Portal Berita Ekonomi Selasa, 19 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:35 WIB. MTDL - Metrodata Electronics membidik tambahan pendapatan dari lini penyewaan gedung di Cibitung dan Surabaya.
  • 21:33 WIB. Pangan - Kementerian Pertanian mengklaim harga kebutuhan bahan pangan relatif stabil sepanjang Lebaran 2018.
  • 21:33 WIB. Baja - IISIA mengaku sedikit khawatir dengan potensi berlimpahnya besi baja asal China.
  • 21:32 WIB. Kedelai - Asosiasi Kedelai Indonesia mengklaim tidak tergiur untuk mengimpor lebih banyak kedelai dari AS.
  • 20:01 WIB. Politik - Gerindra akan bahas nama Chairul Tanjung dengan PKS dan PAN.
  • 19:59 WIB. Politik - Golkar ingatkan Iriawan untuk netral di Pilkada Jabar.
  • 19:57 WIB. Transportasi - Polda Metro: Angka kecelakaan saat operasi ketupat 2018 turun drastis.
  • 19:57 WIB. Pemilu - Sandiaga: AHY tengah atur pertemuan dengan Prabowo-SBY.
  • 19:56 WIB. Pilkada - Mendagri prediksi pemenang Pilkada 2018 tak jauh dari hasil survei.
  • 19:56 WIB. Hukum - Polri akan turunkan ratusan personel amankan sidang vonis Aman Abdurrahman.
  • 19:55 WIB. DKI Jakarta - Sandiaga Uno akan kunjungi Amerika Serikat selama 6 hari.
  • 19:55 WIB. Hukum - Wakapolri: Tak ada intervensi dalam kasus chat mesum Rizieq.
  • 19:54 WIB. Politik - Fadli Zon tuding pemerintahan Jokowi berbohong soal Iriawan.
  • 19:53 WIB. Politk - PDIP nilai pengangkatan Iriawan keputusan yang tepat.
  • 16:58 WIB. Yaman - Pertempuran sengit di Yaman ancam jutaan warga sipil.

Kampusnya Disusupi Paham Radikal, Ini Langkah Rektor Undip

Foto Berita Kampusnya Disusupi Paham Radikal, Ini Langkah Rektor Undip
Warta Ekonomi.co.id, Semarang -

Undip Semarang, Jawa Tengah, segera menindaklanjuti informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terkait sejumlah kampus ternama yang sudah disusupi paham radikal.

"BNPT sudah mengklaim, tentunya kan didasarkan informasi dan data. Coba kami diberi. Diberitahu betul-betul siapa-siapanya," tutur Rektor Undip Prof Yos Johan Utama di Semarang, Kamis (31/5/2018) malam.

Menurut dia, informasi yang disampaikan BNPT tersebut akan berguna bagi Undip sebagai acuan untuk memahami pola pergerakan dan pemaparan paham-paham radikal, khususnya kepada mahasiswa. Bahkan, Guru Besar Fakultas Hukum Undip itu mengaku senang jika BNPT bersedia memberikan panduan mengenai langkah-langkah menghadapi dan menyelesaikan persoalan tersebut.

"Tentu dalam rangka proses deradikalisasi. Keahlian menghadapi itu kan tidak dimiliki semuanya. BNPT memang institusi yang khusus dibuat untuk itu. Harapannya, bisa memberikannya pada perguruan tinggi," katanya.

Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) itu berharap BNPT bisa lebih menggerakkan kalangan civitas akademika, utamanya rektor sebagai pimpinan universitas untuk memberikan kebaikan terhadap lembaga yang dipimpinnya untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Yos mengaku sebenarnya Undip telah menyiapkan tim untuk membentuk satuan tugas guna menanggulangi maraknya penyebaran paham radikalisme di kalangan kampus.

"Namun, kami kan tidak tahu kalau ternyata banyak yang bergerak di bawah. Yang mencuat kemarin kan karena muncul di Facebook. Ya, data dari BNPT itu juga bisa menghindarkan salah sangka," ungkapnya.

Yang jelas, kata dia, FRI akan bersama-sama menyelesaikan persoalan tersebut, apalagi perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan yang ditujukan mencetak generasi muda penerus bangsa.

BNPT membeberkan sejumlah kampus ternama, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Undip, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya sudah disusupi paham radikal. Selain itu, BNPT menilai kampus negeri maupun swasta menjadi sasaran baru dan empuk bagi penyebar radikalisme, khususnya pada jurusan eksakta dan kedokteran.

Tag: Universitas Diponegoro (Undip), Radikalisme

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Antara/Iggoy el Fitra

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5993.627 -113.071 587
2 Agriculture 1535.417 -16.568 19
3 Mining 1950.048 -19.774 44
4 Basic Industry and Chemicals 810.011 -8.507 70
5 Miscellanous Industry 1230.258 -8.573 45
6 Consumer Goods 2439.310 -39.956 45
7 Cons., Property & Real Estate 473.172 -5.498 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1040.501 -26.112 65
9 Finance 1059.149 -33.106 93
10 Trade & Service 902.658 -6.794 141
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading

Selasa, 19/06/2018 04:50 WIB

Kapolda Bakal Tindak Penerbang Balon Udara

Senin, 18/06/2018 13:33 WIB

Pertamax Laris Manis Pasca Lebaran

Senin, 18/06/2018 05:05 WIB

Penumpang Keluhkan Pelayanan PT KAI

Minggu, 17/06/2018 06:46 WIB

China Tahan Laju Pertumbuhan Kendaraan Listrik

Sabtu, 16/06/2018 05:59 WIB

"Wajar Pemudik Apresiasi Jokowi"