Portal Berita Ekonomi Rabu, 26 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:10 WIB. PPI - Hingga saat ini ada sekitar 30-40 mitra yang membuka Warung PPI terutama di wilayah kota Purwokerto.
  • 16:09 WIB. PPI - PPI Purwokerto mengembangkan Warung PPI untuk dukung Gerakan Stabilisasi Harga Pangan.
  • 16:02 WIB. Instagram - Nilai Instagram menjulang 100 kali lipat menjadi US$100 miliar.
  • 16:02 WIB. Bulog - Bulog Sumbar mampu menyerap beras sebesar 10.900 ton.
  • 16:02 WIB. Fujifilm - Fujifilm siap-siap rilis kamera 100 megapixel.
  • 16:01 WIB. Apple - Apple rilis versi final macOS 10.14 Mojave.
  • 16:01 WIB. Google - Google resmi kenalkan fitur Stories ala Instagram.
  • 15:59 WIB. Indosat - Belum setahun jadi Dirut dan CEO Indosat, Joy Wahjudi lepas jabatannya.
  • 15:58 WIB. Bulog - Bulog Sumbar: penyerapan beras lebihi target 2018.
  • 14:39 WIB. Sandiaga - Soal isu selingkuh itu adalah fitnah.
  • 14:38 WIB. Gerindra - Tim sudah melaporkan situs fitnah Sandiaga ke Kepolisian.
  • 14:37 WIB. Gerindra - PSI harus berhati-hati dan memerhatikan nilai kemanusiaan jika tanggapi soal situs Sandiaga.
  • 14:36 WIB. Gerindra - PSI jangan menuduh seenaknya soal situs Sandiaga.
  • 14:34 WIB. PAN - 8 karakter utama Prabowo-Sandi, menjadi solusi bagi tindak korupsi di Indonesia
  • 14:34 WIB. PAN - 8 karakter utama Prabowo-Sandiaga lebih mudah dipahami masyarakat.

3 Cara Membangun Perusahaan Keluarga Ala CEO Upnormal Rex Marindo

Foto Berita 3 Cara Membangun Perusahaan Keluarga Ala CEO Upnormal Rex Marindo
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Perusahaan dengan banyak anggota keluarga di dalamnya merupakan sesuatu yang lazim di dunia bisnis. Tentu saja hal tersebut tidak salah apabila keluarga yang berkerja di dalam perusahaan mampu bersikap profesional sesuai dengan aturan yang berlaku.

Hanya saja, harus diakui bahwa pada praktiknya keluarga yang berkerja di dalam perusahaan sering kali menjadi sumber masalah yang sulit untuk ditangani, mulai dari orang tersebut merupakan pemegang saham, kurang kompeten dalam pekerjaan, unsur enak/tidak enak di level manajemen dalam memberikan teguran, hingga pemakluman karena: tidak enaklah keluarga sendiri.

Jika dibiarkan dalam jangka panjang hal ini akan membuat perusahaan menjadi tidak produktif, tidak berjalan secara profesional, dan menjadi sumber perpecahan. Jika harus memberikan contoh, rasanya cukup banyak bisnis yang akhirnya pecah dan berakhir dengan keributan keluarga. Jika keributan antar-keluarga terjadi maka ada dua kemungkinan, yakni bisnis terus berjalan dengan keretakan hubungan keluarga atau bisnis bubar demi menjaga keutuhan keluarga.

Di sisi lain tidak bisa dipungkiri bahwa keluarga menjadi faktor competitive advantage yang sangat sulit ditiru jikalau memang berkerja secara profesional, punya kompetensi kerja tinggi, loyalitas yang luar biasa, serta dedikasi yang sulit ditemukan di level karyawan nonkeluarga pada umumnnya. Satu lagi hal yang sangat penting adalah keluarga bisa dipercaya, jargon yang sudah lama ada dan hidup di dalam dunia bisnis.

Jadi, bagaimana kita membangun bisnis dengan banyak anggota keluarga yang tergabung di dalamnya?

1. Kompetensi di Bidangnya

Ini merupakan poin yang sangat penting jika kita memutuskan untuk melibatkan keluarga ke dalam bisnis. Sebaliknya, hindari menempatkan anggota keluarga di posisi yang tidak sesuai dengan kompetensi mereka. Jika kita menempatkan anggota keluarga yang tidak kompeten di bidangnya maka cepat atau lambat masalah akan muncul.

