Portal Berita Ekonomi Sabtu, 22 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:47 WIB. Politik - Sandiaga ingin pengawalannya dikurangi untuk hemat anggaran negara.
  • 21:47 WIB. Politik - Hinca: Kampanye Prabowo-Sandiaga banyak dekat masyarakat.
  • 21:47 WIB. Pilpres - Nomor urut peserta pilpres, Jokowi-Ma'ruf 1 dan Prabowo-Sandiaga 2.
  • 21:46 WIB. Nasional - Mendikbud minta guru honorer tingkatkan kualitas.
  • 21:46 WIB. Hukum - MRT Jakarta usut pelaku vandalisme kereta.
  • 21:45 WIB. Nasional - ICRP: Silaturahim jangan terputus gara-gara pilpres.
  • 21:45 WIB. INKA - INKA mulai membangun pabrik pembuatan kereta api di Banyuwangi pada November 2018.
  • 21:45 WIB. Politik - Jokowi tetap ingin bisa bertelpon dengan Prabowo-Sandiaga.
  • 21:44 WIB. INKA - INKA tengah membangun pabrik pembuatan kereta api di Desa Ketapang, Banyuwangi.
  • 21:43 WIB. AP I - AP I mendapatkan tawaran khusus dari ACI Asia-Pacific untuk duduk di komite.
  • 21:39 WIB. WIKA - WIKA tengah mencari pinjaman untuk mengakuisisi PT Ingako Energy.
  • 21:37 WIB. Bio Farma - Bio Farma tidak mengimpor vaksin dari China karena proses produksinya tidak berstandar WHO.
  • 21:36 WIB. Bio Farma - Bio Farma memperhatikan standar WHO terkait produksi yang dilakukan oleh produsen vaksin.
  • 21:35 WIB. Bio Farma - Bio Farma menerapkan tiga persyaratan untuk menyeleksi produk vaksin yang akan diimpor dan digunakan di Indonesia.
  • 21:33 WIB. Pertamina - Pertamina MOR V sudah merealisasikan tujuh titik BBM Satu Harga dari target sepuluh titik hingga bulan September.

Kenapa Komunitas Otomotif Malas Gunakan Premium?

Foto Berita Kenapa Komunitas Otomotif Malas Gunakan Premium?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Sejumlah komunitas otomotif di Tanah Air mengaku bahwa hampir seluruh anggota tidak mempergunakan bahan bakar minyak (BBM) Premium, termasuk saat mudik kali ini. Alasan mereka, selain karena berkualitas rendah juga karena pabrikan otomotif memang menyarankan pemakaian BBM dengan oktan minimal 92.

"Kami tidak pernah mengimbau para member untuk mempergunakan BBM tertentu, namun karena sudah merasakan sendiri perbedaan antara BBM oktan rendah dan tinggi serta anjuran dari perusahaan otomotif maka hampir seluruh anggota kami mempergunakan BBM RON minimal 92, seperti seri Pertamax," kata Ketua Umum Terios-Rush Club Indonesia (TeRuCi) Budi Sunarto di Jakarta, Selasa (19/6/2018) malam.

Menurut Budi, hampir seluruh anggota TeRuCi yang berjumlah 2.600 orang mempergunakan BBM dengan RON minimal 92. Kalaupun ada yang masih mempergunakan Premium, angkanya sangat kecil yakni di bawah 5%.

Anggota TeRuCi pengguna Premium tersebut, menurut Budi, adalah pemilik Rush atau Terios keluaran lama. Jumlah itu pun diperkirakan akan terus berkurang seiring dengan kesadaran anggota mengenai dampak buruk penggunaan Premium.

"Karena banyak juga pemilik Terios atau Rush keluaran lama yang migrasi dari Premium ke Pertamax. Namun setelah merasakan manfaat BBM RON 92, mereka umumnya enggan kembali memakai Premium," katanya.

Budi tidak menampik Premium memang berdampak buruk terhadap kinerja kendaraan bermotor. Apalagi, jika dipaksa digunakan untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik.

