Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:54 WIB. Iran - Bank Sentral Iran: penambang uang kripto di Iran harus berkontribusi ke ekonomi Iran,  dari pada lari ke luar negeri
  • 09:44 WIB. PLN - PLN Disjaya siap menyambut gelaran Formula E 2020 mendatang.
  • 09:26 WIB. Rupiah - Rupiah melemah 0,18% ke level Rp13.970 per dolar AS.
  • 09:11 WIB. Bank Jatim - Bank Jatim memastikan tahun depan akan mulai menyalurkan KUR.
  • 09:11 WIB. Polandia - Polisi menahan 25 orang yang menyerang pawai LGBT.
  • 09:00 WIB. IHSG - IHSG dibuka hijau 0,16% di awal sesi I.
  • 09:00 WIB. Infrastruktur - Kementerian PUPR mengestimasi pembangunan Bendungan Sei Busung bisa dimulai pada 2021.
  • 08:44 WIB. SMF - Selama semester I 2019, SMF menyalurkan pinjaman kepada penyalur KPR sebesar Rp5,33 triliun.
  • 07:17 WIB. Selat Hormuz - Inggris meminta Eropa pimpin pengamanan Selat Hormuz.
  • 06:33 WIB. Beijing - Luckin Coffee, saingan Starbucks di China,  akan membuka toko di Timur Tengah dan India.
  • 06:12 WIB. Kashmir - Trump menawarkan menjadi mediator antara India dan Pakistan untuk penyelesaian Kashmir.
  • 05:56 WIB. Teheran - Iran menahan 17 orang warganya dengan tuduhan mata-mata AS.
  • 05:45 WIB. San Francisco - Microsoft Corp akan investasi US$1 miliar di OpenAI yang berpusat di San Francisco.
  • 05:27 WIB. Korea Utara - Huawei diam-diam membantu Korea Utara membangun jaringan nirkable (Washington Post).

Demi Mudik ke Kampung Halaman, Pria Ini Gowes Sepeda Sejauh 704 Km

Demi Mudik ke Kampung Halaman, Pria Ini Gowes Sepeda Sejauh 704 Km - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Selalu ada cerita untuk mudik lebaran bertemu keluarga di kampung dengan cara tempuh masing-masing, termasuk salah satunya adalah Yugo Purwanto yang bersepeda (gowes) menuju kampung halamannya.

Mudik kali ini ia punya cerita unik, yaitu menempuh jarak sepanjang 704 km dengan bersepeda. Start dari Ciledug, Jakarta menuju Wonogiri, Jawa Tengah di tengah cuaca yang cukup terik pada siang hari.

"Butuh waktu selama 5 hari untuk satu kali perjalanan. Karena saya mampir di beberapa komunitas sepeda lainnya setiap kota yang dilewati," kata pria yang akrab disapa Yugopus ini.

Tidak singkat jarak yang dia tempuh dengan bersepeda yang hampir menyentuh 1.000 km apabila ditotal dengan jarak jalur keloknya.

Belum cukup sampai di sini cerita Yugopus. Dia ternyata tidak hanya kali ini, gowes kali ini adalah yang kali ketiga.

Tidak memiliki alasan yang khusus untuk Yugo melakukan hal tersebut, hanya berdasarkan kecintaan terhadap sepeda.

"Sebenarnya tidak ada proses khusus karena saya terbiasa 'bike to work' dan sangat menikmati bersepeda," katanya.

Rupanya Yugo tidak sendirian. Dia bersama rekan lainnya satu komunitas juga mudik menggunakan sepeda, hanya mereka berpencar ketika berbeda jalur karena memiliki tujuan kampung yang berbeda-beda.

Ayah tiga orang anak ini menjelaskan tidak ada persiapan khusus. Dia selalu membiasakan diri dengan aktivitas sepeda saja.

Motivasi Bersepeda bagi sebagian orang merupakan olahraga atau hobi yang menyenangkan. Bagi Yugo dan komunitasnya, bersepeda adalah salah satu media kampanye.

"Saya sendiri tergabung dalam komunitas 'Bike2work' dan 'Fedtangs' (Federalist Tangerang)," katanya.

