Portal Berita Ekonomi Minggu, 18 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Kenapa Komunitas Otomotif Malas Gunakan Premium?

Foto Berita Kenapa Komunitas Otomotif Malas Gunakan Premium?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Sejumlah komunitas otomotif di Tanah Air mengaku bahwa hampir seluruh anggota tidak mempergunakan bahan bakar minyak (BBM) Premium, termasuk saat mudik kali ini. Alasan mereka, selain karena berkualitas rendah juga karena pabrikan otomotif memang menyarankan pemakaian BBM dengan oktan minimal 92.

"Kami tidak pernah mengimbau para member untuk mempergunakan BBM tertentu, namun karena sudah merasakan sendiri perbedaan antara BBM oktan rendah dan tinggi serta anjuran dari perusahaan otomotif maka hampir seluruh anggota kami mempergunakan BBM RON minimal 92, seperti seri Pertamax," kata Ketua Umum Terios-Rush Club Indonesia (TeRuCi) Budi Sunarto di Jakarta, Selasa (19/6/2018) malam.

Menurut Budi, hampir seluruh anggota TeRuCi yang berjumlah 2.600 orang mempergunakan BBM dengan RON minimal 92. Kalaupun ada yang masih mempergunakan Premium, angkanya sangat kecil yakni di bawah 5%.

Anggota TeRuCi pengguna Premium tersebut, menurut Budi, adalah pemilik Rush atau Terios keluaran lama. Jumlah itu pun diperkirakan akan terus berkurang seiring dengan kesadaran anggota mengenai dampak buruk penggunaan Premium.

"Karena banyak juga pemilik Terios atau Rush keluaran lama yang migrasi dari Premium ke Pertamax. Namun setelah merasakan manfaat BBM RON 92, mereka umumnya enggan kembali memakai Premium," katanya.

Budi tidak menampik Premium memang berdampak buruk terhadap kinerja kendaraan bermotor. Apalagi, jika dipaksa digunakan untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik.

"Kalau pakai Premium, ruang bakar lebih kotor dan akselerasi lebih lambat. Hal ini bertolak belakang dengan BBM oktan 92. Bahkan, penggunaan BBM RON tinggi tersebut ternyata juga lebih irit. Beberapa anggota sudah pernah menghitung," jelasnya.

Begitu pula pada mudik kali ini, menurut Budi, hampir seluruh anggota mempergunakan BBM RON tinggi. Sebagian dari anggota TeRuCi pada Lebaran ini mudik ke Sumatera dan Jawa Timur atau Jawa Tengah. Bahkan, ada pula yang melakukan touring ke Bali dengan perkiraan jarak tempuh sekitar 2.000 Km pulang pergi.

Tidak hanya TeRuCi, komunitas otomotif lain yaitu Honda Odyssey Community Indonesia (HOCI) mengaku seluruh anggotanya sama sekali tidak mempergunakan Premium. Seperti disampaikan mantan Ketua Umum HOCI Gandhi Nugroho, mereka mempergunakan BBM dengan RON minimal 92.

"Penggunaan BBM RON minimal 92 itu atas anjuran Honda. Kalau dipaksa pakai Premium, mesin bisa rusak," kata pria yang akrab disapa Doel tersebut.

Menurut Doel, seluruh anggota HOCI sudah sadar terkait kualitas BBM yang ada saat ini. Baik Premium yang bisa berakibat buruk terhadap ruang bakar dan mesin secara keseluruhan, maupun BBM RON tinggi yang memang bisa mendukung performa kendaraan dan keawetan mesin.

"Kami semua di HOCI sudah paham mengenai hal itu. Kami sependapat dengan pakar ITB beberapa waktu lalu, bahwa Premium bisa merusak mesin dan bahwa BBM yang sangat dianjurkan adalah yang memiliki oktan minimal 92," kata Doel.

Tag: Bahan Bakar Minyak (BBM)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Oky Lukmansyah

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35