Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:03 WIB. MAYA - Pefindo menurunkan prospek peringkat Bank Mayapada Internasional dari stabil menjadi negatif.
  • 14:58 WIB. MYRX - Hanson International menargetkan markerting sales┬ásebesar Rp1,5 triliun pada tahun ini.
  • 14:57 WIB. MYRX - Hanson International menganggarkan dana sekitar Rp800 miliar-Rp1 triliun untuk akuisisi lahan tahun ini.
  • 10:14 WIB. Spionase - Rusia minta AS bebaskan warganya yang dituding lakukan aksi spionase.
  • 10:13 WIB. ASEAN - Kamboja kepincut sistem desentralisasi di Indonesia.
  • 10:12 WIB. Timor Leste - Indonesia-Timor Leste bahas pengelolaan ekosistem perairan.
  • 10:11 WIB. Bush - Mantan dokter pribadi George Bush ditembak.
  • 10:10 WIB. Timur Tengah - UU Negara Bangsa Yahudi ancam peluang perdamaian Timur Tengah.
  • 10:09 WIB. Gaza - Sekjen PBB desak Hamas-Israel hindari eskalasi Gaza.
  • 10:09 WIB. Arab Saudi - Saudi akan saksikan Gerhana Bulan terlama sepanjang 83 tahun.
  • 10:08 WIB. Malaysia - Otoritas Malaysia canangkan bebas pekerja ilegal mulai akhir Agustus.
  • 10:07 WIB. Israel - Turki: Israel kubur solusi perdamaian.
  • 10:06 WIB. Senjata - Amerika Serikat percepat penjualan senjata ke seluruh dunia.

Harga Minyak Turun Tertekan Prospek Peningkatan Produksi OPEC

Foto Berita Harga Minyak Turun Tertekan Prospek Peningkatan Produksi OPEC
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Harga minyak turun pada akhir perdagangan Selasa (19/6/2018) atau Rabu (20/6/2018) pagi WIB, menjelang kemungkinan peningkatan pasokan minyak mentah OPEC dan ketika meningkatnya perselisihan perdagangan antara Amerika Serikat dan China memicu aksi jual tajam di banyak pasar-pasar global.

Patokan internasional, minyak mentah berjangka Brent berjangka untuk pengiriman Agustus turun US$0,26 menjadi ditutup pada US$75,08 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara itu, patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun US$0,78 menjadi menetap di US$65,07 per barel di New York Mercantile Exchange.

Rusia berencana mengusulkan peningkatan produksi minyak melalui kesepakan anggota OPEC+ sebesar 1,5 juta barel per hari. Menteri Energi Alexander Novak mengatakan kepada wartawan, beberapa hari sebelum kunjungannya ke Wina untuk KTT terkait.

Komentar terbaru dari Novak bahwa mereka berupaya untuk meningkatkan produksi 1,5 juta barel per hari memberikan tekanan secara signifikan terhadap harga minyak.

Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang telah menahan pasokan mereka sejak 2017, akan bertemu pada Jumat (22/6/2018) di Wina, di mana mereka diharapkan akan mengambil keputusan mengenai apakah akan meningkatkan produksi minyak global.

Namun demikian, Iran mengatakan, OPEC tidak mungkin mencapai kesepakatan tentang produksi minyak minggu ini, menetapkan panggung untuk bentrokan dengan Arab Saudi dan Rusia, yang mendorong untuk meningkatkan produksi secara tajam mulai Juli untuk memenuhi permintaan global yang terus meningkat.

Meningkatnya ketegangan perdagangan antara AS dan China juga membebani pasar global termasuk pasar minyak, kata John Kilduff, mitra di hedge fund energi Again Capital LLC di New York.

Kedua negara mengancam tarif hukuman atas ekspor mereka satu sama lain, yang bisa termasuk minyak. Impor minyak AS telah melonjak sejak 2017 dengan nilai hampir satu miliar dolar AS per bulan.

Saham-saham China jatuh ke titik terendah dalam hampir setahun sementara di Amerika Serikat, ketiga indeks saham utama turun, dengan Dow Jones Industrial Average menghapus kenaikannya untuk tahun ini.

"WTI lebih rentan terhadap spillover dari aksi jual keras di pasar ekuitas global daripada Brent karena perbedaan antara dua patokan tersebut telah membentang kembali menjadi di atas US$10 per barel," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois, dalam sebuah catatan.

Sementara itu, cadangan minyak mentah AS turun lebih besar dari yang diperkirakan pada minggu lalu sementara persediaan bensin dan distilat meningkat, kelompok industri American Petroleum Institute mengatakan Selasa (19/6/2018) malam, menjelang laporan pemerintah pada Rabu (20/6/2018) pukul 10.30 pagi (14.30 GMT).

Persediaan minyak mentah turun tiga juta barel dalam seminggu hingga 15 Juni menjadi 430,6 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi para analis untuk penurunan 1,9 juta barel. (FNH/Ant)

Tag: Minyak, The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Reuters/Lucas Jackson

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Jun
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10