Portal Berita Ekonomi Selasa, 11 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:03 WIB. IHSG - IHSG masih dibuka melemah 0,18% ke level 6.100,21 di awal perdagangan Selasa (11/12/2018). 
  • 08:41 WIB. Vivo - 2019, Vivo targetkan produksi lebih dari 800.000 unit per bulan.
  • 08:39 WIB. Australia - Australia akan awasi Google dan Facebook.
  • 08:25 WIB. Go-Jek - Go-Jek obral voucer Go-Deals di Harbolnas 2018.
  • 08:24 WIB. Realme - Realme belum mau bikin smartphone dengan kamera banyak.
  • 08:24 WIB. Grab - Fitur Chatting di aplikasi Grab sekarang bisa kirim foto dan suara.
  • 08:23 WIB. Realme - Smartphone selfie 25 MP Realme U1 resmi masuk Indonesia.
  • 08:23 WIB. Xiaomi - 2019, Xiaomi rilis Mi Mix 3 versi 5G dengan Snapdragon 855.
  • 08:18 WIB. Samsung - Samsung resmi rilis Galaxy A8s.
  • 06:36 WIB. Apple - Pengadilan China larang jual iPhone. 
  • 06:33 WIB. Google - Google percepat tutup Google+ pada April 2019.
  • 06:31 WIB. Facebook - Facebook rekrut para ahli dan periset Blockchain. 
  • 19:03 WIB. Asia - Bank Dunia: Penduduk Asia Timur ingin berpenghasilan tinggi.

Urbanisasi Jadi Penyebab Kenaikan Angka Pengangguran

Foto Berita Urbanisasi Jadi Penyebab Kenaikan Angka Pengangguran
Warta Ekonomi.co.id, Mataram -

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan, salah satu faktor terjadinya peningkatan pengangguran di kota ini karena tingginya angka urbanisasi.

"Mataram ini pusat pendidikan, banyak warga luar kota datang dan belajar serta tinggal di Mataram, setelah lulus sekolah bahkan perguruan tinggi mereka tetap tinggal di Mataram dan mencari kerja di sini sehingga terdaftar sebagai pencari kerja dari Mataram," katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu.

Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram, mencatat angka pengangguran di Mataram saat ini tercatat sekitar 12 ribu orang dari 9.000 orang tahun sebelumnya.

Martawang menilai, dalam hal ini pemerintah kota tidak terlalu melihat batasan-batasan terhadap urbanisasi yang ada di Mataram, sebab hal itu menjadi risiko sebuah kota dan pusat pemerintahan yang selalu menjadi incaran bagi daerah lain.

Akan tetapi, katanya, dalam hal ini pemerintah kota terus berupaya bagaimana meningkatkan investasi di kota ini, sehingga mampu menciptakan lapangan kerja baru.

"Dengan demikian, angka pengangguran bisa terus menurun dan kesejahteraan masyarakat meningkat karena sudah memiliki pendapatan tetap," ujarnya.

Menyinggung tentang hambatan investasi yang salah satunya karena belum disahkannya Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Martawang, enggan menyebut hal itu sebagai hambatan.

"Saya tidak masuk dan menyebut itu menjadi kendala investasi, tetapi bagaimana investasi bisa maksimal mempekerjakan warga masyarakat," katanya.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram H Saiful Mukmin mengatakan, peningkatan pengangguran itu terjadi karena tingginya angka kelulusan SMA/SMK/sederajat serta perguruan tinggi yang belum mendapatkan lapangan kerja.

"Khusus SMK saja di Mataram terdapat sembilan SMK, jika rata-rata meluluskan 100 orang saja, satu kali angkatan bisa mencapai 900 orang. Sementara, satu angkatan di SMK Mataram bisa mencapai 300 orang," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya memprediksi angka pengangguran di Kota Mataram akan meningkat lagi seiring dengan adanya kelulusan tahun ajaran 2017/2018.

Untuk itu, Disnaker mendorong agar para lulusan SMK yang sudah terdidik menjadi lulusan siap kerja, diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja.

Di sisi lain, pihaknya juga aktif melakukan berbagai pelatihan usaha bagi lulusan SMA/SMK/sederajat dan perguruan tinggi yang belum mendapatkan pekerjaan agar bisa membuka usaha secara mandiri.

"Termasuk pelatihan kerja secara formal di lembaga pelatihan kerja. Alhamdulillah, setelah mereka selesai pelatihan 90 persen mereka diterima bekerja baik di dalam maupun luar daerah," katanya.

Tag: Pengangguran

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6111.360 -14.996 620
2 Agriculture 1498.070 5.905 20
3 Mining 1737.944 -0.464 47
4 Basic Industry and Chemicals 843.964 1.637 71
5 Miscellanous Industry 1377.909 -12.076 45
6 Consumer Goods 2503.452 -5.828 49
7 Cons., Property & Real Estate 448.927 -0.797 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1043.764 -1.013 71
9 Finance 1163.047 -4.982 91
10 Trade & Service 790.568 -1.203 153
No Code Prev Close Change %
1 SOTS 165 280 115 69.70
2 URBN 1,200 1,800 600 50.00
3 PTSN 645 805 160 24.81
4 MDIA 126 153 27 21.43
5 YULE 173 208 35 20.23
6 PJAA 1,125 1,350 225 20.00
7 MERK 5,400 6,475 1,075 19.91
8 YPAS 625 725 100 16.00
9 SHID 3,500 4,000 500 14.29
10 KPAS 442 505 63 14.25
No Code Prev Close Change %
1 DEAL 525 394 -131 -24.95
2 NUSA 210 158 -52 -24.76
3 HERO 920 770 -150 -16.30
4 AKSI 332 280 -52 -15.66
5 FORU 120 103 -17 -14.17
6 ETWA 85 73 -12 -14.12
7 LMAS 64 55 -9 -14.06
8 SIPD 1,100 960 -140 -12.73
9 PNSE 740 650 -90 -12.16
10 HDTX 150 132 -18 -12.00
No Code Prev Close Change %
1 KPAS 442 505 63 14.25
2 RIMO 163 186 23 14.11
3 TLKM 3,670 3,680 10 0.27
4 NUSA 210 158 -52 -24.76
5 WSKT 1,845 1,845 0 0.00
6 BBRI 3,620 3,610 -10 -0.28
7 PTBA 3,990 4,020 30 0.75
8 ASII 8,225 8,150 -75 -0.91
9 ADRO 1,300 1,310 10 0.77
10 ITMG 20,425 19,800 -625 -3.06