Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:03 WIB. MIDI - Midi Utama Indonesia memprediksi peningkatan penjualan masih akan terjadi sampai akhir pekan ini.
  • 14:03 WIB. LTLS - Lautan Luas melunasi pembayaran Obligasi Berkelanjutan I Lautan Luas Tahap I Tahun 2013 sebesar Rp700 miliar.
  • 13:59 WIB. PDES - Destinasi Tirta Nusantara akan membuka cabang operasional di Malaysia pada kuartal II-2018.
  • 13:52 WIB. DWGL - Dwi Guna Laksana membukukan rugi bersih komprehensif sebesar Rp852,61 milia pada tahun 2017.
  • 13:50 WIB. DWGL - Dwi Guna Laksana mencatat pendapatan turun 35% menjadi Rp672,88 miliar pada 2017.
  • 13:50 WIB. DWGL - Dwi Guna Laksana menargetkan volume pasokan sebesar 5 juta ton per tahun ke PLN dalam dua tahun ke depan.
  • 11:05 WIB. SHID - Hotel Sahid Jaya International menargetkan okupansi naik menjadi 65% pada 2018.
  • 11:03 WIB. BNBR - Bakrie & Brothers akan membawa holding anak usaha di bawah bendera Bakrie Industry untuk IPO pada kuartal IV-2018. 
  • 08:45 WIB. Antariksa - Trump perintahkan AS dominasi antariksa.
  • 08:44 WIB. Gaza - PBB: Gaza 'di ambang perang'.
  • 08:43 WIB. Korea - Latihan militer Korsel-AS resmi dihentikan.
  • 08:42 WIB. Ganja - Otoritas Kanada memutuskan untuk legalkan ganja.
  • 08:41 WIB. Penerbangan - Saudia cetak rekor 688 penerbangan dalam waktu 24 jam.
  • 08:41 WIB. Amerika - Sekjen PBB sesalkan keputusan AS mundur dari Dewan HAM PBB.
  • 08:39 WIB. Suriah - Menlu Turki: Turki adalah negara kunci dalam perundingan Suriah.

Berkat KUR, UKM Tanaman Hias di Lombok Naik Kelas

Foto Berita Berkat KUR, UKM Tanaman Hias di Lombok Naik Kelas
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pelaku UKM tanaman hias di NTB yakni Indah Trisnawati, pemilik usaha Lombok Orchid, mampu menaikkan kelas usaha ke skala yang lebih tinggi tidak lama berselang setelah mendapatkan pembiayaan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Indah Trisnawati saat ditemui di nursery-nya yang terletak di Jalan Dakota, Rembiga Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (6/6/2018), mengatakan usahanya semakin berkembang setelah mengakses KUR dua tahun silam.

"Saya memulai usaha dari hobi, bersama suami. Kami awalnya penasaran mengapa orang menyukai anggrek dan ada yang begitu fanatik," katanya.

Perempuan yang lahir di Sragen 36 tahun lalu itu kemudian membeli beberapa anggrek di nursery-nursery. Ia menemukan ternyata merawat anggrek itu perlu kesabaran yang tinggi.

Ibu dua anak itu pun mencari ilmu dari nursery ke nursery hingga akhirnya menemukan bahwa masing-masing jenis anggrek membutuhkan perawatan yang berbeda.

Ia membangun nursery kecil bermodal Rp15 juta dari tabungannya untuk usaha pembesaran bibit anggrek pada mulanya yakni sekitar 2015.

"Saat ini saya belum terlalu serius karena juga mengikuti suami yang berpindah-pindah tugas sampai kemudian kami memutuskan saya menetap di Lombok dan suami di Surabaya," katanya.

Saat berjauhan dengan suami itu kemudian terpikir olehnya untuk lebih fokus pada usaha yang telah dikembangkannya.

"Saya berpikir kenapa saya tidak mulai untuk seriusi usaha saya ini, toh sudah mulai banyak yang tahu," katanya.

Ia pun mulai memperluas usahanya, tidak sekadar menjual anggrek jenis anggrek bulan, Dendrobium, Vanda, Catleya, Oncydium, Cymbidium, tapi juga keperluan pendukungnya termasuk media tanam seperti arang, pakis, spagnum moss, sprayer, dan pupuk untuk anggrek berkualitas.

