.966 -6.234 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.451 4.747 70
5 Miscellanous Industry 1254.992 40.866 45
6 Consumer Goods 2471.957 -17.927 49
7 Cons., Property & Real Estate 409.115 1.009 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.955 -0.876 70
9 Finance 1054.067 -5.371 91
10 Trade & Service 792.965 -3.931 147
No Code Prev Close Change %
1 MAYA 6,950 8,150 1,200 17.27
2 NICK 138 159 21 15.22
3 APEX 1,780 2,000 220 12.36
4 HELI 85 94 9 10.59
5 DUCK 1,370 1,515 145 10.58
6 SMDM 133 145 12 9.02
7 RODA 350 378 28 8.00
8 MPRO 236 254 18 7.63
9 ACST 1,495 1,600 105 7.02
10 TBIG 5,050 5,375 325 6.44
No Code Prev Close Change %
1 MFMI 875 730 -145 -16.57
2 JAWA 160 138 -22 -13.75
3 CNTX 545 472 -73 -13.39
4 PNSE 875 770 -105 -12.00
5 RELI 256 228 -28 -10.94
6 LPLI 148 132 -16 -10.81
7 JKSW 68 62 -6 -8.82
8 RMBA 378 348 -30 -7.94
9 BISI 1,520 1,400 -120 -7.89
10 PSDN 208 192 -16 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 332 344 12 3.61
2 BHIT 82 81 -1 -1.22
3 KPIG 136 135 -1 -0.74
4 PGAS 2,230 2,270 40 1.79
5 MNCN 790 780 -10 -1.27
6 TLKM 3,760 3,730 -30 -0.80
7 SCMA 1,785 1,725 -60 -3.36
8 ADRO 1,730 1,700 -30 -1.73
9 TARA 890 890 0 0.00
10 INKP 13,675 13,475 -200 -1.46