Masalah di dalam bisnis hanya akan menghabiskan energi dan menyita waktu kita sehingga potensi pengembangan bisnis akan terbuang sia-sia.

2. Bersikap Profesional

Sejak awal kita harus memiliki komitmen dan ketegasan untuk bersikap secara profesional apabila ingin mengikutsertakan anggota keluarga ke dalam bisnis. Iya, tidak ada pengecualian bagi anggota keluarga. Kita harus memperlakukan anggota keluarga sama seperti menghadapi karyawan pada umumnya.

Yang paling penting, sikap profesional ini harus ada di dalam diri kita. Tidak ada istilah karena ada ikatan keluarga maka bisa absen dan libur seenaknya. Mentang-mentang keluarga maka boleh tidak mengirim report kerja. Di sisi lain kita juga tidak boleh membiarkan hal tersebut terjadi. Big no no. Be professional, both of you.

3. Target Kerja dan Evaluasi

Apabila anggota keluarga sudah resmi masuk dan bergabung ke dalam bisnis maka tidak ada lagi istilah keluarga, all of our families are employee of this company. Anggota keluarga tersebut harus memiliki target, tekanan, evaluasi, dan jika perlu ancaman pemecatan apabila tidak memenuhi target dan aturan perusahaan.

Saya ingatkan sejak awal, pada praktiknya hal ini akan sangat sulit untuk diterapkan. Satu tips penting yang bisa saya sampaikan adalah target dan evaluasi kerja harus tertulis dengan jelas dan ditandatangani sejak awal oleh kedua belah pihak.

Mungkin Anda penasaran dan ingin bertanya, bagaimana pandangan saya tentang perusahaan keluarga? To be honest, saya mendukung bisnis yang di dalamnya banyak anggota keluarga sejauh memenuhi unsur-unsur yang kita bahas di atas. Saya percaya perusahaan keluarga mampu berkembang lebih cepat dibandingkan perusahaan lain karena akan sangat mudah bagi kita untuk membangun kepercayaan+komitmen+dedikasi bersama dengan anggota keluarga sendiri.

Tag: Rex Marindo

Penulis: Rex Marindo, Founder Nasi Goreng Mafia dan Warunk Upnormal

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,003.04 3,962.94
British Pound GBP 1.00 19,785.63 19,586.46
China Yuan CNY 1.00 2,189.41 2,167.53
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,013.00 14,863.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,929.46 10,818.78
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,921.15 1,901.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,996.92 10,886.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,662.79 17,480.37
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,628.96 3,588.36
Yen Jepang JPY 100.00 13,297.61 13,161.25

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5874.299 -7.921 602
2 Agriculture 1559.439 -8.071 20
3 Mining 1942.424 18.950 46
4 Basic Industry and Chemicals 799.490 -12.818 71
5 Miscellanous Industry 1231.155 10.426 45
6 Consumer Goods 2453.180 1.457 47
7 Cons., Property & Real Estate 417.837 -2.637 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1015.005 3.459 69
9 Finance 1061.250 -2.002 91
10 Trade & Service 817.631 -3.451 145
No Code Prev Close Change %
1 PANI 476 595 119 25.00
2 PKPK 140 175 35 25.00
3 DIGI 825 1,030 205 24.85
4 INAF 4,020 4,970 950 23.63
5 NIKL 2,830 3,480 650 22.97
6 SIMA 119 144 25 21.01
7 SHID 2,800 3,300 500 17.86
8 PNSE 665 770 105 15.79
9 LPLI 151 174 23 15.23
10 JPRS 206 234 28 13.59
No Code Prev Close Change %
1 ABMM 2,100 1,680 -420 -20.00
2 LPIN 1,205 1,015 -190 -15.77
3 ERTX 137 120 -17 -12.41
4 KPAL 496 436 -60 -12.10
5 SONA 5,950 5,500 -450 -7.56
6 VRNA 107 99 -8 -7.48
7 MTDL 775 720 -55 -7.10
8 PTSN 318 296 -22 -6.92
9 LMSH 690 645 -45 -6.52
10 ICON 93 87 -6 -6.45
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 210 214 4 1.90
2 BMTR 420 418 -2 -0.48
3 KPIG 690 680 -10 -1.45
4 PKPK 140 175 35 25.00
5 NUSA 182 171 -11 -6.04
6 TKIM 14,000 13,500 -500 -3.57
7 BBRI 3,010 3,030 20 0.66
8 BHIT 90 89 -1 -1.11
9 BCAP 300 296 -4 -1.33
10 MEDC 815 890 75 9.20