Portal Berita Ekonomi Selasa, 19 Juni 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:01 WIB. Politik - Gerindra akan bahas nama Chairul Tanjung dengan PKS dan PAN.
  • 19:59 WIB. Politik - Golkar ingatkan Iriawan untuk netral di Pilkada Jabar.
  • 19:57 WIB. Transportasi - Polda Metro: Angka kecelakaan saat operasi ketupat 2018 turun drastis.
  • 19:57 WIB. Pemilu - Sandiaga: AHY tengah atur pertemuan dengan Prabowo-SBY.
  • 19:56 WIB. Pilkada - Mendagri prediksi pemenang Pilkada 2018 tak jauh dari hasil survei.
  • 19:56 WIB. Hukum - Polri akan turunkan ratusan personel amankan sidang vonis Aman Abdurrahman.
  • 19:55 WIB. DKI Jakarta - Sandiaga Uno akan kunjungi Amerika Serikat selama 6 hari.
  • 19:55 WIB. Hukum - Wakapolri: Tak ada intervensi dalam kasus chat mesum Rizieq.
  • 19:54 WIB. Politik - Fadli Zon tuding pemerintahan Jokowi berbohong soal Iriawan.
  • 19:53 WIB. Politk - PDIP nilai pengangkatan Iriawan keputusan yang tepat.
  • 16:58 WIB. Yaman - Pertempuran sengit di Yaman ancam jutaan warga sipil.
  • 16:56 WIB. Ronaldo - Presiden Turki puji bintang Portugal Ronaldo.
  • 16:55 WIB. Jepang - Korban tewas akibat gempa di Jepang tembus 4 orang.
  • 16:54 WIB. Finlandia - Menlu Retno: Hubungan bilateral Indonesia-Finlandia berkembang signifikan.
  • 16:54 WIB. Korea Selatan - Pentagon tangguhkan rencana latihan bersama dengan Korsel.

Pemudik Jangan Gunakan BBM RON Tinggi, Ini Akibatnya

Foto Berita Pemudik Jangan Gunakan BBM RON Tinggi, Ini Akibatnya
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri mengingatkan, agar pemudik yang memakai kendaraan pribadai mempergunakan bahan bakar minyak (BBM) dengan RON tinggi untuk menghindari kerusakan mesin.

Melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, (12/6) para pemudik bisa menggunakan bakar minyak (BBM) dengan RON 92 ke atas, seperti seri Pertamax, karena sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan saat ini.

"Sejak 2003, sebenarnya teknologi mesin kendaraan bermotor sudah tidak cocok lagi untuk BBM RON rendah seperti Premium. Yang sesuai bagi mesin adalah BBM dengan RON tinggi," katanya.

Nilai oktan sebuah bahan bakar yang paling umum di seluruh dunia adalah nilai Research Octane Number (RON).

Dalam kaitan itulah Tri menegaskan, jika pemudik memaksakan memakai Premium, maka akan berdampak buruk pada kendaraannya.

Keluhan yang dirasakan adalah, mulai kinerja yang rendah, boros BBM, hingga paling fatal adalah turun mesin dan rusaknya kendaraan.

"Kalau sudah turun mesin tentu biayanya sangat mahal. Untuk jenis Avanza saja, jika piston yang kena, perbaikannya bisa mencapai Rp6-7 juta," kata Tri.

Ketidaksesuaian antara jenis BBM dan spesifikasi kendaraan bermotor saat ini, tambahnya, pada awalnya akan berdampak terhadap kinerja kendaraan yang tidak optimal, misalnya, tenaga yang rendah, akselerasi yang tidak optimal, dan tidak kuat di medan menaik.

Dia menambahkan dampak itu semakin besar, jika kendaraan yang dipergunakan adalah keluaran terbaru, karena saat ini Indonesia mulai menerapkan standar emisi yang lebih tinggi.

Dampak Premium untuk kendaraan, bisa menyebabkan injektor tersumbat, sehingga BBM yang disuplai tidak bisa banyak. Akibatnya, mesin tidak akan kuat ketika menanjak.

"Selain itu, karena pembakaran tidak sempurna, maka akan mengakibatkan banyak kerak di dalam ruang bakar. Kerak ini akan meningkatkan kompresi sehingga mesin mengelitik. Jika dibiarkan, makin lama tentu bisa merusak mesin. Piston bisa bolong atau stang piston menjadi bengkok," ujarnya.

Munculnya kerak, menurut dia, karena Premium tidak mengandung aditif. Hal ini berbeda dengan BBM dengan RON tinggi yang memang sudah ditambahkan zat pembersih tersebut.

Oleh karena itu, tambahnya, penggunaan BBM RON tinggi sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika mudik. Bahkan, di luar mudik, untuk perjalanan jarak dekat dan di dalam kota, konsumen juga harus membiasakan mengisi kendaraannya dengan BBM yang lebih berkualitas.

Menurut Tri, tidak hanya kendaraan keluaran terbaru, namun yang lebih tua, yaitu yang diproduksi sebelum 2003, sebaiknya juga mempergunakan BBM dengan oktan tinggi, setidaknya RON 90.

Bahkan jika dilakukan pengaturan waktu pengapian (timing igniton), maka penggunaan BBM RON 92 pada kendaraan `tua? tersebut juga akan lebih baik.

Dia mengungkapkan, BBM bisa dianalogikan seperti makanan bagi manusia, yakni semakin "bergizi" BBM yang dikonsumsi kendaraan, tentu mesin semakin sehat.

"Premium itu seperti makanan dengan kolesterol tinggi, yang bisa menyebabkan penyumbatan pada mesin dan akhirnya mengakibatkan `stroke`. Makanya, agar mesin tetap sehat, sebaiknya konsumen mulai membiasakan memakai BBM RON 92 ke atas," kata Tri.

Tag: Mudik Lebaran

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Oky Lukmansyah

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5993.627 -113.071 587
2 Agriculture 1535.417 -16.568 19
3 Mining 1950.048 -19.774 44
4 Basic Industry and Chemicals 810.011 -8.507 70
5 Miscellanous Industry 1230.258 -8.573 45
6 Consumer Goods 2439.310 -39.956 45
7 Cons., Property & Real Estate 473.172 -5.498 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1040.501 -26.112 65
9 Finance 1059.149 -33.106 93
10 Trade & Service 902.658 -6.794 141
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading

Selasa, 19/06/2018 04:50 WIB

Kapolda Bakal Tindak Penerbang Balon Udara

Senin, 18/06/2018 13:33 WIB

Pertamax Laris Manis Pasca Lebaran

Senin, 18/06/2018 05:05 WIB

Penumpang Keluhkan Pelayanan PT KAI

Minggu, 17/06/2018 06:46 WIB

China Tahan Laju Pertumbuhan Kendaraan Listrik

Sabtu, 16/06/2018 05:59 WIB

"Wajar Pemudik Apresiasi Jokowi"