Bahkan, ia tidak ingin berpelit-pelit ilmu dan menyediakan pelatihan serta konsultasi tentang cara merawat anggrek agar tampil cantik dan rajin berbunga.

Indah pun merasa perlu modal tambahan untuk usahanya. Ia mencari informasi agar bisa mengakses pembiayaan ke bank. Nyatanya, perbankan menyaratkan kepemilikan Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) hingga ia pun berupaya mencari tahu.

"Ternyata tidak sulit mengurusnya hanya tinggal menyiapkan persyaratan tidak sampai berhari-hari kartu IUMK itu jadi. Dari situ saya langsung sering mendapatkan informasi dari dinas-dinas tentang pelatihan dan pembinaan UMKM," kata Indah.

Ia pun mendapatkan jalan untuk mengakses KUR tanpa kesulitan sampai pada akhirnya usahanya disetujui mendapatkan perkuatan modal dari KUR sebesar Rp25 juta.

"Dengan uang itu saya belikan bibit dan keperluan tanam, memperluas tempat usaha, jadi usaha saya semakin besar, karyawan juga ditambah," kata mantan penyiar itu.

Ia melengkapi koleksi tanamannya sampai lebih dari 50 jenis anggrek untuk memenuhi permintaan pasar. Bunga anggrek yang harganya cukup mahal bisa disiapkan apabila ada pesanan. Nama Lombok Orchid pun semakin diperhitungkan. Pasarnya meluas sampai menjadi langganan hotel-hotel dan tempat pertemuan di seantero Lombok.

Indah merasakan omzetnya mulai naik signifikan hingga 40% dari sebelum ia mengakses KUR. Tak berhenti sampai di situ, Indah pun memperluas usahanya dengan menyediakan jasa sewa tanaman indoor di Lombok dan memperkuat divisi pelatihan.

Usahanya kini meraup omzet per bulan hingga puluhan juta usaha lantaran ia fokus pada pengelolaan manajemen yang ketat.

"Saya 'kan pernah dapat pelatihan soal manajemen dari Dinas Koperasi dan UKM, ini berguna sekali," katanya.

Ia menerapkan ilmu yang didapatkan pada usahanya termasuk untuk membuat usahanya berbeda dengan kompetitor.

"Soal harga misalnya, saya selalu pasang tertulis berapa-berapanya, jadi pembeli begitu masuk ke sini langsung tahu kisaran harganya. Tidak ada main-main harga di sini semua ada harga patokan," katanya.

Kepada karyawannya, ia pun menerapkan standar operasi prosedur (SOP) sehingga usahanya tetap berjalan dengan rapi, mudah diawasi, dan terkontrol.

Pada 2017, ia mendapatkan informasi program bantuan modal Wirausaha Pemula dari Kementerian Koperasi dan UKM. Tanpa ragu ia turut serta mengajukan diri untuk mengikuti seleksi.

"Saya optimistis karena usaha saya memiliki nilai tambah, jadi bukan sekadar menjual anggrek, saya juga melakukan edukasi, membuka pusat pelatihan anggrek untuk siapapun mulai dari masyarakat umum, pelajar, mahasiswa," katanya.

Optimismenya berbuah manis, Indah mendapatkan bantuan modal Wirausaha Pemula sebesar Rp11 juta yang kemudian digunakannya untuk memperluas usaha. Usahanya kini semakin besar dan ia bahkan diperhitungkan sebagai salah satu wirausaha muda di Lombok yang berhasil.

Tag: Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Kredit Usaha Rakyat (KUR)

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Kemenkop dan UKM

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5993.627 -113.071 587
2 Agriculture 1535.417 -16.568 19
3 Mining 1950.048 -19.774 44
4 Basic Industry and Chemicals 810.011 -8.507 70
5 Miscellanous Industry 1230.258 -8.573 45
6 Consumer Goods 2439.310 -39.956 45
7 Cons., Property & Real Estate 473.172 -5.498 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1040.501 -26.112 65
9 Finance 1059.149 -33.106 93
10 Trade & Service 902.658 -6.794 141
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10