Portal Berita Ekonomi Kamis, 19 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:14 WIB. Olahraga - Presiden Jokowi siapkan Badan Manajemen Strategis Talenta.
  • 18:14 WIB. Politik - Aburizal Bakrie sebut SBY sakit infeksi ginjal.
  • 18:14 WIB. Politik - DPR sarankan menteri mundur ketika jadi caleg.
  • 18:13 WIB. Politik - Rizal Ramli kritik Perindo uji materi UU.
  • 18:13 WIB. Politik - Presiden Jokowi doakan kesembuhan SBY.
  • 18:13 WIB. Pilpres - Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago sebut lawan Jokowi baru #2019gantipresiden.
  • 17:02 WIB. Malaysia - Tiga WNI ditangkap di Malaysia karena kasus terorisme.
  • 17:02 WIB. PBB - AS: Dewan HAM kegagalan besar PBB.
  • 17:01 WIB. Arab - Israel sahkan undang-undang pemisahan Yahudi dan Arab.
  • 17:00 WIB. Australia - McDonald's Australia akan berhenti menggunakan sedotan plastik.
  • 16:59 WIB. Rusia - FBI: Rusia berupaya intervensi pilpres AS.
  • 16:58 WIB. Pesawat - Indonesia incar potensi US$88 miliar pasar komponen pesawat dunia.
  • 16:57 WIB. NATO - Georgia kecam komentar presiden Rusia soal keanggotaan NATO.
  • 16:57 WIB. Israel - Palestina serukan Pengadilan Kriminal Internasional selidiki Israel.
  • 16:56 WIB. Nelson Mandela - Afrika Selatan rayakan peringatan 1 abad hari lahir Nelson Mandela.

China Butuh Tambahan 125 Ton Ikan Indonesia

Foto Berita China Butuh Tambahan 125 Ton Ikan Indonesia
Warta Ekonomi.co.id, Beijing -

China membutuhkan tambahan 125 ton ikan laut dari Indonesia seiring dengan peningkatan konsumsi masyarakat setempat.

"Besarnya kebutuhan itu sudah mereka sampaikan saat kami mengikuti pameran ikan di Fuzhou (Provinsi Fujian) pada 1-3 Juni 2018," kata Presiden Komisaris PT Lumen, Setio Lelono, di Beijing, beberapa waktu lalu.

Ia memerinci kebutuhan ikan laut itu terdiri atas 20 ton jenis layur, 85 ton kakap merah, dan 20 ton tengiri. "Orang China suka dengan ketiga jenis ikan itu, terutama layur seperti yang disampaikan Wali Kota Fuzhou kepada kami," ujarnya.

Bahkan, pada saat pameran banyak pengunjung yang menyatakan minatnya untuk membeli langsung ketiga jenis ikan yang populasinya paling banyak berada wilayah Indonesia timur. Namun pameran yang berlangsung di wilayah tenggara China itu bukan ajang transaksi jual beli secara langsung sehingga Lumen tidak bisa memenuhi permintaan tersebut.

Direktur Utama PT Lumen, Rasnius Pasaribu, menambahkan bahwa sampai saat ini pihaknya masih bernegosiasi dengan importir dari China mengenai mekanisme pembayaran.

"Mereka minta pembayaran 50% dulu, sisanya dilunasi saat barang sudah tiba di China. Sementara kami menginginkan pembayaran tunai saat ikan sudah masuk kapal dan hendak diberangkatkan ke China," ujarnya.

Sekitar 70% ikan laut yang dikonsumsi masyarakat China sampai saat ini dicukupi oleh Indonesia. Lumen yang memiliki gudang penyimpanan berpendingin di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak telah mengekspor berbagai jenis ikan laut ke Vietnam dan beberapa negara di Eropa.

"Saat ini kami ingin memperluas ekspor hingga China dengan mekanisme pembayaran sesuai keinginan kami," kata Rasnius.

Tag: Perikanan

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Rahmad

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Jun
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10