Portal Berita Ekonomi Senin, 24 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:52 WIB. BRI - Penjualan dari pembayaran QR code BRI tembus Rp12 miliar.
  • 11:46 WIB. WSBP - Waskita Beton tak terpengaruh pelemahan rupiah.
  • 11:45 WIB. BRI -  BRI akan terus berkomitmen mendukung program-program pemerintah dalam kaitannya dengan stabilitas rupiah.
  • 11:43 WIB. BRI - BRI nilai relaksasi aturan hedging bisa perdalam pasar valas domestik.
  • 11:39 WIB. AP I - Kolaborasi ACI dengan AP I dapat meningkatkan pengembangan bandara di Indonesia.
  • 11:38 WIB. AP I - Perusahaan pengelola bandara AP I berkomitmen menjadi anggota komite Airports Council International.
  • 11:33 WIB. Garuda - Mulai hari ini, para pengguna Grab memiliki kesempatan untuk menjadi anggota GarudaMiles.
  • 11:28 WIB. PKB - Sandiaga takut debat di Pilpres 2019.
  • 11:27 WIB. Raja Juli - Apakah dana sumbangan kampanye pihak lain ke Prabowo-Sandiaga disimpan di kardu?
  • 11:27 WIB. Raja Juli - Laporan dana kampanye Rp2 M, hanya menyamakan dengan nomor urut 2 di Pilpres 2018.
  • 11:26 WIB. Raja Juli - Prabowo dan Sandiaga adalah calon yang sangat tajir.
  • 11:26 WIB. PSI - Ada yang aneh dengan laporan dana awal kampanye Prabowo-Sandiaga yakni Rp2 M.
  • 10:39 WIB. Kedelai - Harga jual kedelai impor di Kab.Kudus pekan ini sebesar Rp7.300/kg.
  • 10:37 WIB. Kedelai - Ketua primkopti Kab.Kudus: harga jual kedelai impor mulai turun.
  • 10:35 WIB. Ekspor - Data BKIPM, ekspor Jambi udang mantis mencapai nilai Rp22,185 miliar, pada Agustus.

Kinerja Kemendag Dukung Kondusivitas Politik

Foto Berita Kinerja Kemendag Dukung Kondusivitas Politik
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Stabilitas harga pangan yang terjaga pada momen menjelang hingga pasca perayaan Idul Fitri dinilai sebagai keberhasilan yang dicapai perintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Capaian ini menurut pengamat dan pelaku usaha, juga tak lepas dari kepiawaian Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan jajaran Kemendag. Stabilitas harga bahan pokok sendiri jelas berkontribusi menciptakan kondusifitas politik sehingga proses pembangunan dapat berjalan lebih baik ke depan. 

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, memandang stabilitas pangan ini timbul dikarenakan pemerintah telah mengantisipasi kebutuhan masyarakat sejak lebih dari tiga bulan yang lalu.

Sarman mengatakan, stabilnya harga pangan dikarenakan pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan yang dibantu Satgas Pangan proaktif memantau pendistribusian berbagai barang kebutuhan pokok. Dengan demikian, aliran distribusi menjadi lancar dan isu terkait kekurangan bahan pokok bisa diminimalkan. Dampak akhirnya, harga pun menjadi tidak bergejolak.

“Kita harus mengapresiasi kinerja itu, termasuk pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan,” tukasnya di Jakarta kepada wartawan, Kamis  (21/6).

Pemantauan rutin yang dilakukan pemerintah diyakini pula menggerus upaya mafia pangan yang kerap memanfaatkan momentum Lebaran mencari untung. Terlebih Kementerian Perdagangan, pemerintah daerah, beserta Bulog gemar melakukan operasi pasar guna yang dilihat efektif menekan harga.

“Kalau demand dan supply itu seimbang, kita yakin bahwa harga tidak bergejolak. Kita lihat hasilnya saat ini bahwa ketika menjelang Lebaran harga-harga bahan pokok itu pada posisi stabil. Stabil bukan berarti tidak naik,” tutur Sarman.

Sarman mengapresiasi pola komunikasi Menteri Perdagangan, Enggatiasto Lukita yang kerap memanggil para importir untuk memastikan izin dan penyaluran agar sesuai. Langkah ini dianggap mampu menghilangkan mafia-mafia importir yang kerap menyalahgunakan izin impornya.

Melalui dialog dengan para importir tersebut, kementerian jadi bisa mengetahui total berapa izin impor yang didapat para importir. Dari sana, langkah selanjutnya bisa ditanyakan volume pendistribusian barang yang sudah impor kepada masyarakat. Jika ada yang tidak tepat sesuai, bisa segera diketahui dan ditindak. Dikombinasikan dengan pemantauan yang rutin, stok di pasar menjadi kian terjaga.

Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adriana Elisabeth menyampaikan senada. Ia mengatakan, keadaan ini membuat stabilitas politik sekarang cukup terjaga sehingga proses pembangunan dapat berjalan lebih baik. Kondisi ini menurutnya adalah sebuah kemajuan yang selayaknya perlu diapresisasi oleh semua pihak.