Melalui komunitasnya tersebut dia memiliki tujuan kampanye dalam menjalani lebih dari ribuan kilometer setiap tahunnya.

"Jujur saja saya tidak hanya mudik dengan menggunakan sepeda, tetapi juga kampanye untuk 'Berbagi Jalan'," katanya.

Menurut Yugo, selama ini para pengguna sepeda kurang mendapatkan haknya dalam menggunakan jalan raya dalam bersepeda. Sepeda masih belum dianggap sebagai salah satu sarana transportasi sehingga kesadaran para pengguna sepeda motor dan mobil masih kurang mengenai keberadaan sepeda di jalan raya.

Kerap kali menurutnya pesepeda justru lebih terancam di jalan raya. "Pesepeda juga punya hak yang sama dalam memakai jalan," tegas Yugo.

Yugo menyukai kegiatan bersepeda sejak berada di bangku SMP. Hingga kini, dia terus berupaya mengampanyekan hal tersebut.

Sementara itu, rekan Yugo (pencinta sepeda lainnya) menceritakan kepada Antara bahwa banyak rekannya yang tahun ini mudik menggunakan sepeda.

"Ada banyak teman yang gowes lewat pantura, ada tiga orang dari Cikarang ke Solo, kemudian dari Tangerang menuju Wonogiri satu orang," jelas Adhiet rekan Yugo.

Adhiet sendiri hampir tiap tahun mudik gowes dari Bandung hingga ke Solo. Namun, tahun ini urung dia lakukan karena waktu mudik yang dirasa tidak tepat serta ada keperluan lainnya.

Total perjalanan yang ditempuh ayah empat anak ini adalah 3 hari. Menurutnya itu adalah waktu yang wajar.

Adhiet juga tergabung dalam klub sepeda yang dia sebut FBI (Federal Bandung Indonesia) yang selalu aktif dalam berbagai "event".

Adhiet sempat menceritakan selama seminggu dia siapkan Federal merah miliknya untuk dipakai mudik. Pada 3 hari pertama, dia mengalami kendala, sepedanya bermasalah. Dia mengaku hampir saja kehilangan semangat. Namun, berhubung Adhiet juga seorang mekanik sepeda, dia akhirnya mampu mengatasi hal tersebut.

"Bersepeda jangan pernah dipaksakan, sekuatnya, kalau capek, ya harus istirahat," katanya.

Dua jalur di Pulau Jawa telah dia lalui untuk mudik, yaitu jalur selatan dan pantai utara (pantura).

Selama mudik bersepeda, biasanya dia bermalam dua kali, pertama di Brebes dan kedua di Alas Roban. Kendala yang dia hadapi bermacam-macam, dari mulai cuaca hingga macet.

"Kalau macet, ya, saya turun, saya tuntun dengan jalan kaki, dinikmati saja," katanya.

Kampanye Menurut Adhiet, motivasinya melakukan mudik dengan bersepeda sejauh hampir 550 km tiap tahun karena dia ingin mengampanyekan manfaat dari bersepeda. Mengayuh sepeda sudah dia lakukan setiap hari sebagai transportasi sehari-harinya. Pekerja frelancer instalasi listrik itu selalu giat mengampanyekan manfaat sepeda.

"Saya dahulu menderita rematik parah. Alhamdulillah, dengan bersepeda, sembuh. Dengan bersepeda, bisa mengurangi risiko sakit jantung," jelasnya.

Dengan bersepeda, Adhiet juga ingin memelihara lingkungan dengan sebaik-baiknya sebab sepeda tidak menghasilkan polusi.

Pada Lebaran 2017 adalah tahun ketiganya dia mudik bersepeda. Setiap gowes selalu dari Bandung menuju Solo. Hal tersebut juga berlaku untuk arus balik. Dia tetap mengayuh sepeda dengan bendera tinggi di belakangnya, yang dia sebut pemberi semangat.

Bawaan Adhiet relatif cukup banyak. Biasanya dia siapkan dua tas ransel di sisi sepeda bagian belakang di kanan dan kiri, serta satu tas beserta matras tidur terlipat di stang depan. Meski demikian, bagi Adhiet, keselamatan menjadi hal utama. Dia selalu menggunakan helm sepeda, lengkap dengan dua buah lampu di depan sepeda.

