Portal Berita Ekonomi Senin, 19 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:00 WIB. WeChat - WeChat butuh 7 tahun untuk jadi aplikasi super.
  • 20:58 WIB. Huawei - Huawei bikin asisten pintar penantang Amazon dan Google.
  • 20:49 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo resmi cabut izin frekuensi First Media, Bolt, dan Jasnita.
  • 16:25 WIB. Asus - Asus ZenBook Pro 15, laptop 2 layar seharga Rp36 juta.

Pengusaha Helikopter Minta Pengertian Pemerintah

Foto Berita Pengusaha Helikopter Minta Pengertian Pemerintah
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bisnis transportasi helikopter butuh dukungan regulasi yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan agar kelangsungan usaha itu bisa terus berjalan disamping mengantisipasi kebutuhan dunia usaha dan masyarakat yang terus bertambah.

"Saat ini Kementerian Perhubungan sangat mendukung bisnis transportasi helikopter dan tentu kami berharap akan bisa mengeluarkan sejumlah regulasi untuk mendukung bisnis tersebut," kata CEO PT Whitesky Aviation, Denon Prawiraatmadja kepada pers di Jakarta, Kamis (14/6/2018).

Dia mengatakan, salah satu regulasi yang telah dikeluarkan Kementerian Perhubungan dan Airnav (Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia) adalah dibukanya sejumlah rute penerbangan helikopter antarkota dan dalam kota di Jakarta sehingga memungkinkan penerbangan bisa diatur dan tidak terjadi kesimpangsiuran rute.

Selain itu, kata dia, Kementerian Perhubungan juga telah mengeluarkan sertifikasi kelaikan penerbangan kepada perusahaan transportasi helikopter, juga kepada area tempat mendarat helikopter di beberapa titik.

Denon mengatakan sesuai survei yang dilakukan oleh Asian Sky Group, konsultan bisnis penerbangan Asia Pasifik, Indonesia adalah salah satu negara di Asia yang propek pertumbuhan transportasi helikopter akan tumbuh pesat, selain negara-negara Asia lain seperti Jepang, India, dan China.

Dikatakannya, Indonesia dengan letak geografis yang terdiri dari kepulauan dan banyak daerah pertambangan dan perkebunan, memungkinkan kebutuhan helikopter sebagai alat transportasi akan terus berkembang di tahun-tahun mendatang.

"Untuk itu kami membutuhkan dukungan pemerintah dalam memajukan bisnis ini yang sampai sekarang memang belum terlalu berkembang karena memang segmennya terbatas dan bukan merupakan transportasi massal," katanya.

Terkait dengan kehadiran taksi udara ini, kata dia, tentu menjadi salah satu alternatif transportasi. Berkaca dari musim mudik tahun sebelumnya, banyak penumpang yang tidak kebagian tiket jalur darat karena ludes terjual, perusahaan transportasi helikopter yang bernama Helicity ini, bisa menjadi salah satu transportasi alternatif itu, terutama untuk mudik Lebaran.

Helicity juga melayani rute penerbangan di wilayah Jakarta sekitarnya. Masyarakat bisa diajak mengunjungi tempat-tempat wisata seperti di Kepulauan Seribu dengan menggunakan helikopter. Harganya pun cukup terjangkau, hanya Rp5,6 juta untuk 4 orang.

Sejak diluncurkan Desember 2017, beragam tujuan telah dilalui Helicity mulai dari Bandung, Bogor, Sukabumi dan Cirebon. Tentu saja juga melayani keliling Jakarta. Para penggunanya pun beragam, mulai dari keluarga, artis hingga pengusaha. Jumlah penerbangan Helicity mencapai 40 penerbangan per bulan.

Untuk layanan Helicity, selama ini Whitesky menyediakan dua jenis helikopter yakni Bell 429 untuk enam penumpang dan Bell 505 untuk empat penumpang.

Rute Jakarta-Bandung yang ditempuh 40 menit menjadi salah satu penerbangan Helicity yang paling ramai dan diminati sehingga terus berupaya meningkatkan layanan untuk memenuhi harapan dari sejumlah pihak terutama masyarakat pada musim Ramadhan, Lebaran, dan hari-hari biasa.

Tag: Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Helikopter

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/R Rekotomo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35