Portal Berita Ekonomi Rabu, 21 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:28 WIB. Pala - Petani: Harga pala per kilogramnya masih bertahan di kisaran Rp18 ribu sejak beberapa bulan terakhir, normalnya Rp23 ribu-Rp28 ribu.
  • 17:27 WIB. Pala - Kalangan petani di Kabupaten Aceh Selatan mengeluhkan murahnya harga pala sejak beberapa bulan terakhir.
  • 17:26 WIB. UMK - UMK Jabar 2019 terendah ditempati oleh Kota Banjar sebesar Rp1.688.217,52.
  • 17:26 WIB. UMK - UMK Provinsi Jawa Barat tahun 2019 tertinggi ditempati oleh Kabupaten Karawang yakni sebesar Rp4.234.010,27.
  • 17:25 WIB. Energi - Indonesia-Jerman peringati 25 tahun kerja sama di bidang energi terbarukan melalui Indonesian-German Renewable Energy Day (RE Day) 2018.
  • 17:22 WIB. Hutan - Pemerintah menargetkan penyerahan 3,5 juta hektare hutan sosial pada masyarakat untuk dikelola sebagai sumber ekonomi masyarakat.
  • 17:22 WIB. Sertifikat - Tahun 2019, sertifikat halal produk makanan menjadi mandatori.
  • 17:21 WIB. Ikan - Stok ikan di TPI Kota Pekalongan melimpah mengakibatkan harga ikan turun antara Rp2 ribu/kg hingga Rp5 ribu/kg.
  • 17:19 WIB. PAD - Pemkot Batam menargetkan PAD dari sektor hotel meningkat hingga 97,98 persen pada 2019.
  • 17:17 WIB. Ikan Asin - Ikan sotong juga mengalami kenaikan di Cianjur, dari Rp70 ribu naik menjadi Rp80 ribu per kilogram.
  • 17:17 WIB. Ikan Asin - Harga ikan asin yang mengalami kenaikan di Cianjur seperti ikan peda dari Rp40 ribu naik menjadi Rp60 ribu/kg.
  • 17:15 WIB. Ikan Asin - Harga ikan asin di Cianjur melambung karena minimnya stok.
  • 17:14 WIB. PNBP - PNBP untuk subsektor mineral dan batubara yang dikelola Kementerian ESDM mencapai Rp41,77 triliun.
  • 17:13 WIB. Kebun - 10 komoditi unggulan sektor perkebunan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) terpantau stabil harganya.
  • 17:12 WIB. Bawang - Harga bawang merah di Gorontalo naik menjadi Rp30.000/kg.

Seri Tulisan Witjaksono: Unorganic Growth (2)

Foto Berita Seri Tulisan Witjaksono: Unorganic Growth (2)
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Saya akan coba menulis pembahasan merger & acquisition dengan seringan mungkin agar mudah dipahami. Sekitar dua hari lalu, sambil santap sahur dengan istri dan anak-anak, saya iseng buka beberapa pesan di HP. Cukup mengagetkan ketika ada sahabat kami di komunitas mengirimkan pesan bahwa beliau dipercaya oleh investor untuk mengelola dana masuk di bisnisnya sebesar Rp1 triliun. Saya hitung pelan-pelan dengan mata mengantuk jumlah nolnya. Ternyata, jumlah nol ada 12. Kaget juga dan saya jadi melek. Ha, ha, ha.

Wow, ternyata zaman ekonomi seperti sekarang ini masih cukup banyak cash dari korporasi-korporasi besar yang siap terjun bebas masuk ke bisnis-bisnis orang lain yang bisa mendongkrak bisnis mereka yang sudah establish. Pertanyaannya, kenapa? Nah, ini yang harus sedikit kita kupas.

Sebuah korporasi besar, sudah dipastikan harus memiliki omzet besar dan armada besar untuk mendongkrak kinerja besar secara total. Jika diibaratkan kendaraan, kalau casingn-ya sudah dumptruck maka tidak bisa pakai mesin motor.

Oleh karenanya, apabila kinerja korporasi besar dirasa sudah mulai melambat baik dari faktor eksternal maupun faktor internal maka level top management harus segera bergerak cepat, tepat, dan akurat untuk segera mendongkrak kinerja. Nah, di sinilah kuncinya, kenapa sebuah korporasi sangat sekali gemar untuk ambil alih saham dengan metode akuisisi atau bahkan kolaborasi dengan metode merger atau bahkan melakukan keduanya yang tujuan utamanya sama yaitu mempercepat laju roda kendaraan bisnis.