Selama mudik menggunakan sepeda, dia mengaku tahun terberatnya dialami saat mudik Lebaran 2016 sebab pada tahun itu dia gowes secara konvoi.

"Kalau berombongan itu tambah repot. Saya harus mengawal mereka. Mau cepat, banyak yang ketinggalan. Kalau pelan, nanti juga tidak sampai-sampai 'kan," ucapnya sembari tertawa.

Biasanya waktu tempuhnya adalah 3 hari. Namun, pada tahun itu, karena berkelompok, akhirnya memakan waktu 4 hari. Berbeda dengan rekannya Yugo yang lebih suka gowes berkelompok.

Didukung Keluarga Meski mudik dengan cara tidak biasa, Adhiet mengaku tidak ada keberatan dari keluarga. Menurut dia, keluarga sangat mendukung kegiatannya bersepeda.

"Tidak ada keluhan, asalkan saya rutin mengirimkan kabar lewat foto. Mereka akan memahami, kok, toh ini hobi baik," tegasnya.

Selain dukungan keluarga, dia selalu membekali diri dengan pengetahuan sepeda, baik secara teknis maupun kesehatan diri. Dua tas depan hitam di dekat roda depan merupakan perlengkapan mekanik yang berisi perbengkelan sepeda.

"Saya menyukai sepeda sejak kecil. Pada waktu itu ayah saya memberikan sepeda satu-satu kepada semua anaknya. Entah sejak saat itu saya hobi dengan sepeda, baik mengutak-atik maupun bersepeda jarak jauh," katanya.

 

Tag: Arus Mudik Lebaran, Lebaran

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/M Agung Rajasa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,741.34 3,703.91
British Pound GBP 1.00 17,552.48 17,370.42
China Yuan CNY 1.00 2,040.90 2,020.54
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,033.00 13,893.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,880.64 9,780.67
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,798.20 1,780.13
Dolar Singapura SGD 1.00 10,310.80 10,204.19
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,740.82 15,578.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,412.69 3,374.54
Yen Jepang JPY 100.00 12,998.33 12,865.08

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6456.539 53.245 652
2 Agriculture 1359.948 0.169 21
3 Mining 1656.555 1.125 49
4 Basic Industry and Chemicals 836.222 20.201 72
5 Miscellanous Industry 1262.035 -2.850 49
6 Consumer Goods 2419.754 33.936 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.831 2.310 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1241.954 8.326 74
9 Finance 1325.581 8.757 91
10 Trade & Service 819.503 2.647 163
No Code Prev Close Change %
1 POLU 1,260 1,575 315 25.00
2 PAMG 416 520 104 25.00
3 GLOB 505 630 125 24.75
4 PICO 486 605 119 24.49
5 KIOS 520 630 110 21.15
6 FUJI 123 143 20 16.26
7 ASBI 340 384 44 12.94
8 ARKA 1,035 1,165 130 12.56
9 TMPO 162 180 18 11.11
10 IKBI 274 298 24 8.76
No Code Prev Close Change %
1 KBLV 436 390 -46 -10.55
2 KAYU 498 448 -50 -10.04
3 IIKP 62 57 -5 -8.06
4 SRAJ 310 286 -24 -7.74
5 SAPX 745 690 -55 -7.38
6 MINA 1,400 1,300 -100 -7.14
7 NICK 266 248 -18 -6.77
8 PBSA 760 710 -50 -6.58
9 TNCA 324 304 -20 -6.17
10 DSFI 135 127 -8 -5.93
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 350 352 2 0.57
2 BHIT 81 85 4 4.94
3 MNCN 1,365 1,435 70 5.13
4 IPTV 242 248 6 2.48
5 BPTR 97 104 7 7.22
6 POSA 214 204 -10 -4.67
7 BDMN 4,840 5,100 260 5.37
8 ANTM 950 940 -10 -1.05
9 LPKR 278 284 6 2.16
10 BBRI 4,450 4,480 30 0.67