"Kalau pakai Premium, ruang bakar lebih kotor dan akselerasi lebih lambat. Hal ini bertolak belakang dengan BBM oktan 92. Bahkan, penggunaan BBM RON tinggi tersebut ternyata juga lebih irit. Beberapa anggota sudah pernah menghitung," jelasnya.

Begitu pula pada mudik kali ini, menurut Budi, hampir seluruh anggota mempergunakan BBM RON tinggi. Sebagian dari anggota TeRuCi pada Lebaran ini mudik ke Sumatera dan Jawa Timur atau Jawa Tengah. Bahkan, ada pula yang melakukan touring ke Bali dengan perkiraan jarak tempuh sekitar 2.000 Km pulang pergi.

Tidak hanya TeRuCi, komunitas otomotif lain yaitu Honda Odyssey Community Indonesia (HOCI) mengaku seluruh anggotanya sama sekali tidak mempergunakan Premium. Seperti disampaikan mantan Ketua Umum HOCI Gandhi Nugroho, mereka mempergunakan BBM dengan RON minimal 92.

"Penggunaan BBM RON minimal 92 itu atas anjuran Honda. Kalau dipaksa pakai Premium, mesin bisa rusak," kata pria yang akrab disapa Doel tersebut.

Menurut Doel, seluruh anggota HOCI sudah sadar terkait kualitas BBM yang ada saat ini. Baik Premium yang bisa berakibat buruk terhadap ruang bakar dan mesin secara keseluruhan, maupun BBM RON tinggi yang memang bisa mendukung performa kendaraan dan keawetan mesin.

"Kami semua di HOCI sudah paham mengenai hal itu. Kami sependapat dengan pakar ITB beberapa waktu lalu, bahwa Premium bisa merusak mesin dan bahwa BBM yang sangat dianjurkan adalah yang memiliki oktan minimal 92," kata Doel.

Tag: Bahan Bakar Minyak (BBM)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Oky Lukmansyah

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,972.48 3,932.70
British Pound GBP 1.00 19,766.67 19,568.83
China Yuan CNY 1.00 2,179.44 2,157.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,898.00 14,750.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,860.64 10,751.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.46 1,885.47
Dolar Singapura SGD 1.00 10,919.89 10,810.61
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,552.82 17,372.55
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,609.89 3,570.56
Yen Jepang JPY 100.00 13,234.43 13,099.47

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5957.744 26.478 602
2 Agriculture 1585.807 1.672 20
3 Mining 1954.048 17.971 46
4 Basic Industry and Chemicals 821.966 11.293 71
5 Miscellanous Industry 1239.096 -33.418 45
6 Consumer Goods 2491.409 13.779 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.972 -0.966 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1027.263 -2.237 69
9 Finance 1075.740 7.879 91
10 Trade & Service 829.850 7.907 145
No Code Prev Close Change %
1 LPIN 900 1,125 225 25.00
2 PANI 306 382 76 24.84
3 LAND 1,155 1,440 285 24.68
4 DIGI 530 660 130 24.53
5 IIKP 236 280 44 18.64
6 FILM 1,135 1,285 150 13.22
7 RELI 234 260 26 11.11
8 PBSA 660 730 70 10.61
9 NIKL 2,060 2,270 210 10.19
10 ACES 1,420 1,560 140 9.86
No Code Prev Close Change %
1 AIMS 230 200 -30 -13.04
2 BIKA 200 175 -25 -12.50
3 TOPS 825 730 -95 -11.52
4 SIPD 1,065 955 -110 -10.33
5 MAPA 4,180 3,800 -380 -9.09
6 INTD 308 282 -26 -8.44
7 MMLP 575 530 -45 -7.83
8 WICO 645 595 -50 -7.75
9 LMSH 695 645 -50 -7.19
10 UNIT 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 690 680 -10 -1.45
2 BBRI 3,090 3,120 30 0.97
3 TRAM 260 254 -6 -2.31
4 ADRO 1,805 1,880 75 4.16
5 CPRO 50 50 0 0.00
6 BBCA 23,950 23,700 -250 -1.04
7 PNLF 232 238 6 2.59
8 LAND 1,155 1,440 285 24.68
9 TLKM 3,600 3,600 0 0.00
10 FILM 1,135 1,285 150 13.22