Kenapa harus menggunakan metode akuisisi? Analoginya, saya sekarang punya satu gerobak bakso, penjualan laris, dan akhirnya bisa menyimpan uang di celengan hingga Rp10 juta. Kemudian saya berpikir akan membuat gerobak bakso lagi dengan waktu tiga bulan, kemudian cari partner pedagang baru dan butuh waktu enam bulan untuk menghasilkan omzet yang normal. Sedangkan ada tetangga rumah punya kios bakso, lagi butuh uang Rp10 juta untuk uang sekolah dan saya ditawarkan untuk ambil alih usahanya yang sudah berjalan dua tahun.

Pertanyaannya, mana yang akan lebih cepat menghasilkan uang? Tentunya mengambil alih kios bakso dengan modal sama Rp10 juta dan hanya butuh waktu satu hari untuk menghasilkan uang. Nah, itulah gaya korporasi yang dikecilkan menjadi level mikro bisnis. Namun, tentunya kedua metode ini memiliki dampak positif dan negatif masing-masing.

Teringat betul waktu belajar ilmu ini (lihat tulisan saya sebelumnya Unorganic Growth 1) saya harus mengambil keputusan setelah berhasil mengakuisisi perusahaan kompetitor dan sekaligus supplier, ternyata harus tergopoh-gopoh mengelola dua entitas roda bisnis yang berbeda tapi satu jenis bisnisnya. Ibaratnya, saat itu saya punya dua gerobak sapi yang besar dengan masing-masing gerobak ditarik oleh satu sapi. Akhirnya saya putuskan untuk membongkar gerobak dan menggabungkan kedua gerobak itu menjadi satu gerobak besar dan ditarik oleh dua sapi secara bersamaan

Nah, itulah ilustrasi merger dalam perusahaan, yaitu menggabungkan dua entitas bisnis dalam satu kendali. Sahabatku, ini yang akan kita kupas dalam business gathering yang akan saya selenggarakan di bulan Agustus 2018. Bukti kongkrit sebuah aksi korporasi yang akan saya perkecil skalanya dan kita bisa saling kolaborasi.

Luangkan waktu di empat hari dan tiga malam untuk kita diskusi dan langsung mengambil keputusan menjalankan gaya korporasi dengan akuisisi bisnis dari salah satu teman UKM yang kita pilih bersama. Gaya Korporasi, Aksi Akselerasi dalam sebuah Community.

Berjuta juta cara, berjuta juta semangat, berjuta juta manfaat, untuk mendapat rahmat. Million Ways.

Tag: Witjaksono

Penulis: Witjaksono, Pembina Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5948.052 -57.245 616
2 Agriculture 1420.064 -22.607 20
3 Mining 1752.232 -92.706 47
4 Basic Industry and Chemicals 794.852 4.282 71
5 Miscellanous Industry 1405.848 -7.667 45
6 Consumer Goods 2338.754 0.545 49
7 Cons., Property & Real Estate 427.067 3.402 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1070.304 -6.551 71
9 Finance 1128.672 -17.324 91
10 Trade & Service 795.747 -11.763 150
No Code Prev Close Change %
1 HOME 123 166 43 34.96
2 MPRO 860 1,075 215 25.00
3 POLA 284 354 70 24.65
4 MINA 535 665 130 24.30
5 NIPS 350 428 78 22.29
6 AKSI 260 310 50 19.23
7 MPPA 157 184 27 17.20
8 ABMM 1,885 2,190 305 16.18
9 AMAG 272 314 42 15.44
10 GOLD 510 560 50 9.80
No Code Prev Close Change %
1 SOSS 1,950 1,465 -485 -24.87
2 PALM 254 220 -34 -13.39
3 PTIS 380 330 -50 -13.16
4 TRUK 202 176 -26 -12.87
5 ADRO 1,485 1,310 -175 -11.78
6 GLOB 218 194 -24 -11.01
7 GEMA 316 282 -34 -10.76
8 INDY 2,430 2,180 -250 -10.29
9 MAIN 1,300 1,170 -130 -10.00
10 LEAD 66 60 -6 -9.09
No Code Prev Close Change %
1 ADRO 1,485 1,310 -175 -11.78
2 PTBA 4,660 4,350 -310 -6.65
3 PGAS 2,030 1,945 -85 -4.19
4 UNTR 34,400 31,950 -2,450 -7.12
5 BBRI 3,520 3,430 -90 -2.56
6 ERAA 1,980 2,010 30 1.52
7 ITMG 22,025 20,025 -2,000 -9.08
8 TRUK 202 176 -26 -12.87
9 BMRI 7,475 7,275 -200 -2.68
10 TLKM 3,950 3,960 10 0.25