“Saya pikir ini sebuah kemajuan yang patut diapresiasi yah,” ucapnya.

Kemajuan di sektor pangan yang mampu meredam gejolak kenaikan harga komoditas pangan, khususnya pada saat menjelang hingga pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri menurut Adriana harus diakui sebagai sebuah keberhasilan di era pemerintahan Joko Widodo-Juuf Kalla.

“Ini merupakan salah satu keberhasilan pembangunan dari pemerintah sekarang. Itu harus diakui adanya,” kata Adriana.

Ketersediaan kebutuhan pokok yang memadai diakui Adriana pun berpengaruh menentukan kualitas sumber daya manusia dan stabilitas sosial politik sebagai prasyarat untuk melaksanakan pembangunan.

Adriana memandang pemerintah sekarang bahkan sudah  transparan dan terbuka sehingga keberhasilan dan kekurangannya pun bisa dengan mudah diketahui. Begitu halnya dengan kinerja Kemendag. Oleh karenanya, Adriana berharap pemerintah sekarang dapat terus konsisten dan lebih baik lagi dari tahun ke tahun. 

Terhadap pengendalian harga ini, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan terimakasihnya terhadap semua pihak yang berkontribusi bersama untuk bisa mampu mengendalikan harga pangan saat Lebaran 2018. Kerjasama ini lah yang mendasari pihaknya bisa melakukan pengendalian harga  selama dua tahun berturut-turut yaitu dari tahun 2017 dan 2018.

"Saya berterimakasih kepada seluruh stakeholder kepada Satgas Pangan, kepada dunia usaha dan media yang telah membantu. Sehingga dua tahun berturut-turut kita mampu mengendalikan inflasi dan mengendalikan harga bahan pokok," kata Enggar di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat 22 Juni 2018.

Diakuinya,  saat H-2 Lebaran sempat terjadi gejolak kenaikan, seperti harga daging di pasar. Namun, menurutnya hal itu lantaran permintaan dari pedagang sendiri kepada pemerintah untuk memberikan pengertian. Namun bersama para pedagang, kenaikan ini bisa disolusikan. 

"Mereka meminta pengertiannya, bahwa ini saat mereka mendapatkan keuntungan lebih pada H-2, ya hampir merata, 5-10 ribu rata-rata (ambil untungnya)," ujar Enggar.

Tag: Kementerian Perdagangan (Kemendag), Enggartiasto Lukita

Penulis: Redaksi

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/Raisan Al Farisi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,972.48 3,932.70
British Pound GBP 1.00 19,766.67 19,568.83
China Yuan CNY 1.00 2,179.44 2,157.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,898.00 14,750.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,860.64 10,751.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.46 1,885.47
Dolar Singapura SGD 1.00 10,919.89 10,810.61
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,552.82 17,372.55
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,609.89 3,570.56
Yen Jepang JPY 100.00 13,234.43 13,099.47

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5957.744 26.478 602
2 Agriculture 1585.807 1.672 20
3 Mining 1954.048 17.971 46
4 Basic Industry and Chemicals 821.966 11.293 71
5 Miscellanous Industry 1239.096 -33.418 45
6 Consumer Goods 2491.409 13.779 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.972 -0.966 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1027.263 -2.237 69
9 Finance 1075.740 7.879 91
10 Trade & Service 829.850 7.907 145
No Code Prev Close Change %
1 LPIN 900 1,125 225 25.00
2 PANI 306 382 76 24.84
3 LAND 1,155 1,440 285 24.68
4 DIGI 530 660 130 24.53
5 IIKP 236 280 44 18.64
6 FILM 1,135 1,285 150 13.22
7 RELI 234 260 26 11.11
8 PBSA 660 730 70 10.61
9 NIKL 2,060 2,270 210 10.19
10 ACES 1,420 1,560 140 9.86
No Code Prev Close Change %
1 AIMS 230 200 -30 -13.04
2 BIKA 200 175 -25 -12.50
3 TOPS 825 730 -95 -11.52
4 SIPD 1,065 955 -110 -10.33
5 MAPA 4,180 3,800 -380 -9.09
6 INTD 308 282 -26 -8.44
7 MMLP 575 530 -45 -7.83
8 WICO 645 595 -50 -7.75
9 LMSH 695 645 -50 -7.19
10 UNIT 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 690 680 -10 -1.45
2 BBRI 3,090 3,120 30 0.97
3 TRAM 260 254 -6 -2.31
4 ADRO 1,805 1,880 75 4.16
5 CPRO 50 50 0 0.00
6 BBCA 23,950 23,700 -250 -1.04
7 PNLF 232 238 6 2.59
8 LAND 1,155 1,440 285 24.68
9 TLKM 3,600 3,600 0 0.00
10 FILM 1,135 1,285 150 13.22

Recommended Reading