Portal Berita Ekonomi Kamis, 13 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:18 WIB. Tri - Tri akui ada kartu perdana aktif dijual ke konsumen.
  • 07:12 WIB. Grab - Grab bakal rambah bisnis travel dan jasa kesehatan.
  • 07:08 WIB. Telkomsel - Telkomsel luncurkan mBanking, integrasikan banyak bank.
  • 07:05 WIB. Apple - Apple hadapi tudingan monopoli di Mesir.

Tinjau Proyek Runway Bandara Soetta, Ini Harapan Jokowi

Foto Berita Tinjau Proyek Runway Bandara Soetta, Ini Harapan Jokowi
Warta Ekonomi.co.id, Tangerang -

Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan landasan pacu (runway) ketiga yang akan dimiliki Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

"Bandara Soekarno Hatta adalah bandara yang paling sibuk, paling ramai di negara kita dan kita tahu pertumbuhan penerbangan penumpang udara per tahun di negara kita adalah kurang lebih 9%, pertumbuhan yang sangat cepat sekali," kata Presiden di lokasi pembangunan landasan pacu Bandara Soetta, Kamis (21/6/2018).

Sebenarnya ada dua proyek yang sedang dikerjakan di Bandara Soetta yaitu pembangunan landasan pacu (runway) sepanjang 3.000 meter dan "taxi way" sepanjang 3.160 meter. Kedua pembangunannya menelan biaya hingga sekitar Rp1,5 triliun dengan pembangunan landasan pacu baru dimulai pada Maret 2018 dan masih terkendala pembebasan tanah.

"Oleh sebab itu kita terus membangun 'airport' baru, terminal-terminal baru. Termasuk yang kita bangun adalah Bandara Soekarno Hatta. Yang kita lihat dan kita rasakan setiap kali mau naik pesawat, mau 'take off' itu harus mengantre 20 menit sampai 30 menit," tambah Presiden.

Untuk mengurangi kepadatan itu, Presiden berharap bila "taxi way" sudah selesai dikerjakan yang letaknya pararel dengan posisi "taxi way" yang sudah ada saat ini maka waktu tunggu pesawat untuk "take off" dapat berkurang drastis.

"Pembebasan sudah selesai 70%, konstruksi juga sudah dimulai prosesnya dan kita harapkan paralel 'taxi way' ini selesai nanti pada akhir Desember 2018. Kemudian untuk 'runway' ketiga yang di sebelah utara akan selesai kurang lebih Juni 2019. Terus akan kita kejar ini," ungkap Presiden.

Dengan penambahan landasan pacu itu, Presiden menargetkan akan ada penambahan jumlah pesawat yang lepas landas maupun mendarat yaitu dari yang tadinya hanya 80 pesawat per jam menjadi 120 pesawat per jam.

"Ya kalau 'runway' ketiga nanti selesai tidak ada antrean. Tapi kalau penumpangnya tambah lagi ya tambah lagi runwaynya. Ini kan kejar-kejaran dengan pertumbuhan tadi yang saya sampaikan. Pertumbuhan penerbangan di negara kita yang tumbuh 9%. Ini harus hati-hati, harus ada antisipasi dan hitung-hitungan," tambah Presiden.

Presiden meyakini bahwa banyak masyarakat internasional yang memang ingin datang ke Indonesia melalui Bandara Soetta sehingga kapasitas bandara pun harus ditambah.

"Dampak ke perekonimian dengan 'runway' ini tentu saja sebetulnya banyak yang mengantre ingin terbang ke Jakarta lewat bandara Soekarno Hatta. Baik dari Timur Tengah, Asia, Eropa ingin tapi sudah tidak memiliki kapasitas lagi di sini. Oleh sebab itu nanti tentu saja dengan adanya pertambahan 'runway' yang ketiga akan bisa menambah slot penerbangan dari luar yang ingin masuk ke Indonesia," jelas Presiden. 

Tag: Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Iggoy el Fitra

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6115.577 38.990 621
2 Agriculture 1505.088 -1.455 20
3 Mining 1755.401 7.640 47
4 Basic Industry and Chemicals 834.495 13.819 71
5 Miscellanous Industry 1393.243 11.184 46
6 Consumer Goods 2499.289 15.900 49
7 Cons., Property & Real Estate 451.558 6.736 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1041.077 9.161 71
9 Finance 1164.990 2.978 91
10 Trade & Service 792.381 1.998 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 298 446 148 49.66
2 SOTS 350 436 86 24.57
3 AKSI 286 344 58 20.28
4 KPAS 600 710 110 18.33
5 ESSA 272 314 42 15.44
6 PNSE 650 750 100 15.38
7 SSTM 450 510 60 13.33
8 TRAM 144 163 19 13.19
9 IBFN 246 278 32 13.01
10 YPAS 570 640 70 12.28
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 740 555 -185 -25.00
2 TFCO 780 610 -170 -21.79
3 OCAP 306 244 -62 -20.26
4 PDES 1,700 1,445 -255 -15.00
5 APEX 1,400 1,210 -190 -13.57
6 RIMO 162 142 -20 -12.35
7 RDTX 6,150 5,550 -600 -9.76
8 HDTX 140 127 -13 -9.29
9 YULE 220 200 -20 -9.09
10 MDKI 298 274 -24 -8.05
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 370 372 2 0.54
2 RIMO 162 142 -20 -12.35
3 KPAS 600 710 110 18.33
4 PTBA 4,280 4,310 30 0.70
5 ADRO 1,285 1,255 -30 -2.33
6 TLKM 3,620 3,650 30 0.83
7 TRAM 144 163 19 13.19
8 PTPP 1,900 2,020 120 6.32
9 WSKT 1,795 1,855 60 3.34
10 PGAS 2,060 2,130 70 3.40