Portal Berita Ekonomi Jum'at, 17 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:21 WIB. Nasional - BNPT terus bina mantan jaringan teroris.
  • 22:20 WIB. Industri - Menperin: Industri manufaktur konsisten beri dampak perekonomian.
  • 22:20 WIB. Nasional - SBY hadiri perayaan kemerdekaan Indonesia di Singapura.
  • 22:20 WIB. Nasional - Veteran, Yacob: 73 tahun merdeka, Papua banyak berubah.
  • 22:19 WIB. Nasional - Panglima TNI menargetkan alutsista berbasis digital.
  • 21:00 WIB. REI - REI NTT optimistis relaksasi LTV dari BI berpotensi menaikkan bisnis properti di kawasan timur Indonesia.
  • 20:48 WIB. Ford - Ford Motor Company merayakan produksi Mustang yang ke-10 juta di AS.
  • 20:41 WIB. TMC - Toyota Motor Corp akan memproduksi 120.000 lebih mobil per tahun di Tianjin, China.
  • 20:40 WIB. GEMS - Golden Energy Mines menargetkan volume produksi batu bara sebesar 21,8 juta ton pada 2018.
  • 20:39 WIB. GEMS - Golden Energy Mines mencatat produksi batu bara sebesar 9,09 juta ton pada semester I-2018. 
  • 20:38 WIB. GEMS - Golden Energy Mines mencatat pendapatan naik 71,77% menjadi US$480,74 juta per Juni 2018.
  • 20:38 WIB. GEMS - Golden Energy Mines membukukan kenaikan laba bersih 32,33% pada semester I-2018.
  • 20:35 WIB. Tiphone - Fitch Ratings menaikkan peringkat Tiphone Mobile Indonesia dari B+ menjadi BB-.
  • 20:34 WIB. Jetstar - Jetstar Asia menambah delapan penerbangan pulang-pergi antara Singapura dan Jakarta.
  • 20:31 WIB. Australia - Australia berharap menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia dan Hong Kong pada akhir 2018.

Nelayan Sumut Komitmen Tak Gunakan Cantrang

Foto Berita Nelayan Sumut Komitmen Tak Gunakan Cantrang
Warta Ekonomi.co.id, Medan -

Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Sumatera Utara, meminta kepada nelayan pemodal besar di daerah Kabupaten Serdang Bedagai, Sumut, agar benar-benar komitmen dan tidak lagi menggunakan alat penangkapan ikan cantrang.

"Sebab alat tangkap tersebut dianggap tidak ramah lingkungan dan dilarang oleh pemerintah beroperasi mengambil ikan di perairan Indonesia," kata Wakil Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut, Nazli di Medan, beberapa waktu lalu.

Alat tangkap yang sudah cukup tua itu, menurut dia, harus dihentikan atau dibuang jauh-jauh oleh nelayan karena selama ini banyak meresahkan kehidupan nelayan kecil ketika mencari ikan di laut.

"Bahkan, nelayan cantrang itu sering terlibat cek-cok/pertengkaran di tengah laut dengan nelayan kecil maupun petugas Sat Pol Air Serdang Bedagai (Sergai) yang melakukan penertiban," ujar Nazli.

Ia menyebutkan, selain alat tangkap cantrang, pemerintah juga melarang pengoperasian pukat hela (trawl), pukat tarik (seine nets), pukat gerandong (bot gandeng dua), dan sejenis alat tangkap pukat harimau. Pelarangan alat tangkap tersebut juga berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 02 Tahun 2015 dan harus tetap dipatuhi para nelayan di Indonesia serta jangan dilanggar.

"Pemerintah juga diharapkan agar secepatnya memberikan alat tangkap jaring milenium yang ramah lingkungan dan cocok digunakan oleh nelayan di Indonesia," ucapnya.

Nazli menjelaskan kehadiran alat tangkap yang baru dicanangkan oleh pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) maka nelayan di Sumut bisa beroperasi menangkap ikan dengan aman serta tidak dilarang pemerintah. Apalagi, selama ini kehidupan nelayan terkatung-katung dan tidak jelas karena belum adanya alat tangkap yang disarankan pemerintah.

Namun saat ini, nelayan di seluruh Indonesia bisa lega dan merasa bangga setelah adanya jaring milineum sebagai pengganti alat tangkap yang merusak lingkungan hidup di dasar laut.

"Nelayan di Sumut harus menghentikan alat tangkap tersebut dan menggantinya dengan alat tangkap baru yang diizinkan oleh pemerintah, yakni jaring milineum," kata Wakil Ketua HNSI Sumut itu.

Cantrang merupakan alat tangkap ikan yang digunakan oleh nelayan tradisional sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Selain itu, cantrang adalah alat penangkap ikan berbentuk kantong terbuat dari jaring dengan dua panel dan tidak dilengkapi alat pembuka mulut jaring. Alat tangkap cantrang memiliki mata jaring berukuran rata-rata 1,5 inci dan mirip dengan trawl atau biasa disebut dengan pukat harimau.

Alat tangkap tersebut selama ini dianggap telah merusak sumber hayati di laut, bibit ikan yang masih kecil, terumbu karang, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan larangan kepada nelayan agar tidak menggunakan alat tangkap cantrang.

Tag: Nelayan

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Saiful Bahri

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Aug
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading